Kopdar, Motor Tua yang Tak Pernah Meninggalkan Langkahku

Mahasiswa Aktif Teknik Elektro Universitas Pamulang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari SAHRUDIN tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di zaman ketika motor-motor baru bermunculan dengan teknologi canggih dan desain yang modern, aku masih setia bersama satu motor yang usianya sudah tidak muda lagi. Aku memanggilnya "Kopdar." Bagi sebagian orang, mungkin ia hanya kendaraan tua. Namun bagiku, Kopdar adalah teman seperjuangan yang telah menemani setiap langkah hidupku.
Kopdar adalah motor pertamaku. Sejak pertama kali dimiliki, ia selalu ada dalam setiap perjalanan, baik saat senang maupun susah. Motor inilah yang mengantarkanku berangkat sekolah setiap hari, menemani pulang larut, hingga kini tetap setia membawaku bekerja. Banyak kenangan yang tercipta di atas joknya, mulai dari perjalanan sederhana hingga momen-momen penting yang tak akan pernah terlupakan.
Meski usianya sudah tua, jangan pernah meremehkan performanya. Soal mesin, Kopdar masih sangat bisa diandalkan. Tarikannya tetap bertenaga, mesinnya tetap gacor, dan tak jarang membuat orang terkejut karena performanya masih sanggup bersaing dengan motor yang jauh lebih muda.
Di tengah gempuran motor-motor modern yang menawarkan berbagai fitur canggih, aku tidak pernah merasa malu mengendarai Kopdar. Justru ada kebanggaan tersendiri karena ia memiliki karakter yang tidak dimiliki motor lain. Anti-mainstream, sederhana, tetapi penuh cerita.
Hal lain yang membuatku semakin betah adalah perawatannya yang tidak merepotkan. Selama rutin mengganti oli dan mengisi bensin, Kopdar tetap siap diajak beraktivitas setiap hari. Ia tidak banyak menuntut, tetapi selalu memberikan yang terbaik setiap kali kunci kontak diputar.
Banyak orang bercita-cita mengganti kendaraan lama dengan yang baru. Aku pun mungkin suatu saat akan memiliki motor yang lebih modern. Namun satu hal yang pasti, Kopdar akan selalu memiliki tempat istimewa dalam perjalanan hidupku. Sebab, ia bukan sekadar kendaraan, melainkan saksi bisu perjuanganku dari masa sekolah hingga akhirnya bisa bekerja.
Ada pepatah yang mengatakan bahwa teman sejati adalah mereka yang tetap menemani saat kita belum memiliki apa-apa. Bagiku, Kopdar adalah wujud nyata dari kalimat itu. Ia telah menemaniku sejak titik nol, melewati berbagai rintangan tanpa pernah mengeluh.
Karena pada akhirnya, nilai sebuah kendaraan bukan hanya dilihat dari tahun pembuatannya atau kecanggihan teknologinya. Nilainya terletak pada setiap cerita, perjuangan, dan kenangan yang dibawanya. Dan untuk semua itu, Kopdar akan selalu menjadi motor yang tak tergantikan.
