Mengintip Sudut Sekolah Laskar Pelangi: Nostalgia Masa Kecil yang Hidup Kembali

From Gantung, Belitung Timur Mahasiswa aktif program studi Ilmu Komunikasi semester 3 Universitas Bunda Mulia Kampus Ancol
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari JONATHAN HESKHI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi siapa pun yang pernah hanyut dalam kisah Laskar Pelangi, gambaran SD Muhammadiyah Gantong di Belitung pasti tersimpan rapat dalam memori. Gedung kayu sederhana dengan dinding kusam dan tiang penyangga yang miring itu bukan sekadar latar tempat biasa, melainkan saksi bisu perjuangan anak-anak pesisir dalam meraih mimpi. Menjejakkan kaki di tempat ini terasa seperti melintasi lorong waktu, membawa kembali ingatan hangat masa kecil tentang kegigihan Ikal, Lintang, Mahar, dan kawan-kawan. Suasana magis langsung menyapa begitu angin berembus di halaman berpasir putih tempat para tokohnya dahulu bermain. Di dalam ruang kelas, deretan bangku kayu lusuh dan papan tulis hitam kuno masih berdiri tenang, menghadirkan atmosfer pembelajaran bersahaja zaman dahulu. Setiap sudutnya seolah membisikkan kembali kisah haru dan tawa yang pernah kita saksikan, mengingatkan kita pada sosok Pak Harfan dan Bu Mus yang mengajar dengan ketulusan tanpa batas. Mengunjungi sudut sekolah ini memberikan pengalaman yang jauh lebih mendalam daripada sekadar berburu foto estetis. Ada getaran emosional yang menyentuh dada saat menyadari bahwa dari bangunan serba terbatas inilah lahir tekad besar yang memantik kesadaran satu bangsa akan pentingnya pendidikan. Bangunan kayu ini berdiri tegak sebagai simbol ketahanan jiwa, membuktikan bahwa keterbatasan fisik tak pernah sanggup memadamkan kehausan akan ilmu pengetahuan. Perjalanan nostalgia ini pada akhirnya menjadi momen refleksi yang berharga bagi kita di era modern. Melihat kembali kesederhanaan ruang kelas tersebut mengajak kita merenung dan memantik kembali bara semangat yang mungkin sempat terpadamkan oleh rutinitas harian. Mengintip sudut SD Muhammadiyah Gantong bukan hanya perjalanan merayakan kenangan masa lalu, melainkan juga pengingat manis untuk terus merawat impian setinggi-tingginya.
