Curahan Hati Kitman PSIM di Masa Pandemi

Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Tulisan dari Said Zaidaan Firstiansyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Profesi menjadi kitman dalam sebuah klub sepakbola memang kurang disorot oleh media karena jasa mereka yang cenderung dibalik layar. Menjadi kitman sendiri memiliki tugas yang bisa dibilang cukup penting dalam sebuah klub sepakbola, dimulai dari menyiapkan segalanya sebelum pemain berjibaku di lapangan.
Mulai dari sepatu, kaos kaki, bola, jersey pemain bahkan sampai urusan celana dalam pemain. Oleh karena itu, berprofesi menjadi kitman dalam sebuah klub sepakbola memang kerap kali luput dari sorotan, padahal perannya bisa dibilang cukup penting bagi sebuah klub sepakbola.
Salah satu orang yang berprofesi sebagai kitman adalah Mateus Kristanto. Awal mula pria yang kerap disapa Katrok ini menjadi kitman dari klub PSIM bermula dari ia membantu tim ketika masih berstatus siswa di sekolah menengah pertama. Pada saat itu Katrok hanya bermain di Stadion Mandala di sore hari atau diluar jam sekolah.
Katrok menambahkan bahwa ia semakin bersemangat untuk membantu klub karena adanya ajakan dari pemain PSIM pada saat itu yaitu Jaime Sandoval, Karenanya ia bisa membantu klub PSIM sampai sekarang. Katrok sendiri juga menambahkan ia resmi menjadi kitman setelah tamat atau lulus dari bangku sekolah karena dahulu masih terbentur dengan jadwal sekolah.
Menjadi seorang kitman, tidak selamanya berjalan mulus. Ketika klub mengalami kekalahan dalam sebuah pertandingan, seorang kitman pasti akan ikut sedih. Katrok menambahkan jika klubnya mengalami kekalahan, hati kecilnya menangis. Terangnya saat ditemui di Gelanggang Olahraga (GOR) Ngampilan, Yogyakarta pada Rabu (29/10/2020)
Untungnya, di masa pandemi yang belum surut dan status kompetisi yang belum ada kejelasan, Katrok tetap memiliki pekerjaan. Ia memiliki kerja sampingan sebagai tenaga teknis di Kantor Kesatuan Bangsa Pemerintah Kota Yogyakarta.
“Selain menjadi kitman di PSIM, saya juga bekerja sebagai teknis di Kantor Kesbang Pemkot, bukan sebagai PNS lho yaa, hanya sebagai tenaga bantuan. Kalau prioritas ya tetap di PSIM,” ujar Katrok.
“Kalau pandemi seperti ini ya otomatis kan semua berhenti dan tidak ada aktivitas yang menimbulkan keramaian, dan juga kita tetap harus mematuhi anjuran pemerintah dahulu. Meskipun sepakbola sudah menjadi hiburan masyarakat, hasrat kita untuk berkontribusi di dunia sepakbola harus ditahan dahulu, ” imbuh Katrok.
Katrok juga menambahkan harapan untuk kompetisi yang tak kunjung ada kejelasan.
"untuk kedepannya semoga kompetisi bisa segera digulirkan kembali sehingga roda perekonomian para pemain, pelatih, dan juga official team bisa kembali normal," tutup Katrok.
