Konten dari Pengguna

Sate Bandeng Makanan Khas Banten

Aditiya

Aditiya

Mahasiswa universitas pamulang

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aditiya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mendengar kata sate tentu pikiran kalian langsung terarah dengan daging ayam, kambing, atau sapi yang dipotong kecil-kecil lalu di tusk dan dibakar di atas arang. Tapi ssalah satu kuliner khas banten ini berbeda. Sebuah provinsi di paling barat pulau jawa ini memilik sate yang berbeda, yaitu Sate Bandeng.

Berbeda dengan dsate pada umumnya yang menggunakan daging ternak darat, sate bandeng menggunakan ikan bandeng sesuai dengan namanya. Walaupun menggunakan ikan tetapi sate bandeng ini tidak memiliki duri sama sekali.

sumber: foto pribadi/ilustrasi

Awal mula sate bandeng di perkenalkan pada masa kesultanan maulana hasanudin banten abad ke-16. Bermula dari koki yang ingin menghidangkan ikan bandeng kepada tamu. Namun berhubung ikan bandeng ini memiliki duri yanh banyak, riskan untuk para tamu tersedak durinya. Namun untung sang koki memiliki ide, dengan memukul ikan bertujuan untuk melunakkan tulangnya. Namun bukan duri yang lembut akan tetapi dagingnya yang lembut.

Akan teteapi dengan daging yang lembut justru mempermudah untuk memisahkan tulang dengan daging, lalu daging diberikan bumbu Istimewa dan dimasukkan kembalu kedalam kulit bandeng setelah itu dibakar di atas bara. Selain tidak takut tersedak durinya, sate bandeng menjadi lebih nikmat karena disatukan dengan bumbbu khas yang membuat nafsu makan bertambah.

Biasanya jika kalian bermain ke daerah banten khususnya di daerah serang kesana lagi, kalian bisa menemukan banyak warung makan atau restoran yang menghidangkan sate bandeng dan dibandrol dengan harga sekitar 35.000/sate.