Konten dari Pengguna

Struktur Vegetasi Cigowong Dukung Potensi Persebaran Surili

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sabrina Qoulan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Struktur Vegetasi Cigowong Dukung Potensi Persebaran Surili
zoom-in-whitePerbesar

Ciputat – Keberadaan Surili Jawa (Presbytis comata), primata endemik Jawa Barat yang kini masuk dalam daftar satwa terancam punah, menghadapi ancaman serius akibat degradasi habitat. Namun, hasil pengamatan terbaru menunjukkan bahwa Blok Cigowong di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) menyimpan potensi kuat sebagai zona konservasi strategis yang masih mampu mendukung kelangsungan hidup spesies tersebut.

Berdasarkan kajian ekologi vegetasi yang dilakukan di kawasan tersebut, struktur hutan di Blok Cigowong masih tergolong kompleks dan sehat, dengan tutupan tajuk yang rapat, tingkat sebaran vegetasi yang merata, dan komposisi tumbuhan yang beragam. Ciri tersebut menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan suatu wilayah sebagai habitat alami bagi satwa arboreal seperti Surili Jawa.

Tabel Data: Jenis tumbuhan dominan berdasarkan Indeks Nilai Penting (INP) (Source: Data yang diambil langsung di lapangan oleh kelompok Pecinta Alam Arkadia)

Penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis vegetasi pakan surili pada Blok Cigowong yatu jeni Kurai (Trema orientale), Kipare (Memecylon Lilacinum), Kileho (Saurauia pendula), Puspa (Scima wallichii), Pinus (Pinus merkusi) Dengan bagian yang dimakan surili dewasa dan anak yaitu daun serta buah hanya pada surili anak. Adapula urutan preferensi Indeks Nilai penting tertinggi dimiliki oleh Trema orintale (53,226), kemudia Memecylon Lilacinum (43,201), Saurauia pendula (37.013), Schima walichii (32,700), dan Pinus merkusi (24,971). Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa preferensi pakan utama baik pada Surili Jawa dewasa maupun anak di Blok Cigowong , Taman Nasional Gunung Ciremai adalah pada jenis Kurai (Trema orientale).

Menurut laporan resmi IUCN yang diterbitkan pada tahun 2022, Surili Jawa dikategorikan sebagai spesies terancam punah (Endangered) karena tekanan populasi yang terus menurun, terutama akibat hilangnya tutupan hutan dataran rendah Jawa yang menjadi habitat utamanya. (Nijman, Setiawan, & Ang, 2022).

Situasi tersebut menjadikan temuan di Blok Cigowong sebagai perhatian penting dalam konteks konservasi nasional, mengingat habitat alami Surili Jawa semakin sedikit dan terfragmentasi. Berdasarkan kondisi lapangan, peneliti menyarankan agar Blok Cigowong segera dipetakan sebagai zona konservasi prioritas. Upaya ini mencakup:

  • Restorasi jenis pohon pakan utama melalui penanaman kembali dan perlindungan pohon induk,

  • Pembatasan aktivitas manusia di area sensitif,

  • Monitoring berkelanjutan terhadap kondisi vegetasi dan populasi satwa.

Langkah-langkah tersebut penting untuk menjamin kelangsungan populasi Surili Jawa di kawasan ini, serta memperkuat pengelolaan kawasan konservasi berbasis data ekologi.

Melalui temuan di lapangan, para peneliti menyarankan agar dilakukan langkah-langkah nyata untuk menyelamatkan Surili Jawa di kawasan ini. Salah satunya adalah menanam kembali pohon-pohon yang menjadi makanan utama Surili Jawa. Jenis-jenis pohon ini perlu dikembalikan ke hutan dalam jumlah cukup, agar hewan-hewan yang bergantung padanya bisa bertahan.

Langkah lainnya adalah menetapkan zona perlindungan khusus di kawasan Cigowong, di mana aktivitas manusia dibatasi dan pemantauan dilakukan secara berkala. Dengan cara ini, gangguan dari luar seperti penebangan liar, perburuan, atau pembukaan jalur baru dapat dikendalikan.

Tak kalah penting, masyarakat sekitar hutan juga perlu diajak terlibat. Pengetahuan mereka tentang pohon, satwa, dan musim adalah kekayaan yang bisa digunakan untuk menjaga alam. Jika mereka ikut melindungi, hutan akan jauh lebih aman.

“Hutan yang rimbun bukan hanya rumah bagi Surili Jawa, tapi juga cerminan tanggung jawab kita terhadap alam,”