Konten dari Pengguna

Mengenal Teknologi di Balik Robot Sepak Bola Beroda

Sabrina Karisma Putri

Sabrina Karisma Putri

Mahasiswa, Universitas Semarang Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sabrina Karisma Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Robat Sepak Bola Beroda - Universitas Semarang
zoom-in-whitePerbesar
Foto Robat Sepak Bola Beroda - Universitas Semarang

Di era modern ini, robotika telah menjadi salah satu bidang teknologi yang berkembang paling pesat. Robot tidak lagi hanya ditemukan di pabrik-pabrik industri, tetapi juga mulai merambah berbagai aspek kehidupan manusia—mulai dari layanan kesehatan, transportasi, pertanian, hingga hiburan dan olahraga. Inovasi dalam dunia robot terus berkembang, mendorong terciptanya mesin-mesin cerdas yang mampu melakukan tugas-tugas kompleks secara mandiri.

Apa Itu Robot Sepak Bola Beroda?

Robot sepak bola beroda merupakan sebuah robot yang dirancang agar dapat bergerak dan menendang bola untuk mencetak gol. Robot ini dilengkapi dengan roda dan motor sebagai penggerak, kamera sebagai mata robot dan selenoid sebagai penendang bola. Salah satu kamera yang dapat digunakan adalah Omni vision 360 derajat.

Penggunaan Omni vision 360 derajat pada robot sepak bola memiliki potensi untuk mengubah cara robot berinteraksi dengan bola, lawan, dan lingkungannya secara lebih pintar dan adaptif. Robot dirancang agar dapat bergerak dan menendang bola secara otomatis. Komponen yang di gunakan seperti Mini PC untuk memproses data dari kamera Omni, ESP 32 yang di gunakan untuk keseimbangan robot dengan pembacaan data melalui sensor gyroscope 6 - axis, Untuk penggerak roda pada robot menggunakan Motor DC 24 Volt dengan PG 45, Lalu untuk penendangnya menggunakan sebuah selenoid yang di beri tegangan tinggi untuk menghasilkan arus besar, dan masih banyak lagi komponen penting pada robot sepak bola beroda.

Teknologi Utama Robot Sepak Bola Beroda

Robot sepak bola beroda merupakan sistem otonom yang dirancang untuk mampu bermain sepak bola secara mandiri di lapangan mini. Di balik gerakannya yang lincah dan strategis, robot ini mengandalkan sejumlah teknologi utama yang saling terintegrasi.

1. Deteksi Objek

Pada robot seepak bola beroda untuk mendeteksi objek menggunakan sistem dari OpenCV dalam memproses data dari kamera untuk melihat dan mengenali objek di lapangan. Sistem ini menjadi "mata" bagi robot, sehingga ia bisa mendeteksi bola, gawang, serta posisi lawan atau kawan secara otomatis.

2. Sistem Integrasi

Dalam sistem robot sepak bola beroda yang terdiri dari tiga unit robot, dibutuhkan koordinasi dan komunikasi antarrobot agar permainan dapat berjalan secara terorganisir dan strategis. Untuk mewujudkan hal ini, digunakan sebuah pusat kendali yang disebut base station.

3. Sistem Pergerakan Robot

Sistem penggerak merupakan bagian penting dari sebuah robot karena menentukan bagaimana robot dapat bergerak sesuai perintah. Untuk mengatur gerakan ini, biasanya digunakan pendekatan kinematika dan kontrol PID. Keduanya bekerja sama agar robot dapat bergerak secara akurat, stabil, dan responsif.

4. Sistem Penendang

Sistem penendang pada robot sepak bola beroda ini menggunakan solenoid—komponen elektromagnetik yang dapat menghasilkan gaya dorong secara tiba-tiba saat dialiri arus listrik. Solenoid bekerja seperti "kaki" robot yang bisa menendang bola dengan cepat dan kuat.

Agar tendangan efektif dan bertenaga, solenoid diberi suplai tegangan tinggi dari rangkaian kapasitor yang telah diisi sebelumnya. Ketika perintah tendangan dikirim dari sistem kontrol, kapasitor akan melepaskan muatannya ke solenoid, menghasilkan medan magnet yang mendorong batang logam untuk menendang bola. Sistem ini memungkinkan robot untuk melakukan tendangan cepat dan akurat, termasuk teknik seperti tendangan lurus dan chip shot (tendangan mengangkat bola).

Kesimpulan

Robot sepak bola beroda adalah contoh nyata dari penerapan teknologi robotika yang canggih dan terintegrasi. Melalui gabungan berbagai komponen seperti kamera 360 derajat, mini PC, sensor gyroscope, motor penggerak, dan sistem penendang solenoid, robot ini mampu melakukan tugas yang kompleks seperti mendeteksi objek, merencanakan strategi, bergerak secara presisi, hingga menendang bola ke arah yang diinginkan.

Kemampuan robot untuk bermain sepak bola secara mandiri menunjukkan bagaimana teknologi seperti visi komputer, komunikasi antarrobot, kontrol gerak, dan aktuator elektromagnetik dapat bekerja bersama membentuk sistem cerdas. Hal ini tidak hanya membuka peluang besar dalam dunia kompetisi robot, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan pengembangan sistem otonom di masa depan.

Artikel ini ditulis oleh tim yang beranggota:

  1. SABRINA KARISMA PUTRI (C.411.23.0012)

  2. DANIELA SURYA MAYLANY (C.411.23.0017)