Bab 14 - Mongrel - Sabda Armandio

Mongrel 014: DESALINASI

Penulis Dekat dan Nyaring (2019), 24 Jam Bersama Gaspar (2017), dan Kamu: Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya (2015).
12 September 2021 16:19
·
waktu baca 11 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Belum sempat berpikir, Wortel sudah naik ke dadaku. Aku ingin memeluknya, tetapi bahu kananku ngilu sekali. Ketika aku hendak menyapa, Wortel menutup mulutku dengan kakinya.
“Bangsat memang. Apa si Prof. Nanda itu nggak menghitung dengan benar? Delapan crane rusak total. Apa kau sudah memastikan tidak ada yang terjepit pipa? A...”
Suara itu lekas bercampur dengan suara bising. Aku memperhatikan sekitar. Tampaknya suara itu berasal dari balik stalagmit tak jauh dari tempatku berbaring. Stalagmit itu menghalangi sinar dan terang di baliknya, membuatnya tampak seperti gerhana matahari. Aku menarik napas dan mengembuskannya perlahan, berusaha mengumpulkan tenaga untuk merayap mendekati stalagmit.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparan+
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparan+
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Konten Premium kumparan+
Dari retakan di tanah muncul lusinan siluet tangan dan kepala. Cahaya ungu muncul dari mulut dan mata mereka, menyerang pari bandi yang mengerang lebih keras. Beginilah akhirnya. Nikmati novel Sabda Armandio, MONGREL, di kumparanplus.