Konten dari Pengguna

KKN ITERA 06 Gelar Anti-Bullying dan Mengajar Interaktif di SD Gunung Gijul

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari SAHADI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa KKN ITERA Ciptakan Lingkungan Sekolah yang Aman dan Menyenangkan di Sekolah Berpemandangan Indah Puncak Gunung

Dokumentasi: Foto bersama mahasiswa KKN dengan siswa SD Negeri Gunung Gijul setelah kegiatan lomba dan mengajar (Foto: Dokumen Pribadi KKN ITERA 06)
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi: Foto bersama mahasiswa KKN dengan siswa SD Negeri Gunung Gijul setelah kegiatan lomba dan mengajar (Foto: Dokumen Pribadi KKN ITERA 06)

Lampung Utara – Di ketinggian pegunungan dengan pemandangan hijau yang memukau, berdiri kokoh SD Negeri Gunung Gijul, sebuah sekolah dasar negeri yang terletak di Desa Gunung Gijul, Kecamatan Abung Tengah, Kabupaten Lampung Utara. Dikelilingi hamparan perkebunan kopi dan udara sejuk khas pegunungan, sekolah ini menjadi saksi bisu perjuangan anak-anak desa dalam menuntut ilmu. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Kelompok 06 hadir untuk menggelar sosialisasi anti-bullying dan program mengajar interaktif di sekolah yang berlokasi di atas ketinggian ini. Kegiatan yang berlangsung sejak 10 hingga 29 Januari 2026 ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi para siswa.

Profil SD Negeri Gunung Gijul: Sekolah di Atas Awan

SD Negeri Gunung Gijul merupakan salah satu sekolah dasar negeri yang berlokasi di Desa Gunung Gijul, Kecamatan Abung Tengah, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. Sekolah yang didirikan pada tanggal 10 Oktober 1982 ini telah berkiprah selama lebih dari empat dekade dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya anak-anak di wilayah Kecamatan Abung Tengah.

Yang membuat sekolah ini istimewa adalah lokasinya yang berada di kawasan pegunungan dengan pemandangan alam yang memukau. Dari halaman sekolah, terhampar luas perkebunan kopi milik warga yang hijau membentang hingga ke kaki gunung. Udara sejuk khas pegunungan menyelimuti lingkungan sekolah setiap harinya, menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menenangkan. Di pagi hari, kabut tipis sering menyelimuti area sekolah, membuatnya tampak seperti sekolah di atas awan.

Saat ini, SD Negeri Gunung Gijul memiliki total 61 siswa. Kegiatan belajar mengajar di sekolah ini dilaksanakan setiap hari pada pagi hari dengan waktu penyelenggaraan 6 hari dalam seminggu.

Berdasarkan hasil survei dan observasi yang dilakukan mahasiswa KKN Kelompok 06, ditemukan beberapa permasalahan di SD Negeri Gunung Gijul, antara lain kurangnya tenaga pengajar, pemahaman siswa yang tertinggal terhadap materi pelajaran, serta maraknya kasus bullying di kalangan siswa. Berangkat dari kondisi tersebut, Kelompok 06 menggagas program Sosialisasi Anti-Bullying dan Program Mengajar Interaktif.

Salah Satu Anggota Kelompok KKN PPM 06, Dimas (Teknik Pertambangan), mengungkapkan kesannya saat pertama kali menginjakkan kaki di SD Negeri Gunung Gijul.

"Jujur, kami terpesona dengan keindahan alam sekitar sekolah. Pemandangan perkebunan kopi yang hijau dan udara yang sejuk benar-benar menenangkan. Namun di balik keindahan alamnya, kami menemukan bahwa proses belajar mengajar di sini masih menghadapi berbagai tantangan. Semangat kami untuk berkontribusi semakin membara setelah melihat langsung kondisi sekolah yang indah ini," ujar Dimas.

A. Sosialisasi Anti-Bullying: Wujudkan Sekolah Ramah Anak di Tengah Keindahan Alam

Dokumentasi: Foto bersama mahasiswa KKN dengan siswa SD Negeri Gunung Gijul setelah kegiatan sosialisasi (Foto: Dokumen Pribadi KKN ITERA 06)

Pada tanggal 19 Januari 2026, di tengah hamparan hijau perkebunan kopi dan semilir angin pegunungan, mahasiswa KKN Kelompok 06 melaksanakan sosialisasi anti-bullying kepada siswa-siswi SD Negeri Gunung Gijul. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang apa itu bullying, jenis-jenis bullying, dampak negatifnya, serta cara mencegah dan menghadapi tindakan bullying.

Materi sosialisasi disampaikan melalui presentasi dan video edukasi tentang pencegahan bullying. Meskipun terjadi pemadaman listrik yang menyebabkan penayangan PPT dan video hanya dapat dilakukan melalui laptop, sosialisasi tetap berjalan lancar dan siswa-siswi mengikuti dengan antusias. Suasana alam yang asri dan sejuk menambah kenyamanan selama kegiatan berlangsung.

Salah satu anggota kelompok, Olin Az Zahra Aulia Christi (Teknik Geologi), menyampaikan bahwa pemahaman tentang bullying sangat penting ditanamkan sejak dini, terlepas dari di mana pun sekolah berada.

"Bullying bukan hanya masalah fisik, tapi juga bisa berupa ejekan, pengucilan, atau perlakuan tidak menyenangkan lainnya. Sekolah yang indah seperti ini akan semakin sempurna jika semua siswa merasa aman dan nyaman. Kami ingin anak-anak SD Negeri Gunung Gijul paham bahwa semua bentuk bullying itu salah dan bisa menyakiti teman. Mari kita jaga keindahan sekolah ini dengan hati yang bersih dan sikap yang baik," ujar Olin di hadapan para siswa.

Para siswa terlihat antusias mengikuti sosialisasi. Mereka aktif bertanya dan berbagi pengalaman terkait bullying yang pernah mereka lihat atau alami. Di akhir sesi, mahasiswa KKN mengajak seluruh siswa untuk berkomitmen bersama mencegah bullying di lingkungan sekolah, dengan latar belakang pemandangan gunung yang indah sebagai saksi.

B. Program Mengajar Interaktif: Belajar Seru, Pintar Bersama di Atas Gunung

Selain sosialisasi anti-bullying, Kelompok 06 juga menjalankan program "Belajar Seru, Pintar Bersama" yaitu program mengajar interaktif yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu selama periode KKN. Program ini dilatarbelakangi oleh kurangnya tenaga pengajar dan rendahnya pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan di kelas.

Mahasiswa KKN membantu kegiatan mengajar dengan menghadirkan metode pembelajaran yang lebih menarik dan tidak membosankan, seperti permainan edukatif dan diskusi interaktif. Pendekatan ini bertujuan agar siswa lebih aktif, tidak mudah bosan, dan lebih mudah memahami materi pelajaran. Pembelajaran sesekali dilakukan di luar kelas, memanfaatkan keindahan alam sekitar sebagai media belajar yang menyenangkan.

Kegiatan belajar di luar kelas menjadi momen yang paling dinantikan para siswa. Dengan latar belakang pemandangan perkebunan kopi yang hijau dan udara sejuk pegunungan, siswa belajar mengenal jenis-jenis tumbuhan, menghitung benda-benda di alam, atau sekadar membaca buku di bawah rindangnya pepohonan. Suasana ini menciptakan pengalaman belajar yang tak terlupakan.

Sahadi (Rekayasa Instrumentasi dan Automasi), salah satu anggota kelompok, menceritakan pengalamannya mengajar di sekolah berpemandangan indah ini.

"Mengajar di sini benar-benar pengalaman yang luar biasa. Bayangkan, saat menjelaskan materi pelajaran, latar belakangnya adalah gunung dan perkebunan kopi yang hijau. Anak-anak juga lebih bersemangat belajar, apalagi kalau kami ajak belajar di luar kelas. Mereka seperti belajar sambil bermain di alam," cerita Sahadi.

Kegiatan mengajar dilakukan secara bergantian oleh seluruh anggota Kelompok 06, yaitu:

  1. Muhammad Aqil Fakhri (Teknik Geomatika)

  2. Sahadi (Rekayasa Instrumentasi dan Automasi)

  3. Olin Az Zahra Aulia Christi (Teknik Geologi)

  4. Jien Viorella Sianturi (Rekayasa Kehutanan)

  5. Laura Helena Panjaitan (Teknik Sipil)

  6. Irsyad Novrita Dawolo (Teknik Biomedis)

  7. Mutia Rana Shakura (Sains Aktuaria)

  8. Dimas Ega Syahputra (Teknik Pertambangan)

Mata pelajaran yang diajarkan meliputi Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, dan Pendidikan Kewarganegaraan, disesuaikan dengan kebutuhan dan kurikulum yang berlaku.

C. Metode Pembelajaran Inovatif di Tengah Keindahan Alam

Beberapa metode pembelajaran inovatif yang diterapkan mahasiswa KKN antara lain:

Permainan Edukatif: Siswa diajak belajar sambil bermain, seperti kuis berkelompok, tebak kata, dan puzzle edukatif. Metode ini sangat efektif untuk meningkatkan partisipasi siswa.

Diskusi Interaktif: Siswa dibagi dalam kelompok kecil untuk berdiskusi tentang topik tertentu, kemudian mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Metode ini melatih keberanian berbicara dan kemampuan berpikir kritis.

Belajar di Luar Kelas (Outdoor Learning) : Ini menjadi metode favorit siswa. Pembelajaran dilakukan di halaman sekolah atau area sekitar dengan memanfaatkan keindahan alam sebagai media belajar. Misalnya, pelajaran IPA dengan mengamati langsung jenis-jenis tumbuhan di sekitar sekolah, atau pelajaran Matematika dengan menghitung benda-benda di alam.

Media Visual: Penggunaan gambar, video, dan alat peraga sederhana untuk memudahkan pemahaman siswa terhadap materi yang abstrak.

Jien Viorella Sianturi (Rekayasa Kehutanan) menambahkan bahwa latar alam yang indah sangat mendukung proses pembelajaran.

"Sebagai mahasiswa Kehutanan, saya sangat menikmati keindahan alam di sini. Saya ajak anak-anak belajar tentang tumbuhan langsung di kebun kopi dekat sekolah. Mereka sangat antusias dan lebih cepat paham karena melihat langsung objeknya. Ini bukti bahwa alam adalah guru terbaik," ujar Jien.

Bu Yuli sebagai Kepala Sekolah SD Negeri Gunung Gijul mengapresiasi metode pembelajaran yang diterapkan mahasiswa KKN.

"Kami sangat terbantu dengan kehadiran adik-adik KKN ITERA. Mereka membawa angin segar dalam proses pembelajaran di sekolah kami. Apalagi mereka sering mengajak anak-anak belajar di luar kelas, memanfaatkan keindahan alam sekitar. Anak-anak jadi lebih bersemangat dan tidak mudah bosan. Metode permainan edukatif yang mereka terapkan juga sangat efektif untuk menarik minat belajar anak-anak," ujarnya.

D. Dampak dan Harapan untuk Sekolah SDN Gunung Gijul

Dokumentasi: Foto bersama mahasiswa KKN dengan Guru SD Negeri Gunung Gijul setelah kegiatan mengajar (Foto: Dokumen Pribadi KKN ITERA 06)

Program sosialisasi anti-bullying dan mengajar interaktif yang dilaksanakan mahasiswa KKN Kelompok 06 memberikan dampak positif bagi warga sekolah SD Negeri Gunung Gijul. Beberapa dampak yang terlihat antara lain:

Meningkatnya pemahaman siswa tentang bahaya bullying dan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman

Meningkatnya antusiasme belajar siswa melalui metode pembelajaran yang menyenangkan, terutama belajar di luar kelas dengan latar alam yang indah

Terjalinnya hubungan yang lebih akrab antara siswa dan mahasiswa KKN

Meningkatnya kepercayaan diri siswa dalam mengemukakan pendapat dan bertanya

Semakin bertambahnya kecintaan siswa terhadap alam sekitar karena sering diajak belajar di luar kelas

Mutia Rana Shakura (Sains Aktuaria) berharap keindahan alam Gunung Gijul dapat terus memotivasi semangat belajar anak-anak.

"Teman-teman semua beruntung bisa sekolah di tempat seindah ini. Setiap hari melihat pemandangan gunung dan kebun kopi yang hijau. Jangan pernah bosan belajar ya, karena ilmu akan membawa kalian meraih mimpi setinggi gunung ini," pesan Mutia kepada para siswa.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN PPM 06, Nisa Roudatul Auli, S.Si., M.Biotech, menyampaikan apresiasinya terhadap program yang dijalankan mahasiswa bimbingannya.

"Saya sangat bangga melihat dedikasi mahasiswa Kelompok 06 dalam menjalankan program pendidikan di SD Negeri Gunung Gijul. Mereka tidak hanya mengajar, tapi juga peduli terhadap isu bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Ditambah lagi, mereka mampu memanfaatkan keindahan alam sekitar sebagai media pembelajaran yang efektif. Semoga ilmu dan pengalaman yang mereka bagikan dapat bermanfaat bagi siswa-siswi dan terus diamalkan," pungkasnya.

Kepala SD Negeri Gunung Gijul berharap program-program positif ini dapat terus berlanjut meskipun masa KKN telah berakhir.

"Terima kasih kepada mahasiswa KKN ITERA Kelompok 06 yang telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di sekolah kami. Kehadiran mereka membawa semangat baru, tidak hanya bagi siswa tapi juga bagi kami para guru. Kami belajar banyak tentang metode pembelajaran kreatif dan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas bullying. Semoga silaturahmi ini tetap terjaga dan ilmu yang telah diberikan dapat terus kami kembangkan," tutupnya.