Mongrel 13

Mongrel 013: DINDING

Penulis Dekat dan Nyaring (2019), 24 Jam Bersama Gaspar (2017), dan Kamu: Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya (2015).
5 September 2021 15:56
ยท
waktu baca 8 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Setelah meninggalkan kemah, kami tidak membicarakan apa-apa yang spesial. Aku sendiri kehilangan semangat untuk mengobrol. Sesuatu di dalam perutku bergolak, itu hanya terjadi saat aku merasa ada yang tidak benar.
Pertama, aku ingat nama Leni. Leni Latu Lail. Dia adalah penulis buku yang ditunjukkan oleh Bu Isa. Seharusnya dia sudah mati. Atau, setidaknya aku berasumsi begitu. Sulit bagiku membayangkan ada orang dari abad 19 yang masih hidup. Tapi, hanya karena aku tak bisa membayangkan bukan berarti hal itu tak bisa terjadi, kan?
Kedua, penglihatanku mulai agak buram. Tampaknya kesaktian cairan tetes mata Bu Isa sudah mendekati batas. Segalanya tetap terlihat abu-abu dan hitam, hanya saja kali ini mulai berbayang. Dengan mengarahkan senter yang diberikannya aku bisa melihat si audionot di depanku. Ia memandu jalan sambil sesekali melihat ke belakang, memastikan aku masih mengikutinya. Aku bisa mendengar suaranya melalui earphone yang tampaknya sekaligus berfungsi untuk menggagalkan suara dari luar. Ia memberi tahu arah atau bercerita tentang sesuatu. Wajahnya mungkin tersenyum atau memberi ekspresi lain untuk meyakinkanku bahwa kami baik-baik saja. Namun, sesungguhnya aku hanya bisa melihat punggungnya. Sinar senter hanya sanggup memantulkan warna putih tas besar di punggungnya, membuatnya tampak seperti sekarung kentang yang melayang-layang di kegelapan.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparan+
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparan+
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Konten Premium kumparan+
Dari retakan di tanah muncul lusinan siluet tangan dan kepala. Cahaya ungu muncul dari mulut dan mata mereka, menyerang pari bandi yang mengerang lebih keras. Beginilah akhirnya. Nikmati novel Sabda Armandio, MONGREL, di kumparanplus.