Konten dari Pengguna

Istilah-Istilah Hubungan Populer di Kalangan Gen Z

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rachel White tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dua orang yang sedang berkomunikasi dalam sebuah hubungan romantis modern. (Sumber Foto: Ilustrasi via magnific.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dua orang yang sedang berkomunikasi dalam sebuah hubungan romantis modern. (Sumber Foto: Ilustrasi via magnific.com)

Isitlah-istilah hubungan yang sedang populer di kalangan Gen z:

  • HTS (Hubungan Tanpa Status): Kondisi ketika dua orang saling suka dan bersikap seperti pacaran, tapi sama-sama enggan buat meresmikan status.

  • Situationship: Hubungan seru-seruan yang menggantung, tanpa kepastian masa depan, dan tanpa komitmen.

  • Talking Stage: Masa-masa pendekatan atau ngobrol intens sebelum memutuskan mau lanjut serius atau tidak.

  • Orbiting: Pasangan yang mendadak hilang tanpa kabar (ghosting), tapi anehnya masih suka kepo dan rajin view Story atau like postingan kita.

  • Open Marriage: Kesepakatan dalam pernikahan untuk membebaskan pasangan menjalin hubungan romantis atau seksual dengan orang lain.

  • Breadcrumbing: Cuma ngasih harapan manis sedikit-sedikit sekadar biar kita enggak menjauh, tapi dia sendiri tidak niat buat pacaran.

  • Benching: Menjadikan seseorang sebagai opsi cadangan alias "cadangan di bangku cadang" sambil terus nyari yang lebih oke. Tren Labeling Baru dalam Dinamika Asmara Gen Z Belakangan ini, media sosial kita semakin ramai sama istilah-istilah hubungan baru yang semakin aneh dan beragam, mulai dari HTS, situationship, sampai orbiting. Banyak dari anak muda sekarang yang sibuk mengkategorikan gaya berpacaran mereka ke dalam kotak-kotak istilah tersebut. Fenomena ini muncul bukan tanpa alasan, melainkan karena batas-batas dalam hubungan masa kini yang rasanya semakin kabur jika dibandingkan dengan gaya pacaran orang tua kita dulu. Banyaknya istilah rumit ini ternyata sejalan dengan temuan riset dari Pew Research Center tentang kencan modern, yang menyebutkan kalau mayoritas anak muda memang merasa proses cari pasangan zaman sekarang jauh lebih bikin pusing dibanding era sebelumnya. Selain itu, studi dari American Psychological Association (APA) juga menyoroti adanya peningkatan rasa cemas dan ketakutan akan komitmen (commitment phobia) pada orang-orang di era digital. Kalau menurut aku, banyaknya istilah ini sebenarnya cuma cara halus orang-orang untuk menghindari tanggung jawab. Ketika suatu hubungan diberi label resmi seperti "pacaran", otomatis ada tuntutan, ekspektasi, dan tanggung jawab yang harus dipikul. Nah, istilah seperti HTS atau situationship ini dipakai sebagai "tameng" atau jalan pintas. Mereka ingin merasakan manisnya punya pasangan, ada yang merhatiin dan nemenin tapi tidak mau repot dengan beban komitmennya. Dengan begitu emotional needs mereka dapat terpenuhi tanpa perlu adanya tanggung jawab. Jadi kalau sewaktu-waktu mau kabur atau bosan, mereka bisa tinggal pergi tanpa merasa bersalah. Niatnya sih ingin praktis dan aman, tapi ujung-ujungnya malah bikin hubungan jadi makin ribet dan membingungkan.