Mahasiswa PK UNY Ajarkan Shortcut BIM Revit Struktur, Dukung SDG 4 dan SDG 12

Mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Safira Khoirunisa Ayu Mawarni tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam pelaksanaan PK di SMK Muhammadiyah Pakem, mahasiswa PK UNY dari prodi PTSP yang mendapatkan kesempatan mengampu mata pelajaran Aplikasi Perangkat Lunak (APL) BIM Revit, melakukan sebuah inovasi selama pelaksanaan pembelajaran. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, mahasiswa PK mengajarkan beberapa shortcut BIM Revit dalam pemodelan struktur gedung bertingkat. Kegiatan ini dilaksanakan di Laboratorium Studio Gambar kelas XI DPIB SMK Muhammadiyah Pakem.
Pemberian arahan menggunakan shortcut ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang sering dihadapi siswa selama pelajaran pemodelan struktur gedung bertingkat menggunakan BIM Revit. Proses pemodelan elemen struktur, seperti kolom, balok, dan pelat lantai, sering kali merupakan pengulangan pada setiap tingkatan lantainya. Kondisi ini menimbulkan rasa bosan dan suntuk di kalangan siswa karena pengulangan yang terus-menerus. Selain itu, pengulangan tersebut juga menyita cukup banyak waktu pembelajaran mengingat materi mata pelajaran APL yang cukup banyak. Menyadari hal tersebut, mahasiswa PK yang mengampu mata pelajaran APL BIM Revit menghadirkan solusi dengan cara mengajarkan shortcut dan teknik copy elemen antar lantai yang lebih efisien.
Sebanyak 16 siswa dalam satu kelas, yaitu kelas XI DPIB SMK Muhammadiyah Pakem, dipandu langsung oleh mahasiswa PK UNY. Dalam proses pembelajaran, siswa dikenalkan dengan fitur select all instance → visible in view untuk memilih elemen serupa dalam jumlah yang banyak. Fitur ini berguna jika dalam proses pemodelan perlu mengubah banyak elemen atau ingin melakukan copy elemen agar dapat dilakukan sekaligus. Selain pengenalan fitur select all instance, mahasiswa juga mengenalkan fitur copy to clipboard dan paste align to selected levels. Fitur ini memungkinkan pekerjaan dilakukan dengan lebih cepat dan evisien karena dapat meng-copy ke beberapa level sekaligus. Dengan mengajarkan dan mengenalkan fitur dan shortcut tersebut diharapkan pekerjaan pemodelan struktur yang sebelumnya memakan waktu lama menjadi dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat. Selain itu, siswa juga tidak merasa mudah bosan dan suntuk karena pengulangan langkah-langkah yang terlalu sering.
Berdasarkan keterangan dari siswa yang mendapat bimbingan dari mahasiswa PK UNY, mereka merasa terbantu dengan adanya shortcut dan fitur yang mempermudah pekerjaan pemodelan struktur gedung bertingkat. "Kalau buatnya banyak ya ada bosennya, Mbak. Jadi diajarin cara nge-copy itu berguna (membantu) sih, Mbak kalau menurutku".
Solusi yang diberikan mahasiswa PK ini diharapkan tidak hanya memberikan tambahan pemahaman teknis tetapi juga mampu mengatasi masalah siswa yang mudah bosan dan suntuk dalam pembelajaran. Inovasi pembelajaran dari mahasiswa PK UNY ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Di sisi lain, hal ini juga mendukung SDG 12 karena meningkatkan efisiensi waktu pembelajaran.
