Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.99.1
1 Ramadhan 1446 HSabtu, 01 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna
Membelai Indonesia lebih intim : Pulau Salura
14 Maret 2018 15:07 WIB
Diperbarui 14 Maret 2019 21:10 WIB
Tulisan dari Ryan Rinaldi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
10 Maret 2018 sekitar jam 12 siang WITA, saya dan 8 peserta Roadtrip sampai di bandar udara Internasional Umbu Mehang Kunda yang terletak di Waingapu ibukota Sumba Timur, Sebelumnya bernama bandar udara Mau Hau dan pada tahun 2009 berganti nama menjadi Bandar Udara Internasional Umbu Mehang Kunda, sebagai penghormatan terhadap almarhum Umbu Mehang Kunda, Mantan Bupati Sumba Timur (Source Wikipedia). Perjalanan ini kita akan menuju pulau salura, event ini diadakan oleh Kumparan bekerja sama dengan Yamaha Indonesia dan Kitabisa.com.

Setelah sampai kami para peserta menuju Sacca Residence & Resto untuk makan siang sekaligus Coaching Clinic tentang jalur yang akan dilewati menuju Salura, team Leader kali ini adalah Adi Aghoy dari Kumparan, jalur yang akan di lalui aspal mulus hanya 20% dari keseluruhan rute, wah pasti bakal seru banget pastinya, sebelum mulai perjalanan kita melakukan doa bersama agar dimudahkan dalam perjalanan ini, kita mampir ke SPBU terdekat buat isi bahan bakar dan tidak lupa saya mereset ulang trip odomoter kembali 0, agar bisa mengetahui berapa jarak tempuh dan bahan bakar yang habis untuk menuju salura.

Perjalanan di mulai baru sekitar 10 menit tiba - tiba hujan deras, peserta tetep lanjut melewati jalan mulus nan aduhai khas sumba dengan suguhan pemandangan indah nan kelasik, trip odometer menunjukan kita sudah berjalan 25 kilometer dari SPBU tadi, hujan sudah reda kitapun berhenti di tanahrara bukit merdeka, disana kita melakukan foto- foto narsis hehehe, sayang sekali kalo tidak foto - foto, keren banget disana.
ADVERTISEMENT



Puas foto - foto kita lanjutkan perjalanan, hujan datang lagi dengan deras, pemandangan yang dilalui pun asik jali untuk dinikmati serasa mau berhenti terus, tetapi kita harus tetap gas menuju salura karena waktu yang di tempuh lumayan lama sekitar 5 - 7 jam ujar Adi Aghoy, saat itupun sudah menjelang sore, kalo kita berhenti terus akan lebih lama lagi dan bisa tengah malam sampai Nggongi, jalur yang di lalui pun berubah menjadi sedikit aspal rusak terkelupas namun masih aman untuk dikendarai.


Sampai di pertigaan kita berhenti sebentar untuk sekedar istirahat dan memeriksa rombongan, ada yang tertinggal atau tidak. setelah di cek semuanya lengkap, kita pun belok kanan melalui tanahrara bahasa sumba yang artinya tanah merah, sesuai namanya karena yang kita lalu jalurnya sudah berubah menjadi jalan yg belum di aspal, tanah campur batu kali yang di pecah, disini sudah mulai agak susah di kendalikan karena licin nya jalan yang di lalui, namun bagi saya tetap asik jali untuk di nikmati, dengan susah payah kita lalui jalur tersebut akhirnya kita samai di Nggongi, mampir sebentar dirumah kepala desa untuk sama - sama berangkat ke pelabuhan untuk menyeberang ke Pulau Salura, namun dari Nggongi menuju ke pelabuhan kita melewati beberapa sungai, Alhamdullilah sungai tersebut arusnya lagi tidak deras jadi bisa di lalu dengan mudah, asal kita pilih jalur yang beriak, kalau beriak artinya sungai itu dangkal dan bisa di lalui, yang airnya tidak beriak dan tenang itu yang bahaya karena bisa saja dalam, malah akan bahaya untuk dilalui ujar Adi Aghoy dalam Coaching Clinic sebelum berangkat.

Sampai di Pelabuhan kita repacking hanya yang penting saja yang dibawa, barang yang tidak dibawa ditinggal di mobil logistik, perjalanan dari pelabuhan ke salura kurang lebih sekitar 1 jam menggunakan kapal desa Salura, setelah 1 jam lebih sampai di Salura, rombongan menginap di salah satu rumah warga, mereka mempersilahkan kita untuk mandi dan beristirahat, sambil menunggu mereka menghidangkan makanan saya bercengkrama sama warga disana dan teman - teman yang lain.


ADVERTISEMENT