Doa untuk Indonesia atas Luka Hutan dan Segala yang Menyakitkan
Tulisan dari Sahanash Safitri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Akhir-akhir ini berita tentang kebakaran hutan begitu menyayat hati. Tentang bagaimana nasib satwa-satwa indah yang ada di dalamnya, tumbuhan-tumbuhan Indonesia yang sangat beragam harus terbakar oleh kejamnya api dengan sekejap. Manusia-manusia yang terdampak juga kehilangan hak atas udara yang sehat.
Kini cantiknya biru langit sedang berduka, kabut abu seolah memeluk erat-erat terasa sangat sakit dan sesak. Langit pun kehilangan warna aslinya. Tuhan redakanlah, hanya pada-Mu kami berharap. Jika kejadian menyakitkan ini ternyata ada keserakahan manusia, maka keburukan selalu menemukan tempat pulangnya, apa yang dia tanam maka dia yang akan memetiknya juga.
Manusia memang bisa sejahat itu, empati mereka sudah ditelan dengan rasa kepuasan yang tak ada ujungnya. Apa pun akan mereka lakukan tanpa peduli siapa yang akan menderita, asal diri mereka sejahtera. Tapi percayalah sejahat apa pun pemerintah, rasa rakyat terhadap Indonesia selalu besar, tidak pernah berubah. Seperti doa yang baik selalu dilirihkan agar bangsa ini semakin membaik.
Suara rakyat memang tidak pernah didengar tapi mereka lupa, bahwa kita punya Maha Mendengar yang mempunyai dunia ini. Tidak takutkah mereka akan Tuhan? Apa mereka memang sudah merasa menjadi Tuhan? Semoga negara kita Tuhan lindungi, lelah rasanya menaruh kepercayaan pada manusia yang suatu saat akan berubah.
Api cepatlah reda, hujan tolong turun, kasihanilah mereka yang harus menghirup udara yang membuat mereka sakit. Satwa-satwa yang kehilangan rumah mereka pun kini harus berteduh di mana? Belum lagi mereka harus kehilangan keluarga-keluarganya, seperti induk ular yang melindungi telur-telurnya mengorbankan dirinya saja yang terbakar dan mungkin banyak satwa lain yang saling melindungi.
Wahai negaraku Indonesia, teruslah berkibar dengan lantang. Kami masih dan selalu mencintaimu dengan perasaan yang penuh, tempat lahir kami, tempat berbahagia dan bersedih kami, untuk saat ini kami meminta maaf atas kekacauan yang terjadi. Di sini kami juga sedang berjuang, maka bertahanlah. Sekali lagi, kami sangat mencintai Indonesia.

