PHBS & Lomba Daur Ulang: KKN UPI SMD 24 Edukasi Warga Desa Situmekar
Tulisan dari SABILA CHAERANI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
SUMEDANG – Mahasiswa KKN UPI 24 menggelar sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Desa Situmekar, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, mengenai pentingnya menerapkan PHBS melalui edukasi kesehatan, praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), serta lomba pembuatan tempat sampah dari daur ulang barang bekas.

Edukasi PHBS melalui Praktik CTPS dan Lomba Tong Sampah Daur Ulang
Sosialisasi diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa KKN UPI SMD 24 menjelaskan berbagai kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan, seperti mencuci tangan menggunakan sabun, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan lingkungan, serta menerapkan pola hidup sehat sejak usia dini.
Agar materi lebih mudah dipahami, peserta diajak mempraktikkan secara langsung enam langkah Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sesuai anjuran. Praktik ini dipandu oleh mahasiswa KKN UPI SMD 24 untuk memberikan pemahaman mengenai teknik mencuci tangan yang benar sebagai salah satu cara mencegah penyebaran kuman dan penyakit. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang aktif mengikuti setiap tahapan praktik.
Selain sosialisasi, mahasiswa KKN UPI SMD 24 mengadakan lomba pembuatan tempat sampah dari barang bekas sebagai bentuk implementasi materi PHBS. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memanfaatkan limbah yang masih layak pakai menjadi tempat sampah yang fungsional sekaligus menarik. Lomba tersebut juga bertujuan menumbuhkan kreativitas dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Setiap peserta mempresentasikan hasil karyanya di hadapan dewan juri sebelum dilakukan proses penilaian. Aspek yang dinilai meliputi kreativitas, fungsi, kerapian, dan pemanfaatan bahan daur ulang. Tiga karya terbaik ditetapkan sebagai pemenang dan menerima hadiah sebagai bentuk apresiasi atas semangat serta inovasi peserta dalam mendukung budaya hidup bersih dan sehat.
Ketua KKN UPI SMD 24 Desa Situmekar, Galih Hilmi Abdullah, mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan kebiasaan hidup bersih sejak dini.
"Kami berharap edukasi PHBS ini tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi saja, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui praktik CTPS dan lomba daur ulang, kami ingin menunjukkan bahwa menjaga kesehatan dan lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana," ujarnya.
Kepala Desa Situmekar, Andi Rusnandi, mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan mahasiswa KKN UPI SMD 24. Menurutnya, edukasi mengenai PHBS dan pengelolaan sampah merupakan langkah positif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menciptakan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan nyaman.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPI SMD 24 berharap semangat menjaga kebersihan lingkungan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Desa Situmekar. Edukasi PHBS diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan secara berkelanjutan demi menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkualitas.

