Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.99.1
Konten dari Pengguna
Membelai Indonesia lebih intim : Pulau Salura (Part 2)
15 Maret 2018 14:13 WIB
Diperbarui 14 Maret 2019 21:10 WIB
Tulisan dari Ryan Rinaldi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Sembari menunggu makanan siap saya berbincang - bincang dengan warga Salura dan Komunitas Vixion Riders Waingapu, kita selama perjalanan dari Sacca Resto juga di temani kawan - kawan Vixion Riders Waingapu yang ikut serta dalam rombongan Roadtrip ini. Oya disini saya ceritakan sedikit tentang Pulau Salura, Pulau Salura berbatasan langsung laut Australia dengan jarak sekitar 800 mil, 10 jam dari Salura dengan perahu kita sudah sampai didaratan Australia, Seperti layaknya wilayah perbatasan, di sini terdapat pos polisi perbatasan, dan terdapat juga sebuah tugu yang menyatakan bahwa pulau ini adalah milik Republik Indonesia, ditandatangani langsung oleh bupati Sumba Timur.
ADVERTISEMENT
Pulau Salura yang terpisah dari Pulau Induk di Sumba menyimpan banyak keunikan dan keindahan alam. Setelah beberapa lama menunggu hidangan telah siap dengan cara prasmanan, sangat kaget pas memakan makanan yang di hidangkan oleh ibu - ibu disana, sangat enak bumbunya sangat berasa, disana mungkin tidak kenal apa itu penyedap rasa instan.

Selesai makan yang lain terlihat langsung istirahat begitupun dengan saya, Ambil Sleeping Bag siap tidur di bale - bale depan rumah yang ada dibawah pohon, membayangkan indahnya tidur malam ini, ternyata saya salah baru beberapa jam tidur terjadi hujan deras, terpaksa pindah kedalam. Pagi hari saya ikut Adi Aghoy, bapak - bapak dan bebebrapa riders Vixion Waingapu mencari ikan dari nelayan untuk sarapan kami, sayangnya sekarang lagi tidak musim sotong (cumi - cumi) padahal sotong di Salura sangat terkenal, banyak orang dari lombok dan sumbawa kesini untuk mencari sotong.



Setelah membeli ikan yang akan di olah ibu - ibu untuk sarapan kami semua, kami berbincang kembali sembari ngopi dan ngeteh yang telah di hidangkan. Setelah sarapan kita akan menuju sumur air tawar yang tidak pernah kering walapun kemarau sekalipun, jadi di Salura ada tradisi adat untuk yang pertama kali menginjakan kakinya disini harus memakai gelang yang di buat dari daun pohon kelapa dan membasuh muka sebanyak 3 kali atau wudhu bagi yang ingin, yang tidak menjalankan ceritanya akan mengalami musibah keluar dari Salura, entah akan di terjang badai di laut atau sakit setelah pulang dari Salura.

Lokasi sumur air tawar di samping Panel Surya ini, nantikan cerita selanjutnya ya kawan.
ADVERTISEMENT