Merajut Asa Mengharap Sejahtera dari KM. Nelayan

OB jalan batu, tulisan merupakan pendapat pribadi tidak mewakili tempat bekerja
Tulisan dari saiful umam tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suasana Bongkar Hasil Tangkapan pada KM. Nelayan 2016-474 di Provinsi Gorontalo (dokumentasi pribadi)
Sukses bukanlah kebetulan, ia terbentuk dari kerja keras, ketekunan, pembelajaran, pengorbanan
Kata-kata mutiara tersebut merupakan representasi dari nelayan penerima kapal bantuan KM. Nelayan di Provinsi Gorontalo, usaha dan kerja keras serta perjuangan untuk menjadi nelayan mandiri dan bercita-cita menjadi lebih baik, lahir ditengah-tengah optimisme bahwa nelayan dapat hidup sejahtera akhirnya berbuah manis, imbalan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka tuai. Provinsi Gorontalo secara geografis memiliki potensi kelautan maupun perikanan cukup besar, potensi itu salah satunya terletak di perairan Teluk Tomini, keindahan Teluk Tomini tidak hanya menjadi magnet bagi wisatawan dari lokal maupun mancanegara, kondisi alam laut yang menyuguhkan keindahan alam yang eksotis dengan pemandangan hijau laut disertai dengan hamparan terumbu karang yang indah membuat wisatawan tak berkedip untuk menikmatinya. Hamparan pesona keindahan laut tersebut menyimpan asset yaitu potensi sumber daya ikan dengan nilai ekonomis penting berupa ikan tuna sirip kuning (yellowfin tuna), karena kesuburan dan alam yang sangat cocok sebagai daerah asuhan (nursery ground) dan daerah makan (feeding ground) bagi ikan tuna serta sebagai salah satu kawasan migrasi ikan tuna.
Anugerah dan kekayaan sumber daya ikan yang begitu besar tersebut tidak disia-siakan oleh penduduk setempat yang mayoritas menggantungkan dan berprofesi sebagai nelayan. Berbekal dengan memanfaatkan kapal bantuan KM. Nelayan, saat ini, mengakses dan memanfaatkan potensi tersebut bukan menjadi keniscayaan dan mimpi lagi, hal tersebut digambarkan dari beberapa kisah penerima KM. Nelayan yang ada di Provinsi Gorntalo berikut.
Sosok Ketua Koperasi Sarlis Mantu merupakan figur nelayan pekerja keras, hal tersebut terbukti Koperasi Nelayan Samudera Jaya di Kota Gorontalo yang didirikannya pada tahun 2014 dibentuk atas dorongan untuk membantu kesejahteraan sesama nelayan sebagai anggota Koperasi akhirnya terwujud. Berbekal dengan pengalaman sebagai nelayan yang sudah dijalani selama puluhan tahun, Koperasi yang didirikannya sekarang beranggotakan kurang lebih 300 nelayan tersebut kini telah memiliki dan mengelola asset kurang lebih Rp.20 miliar. Bantuan kapal telah mengubah segalanya, sebelum mendapatkan bantuan kapal hanya menggunakan kapal kayu untuk menangkap ikan di sekitar pantai Gorontalo, sekarang sudah bisa menangkap ikan lebih jauh di Perairan Maluku, sulawesi Tengah maupun Maluku Utara dan tidak terpengaruh musim, ungkap Pria asli Gorontalo yang hanya mengenyam pendidikan sampai kelas 4 SD. Semua kapal bantuan yang ia terima telah dimanfaatkan dan menghasilkan, "disini kita bersyukur atas bantuan kapal, karena kami semua nelayan, sehingga tidak ada masalah untuk mengoperasikan kapal” tambahnya.
Bahkan pada pertengahan Bulan Agustus lalu, KM. Nelayan 2016-9 dengan bobot 32 GT yang telah dilakukan modifikasi disesuaikan dengan kearifan lokal dan kebiasaan mereka dengan ABK sebanyak 25 orang baru membongkar hasil tangkapannya selama 4 hari melaut sebanyak 13 Ton dengan penghasilan bersih 200 juta. Bahkan selama Tahun 2017 saja, 3 unit KM. Nelayan yang diterimanya telah menghasilkan pendapatan bersih kurang lebih sebesar Rp.1,3 miliar.

suasana pengangkutan ikan hasil tangkapan dari KM. Nelayan (dokumentasi pribadi)
Kapal bantuan masih di butuhkan
Di Koperasi Fina Tuna Bahari penerima kapal bantuan KM. Nelayan 3 GT sebanyak 7 unit Tahun 2016 dan kapal 10 GT sebanyak 2 unit tahun 2017 telah diterima dan dimodifikasi menyesuaikan kebutuhan nelayan dengan biaya sendiri, keseluruhan kapal sudah dioperasikan bahkan telah mencatat total pengasilan selama tahun 2017 mencapai Rp.523 Juta yang dicatat melalui laporan produksi mereka. Diakui perubahan cukup signifikan setelah menerima kapal bantuan jika dibandingkan dengan kondisi sebelumnya dimana penghasilan tidak menentu, bahkan jika cuaca baik bisa melaut namun apabila cuaca buruk harus dirumah dan tidak memiliki penghasilan lagi, mengandalkan penghasilan dari melaut hanya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka, memiliki tabungan hanya sebatas impian.
Salhudin Rais selaku Ketua Koperasi Fina Tuna Bahari mengatakan bahwa anggota koperasi saat ini sebanyak 103 orang, antusias untuk memanfaatkan kapal besar sekali bahkan pengurus Koperasi kesulitan harus mengatur jadwal melaut karena kapal yang dimiliki sangat terbatas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut saat ini Koperasi mengusulkan bantuan permodalan untuk nelayan kepada lembaga permodalan yaitu Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) sebesar Rp.700 juta dengan bunga yang cukup rendah yaitu 3%. Melalui program bantuan kapal tersebut dan permodalan dari KKP akan digunakan untuk pembelian mesin dan kapal untuk anggota yang belum mendapat bagian tersebut.
Sama halnya dengan Buyung, pengelola KM Nelayan 2016-472 yang sebelumnya menjadi nelayan dengan perahu ketinting (sebutan lokal untuk kapal motor kecil) sekarang penghasilan sudah mencapai kurang lebih Rp.6 juta/bulan, sudah berani menyekolahkan anak sampai jenjang perguruan tinggi. Keberhasilan serupa juga dialami oleh Rahim Ahaya sebagai pengelola kapal dimana seminggu pernah mendapatkan 13 ekor ikan tuna jika dalam kondisi alam yang kurang bagus minimal 9 ekor bisa di bawa pulang. "Ikan sudah banyak dan dipinggir sehingga nelayan mudah mencari ikan" ujar Ismail Sabudi, selaku Ketua koperasi Jaya Bersama yang berada di desa Iluta, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo yang telah berdiri sejak Tahun 2014 dan menerima serta mengelola KM. Nelayan sebanyak 4 unit, sehingga tidak mengherankan catatan produksi Koperasi selama 1 tahun cukup fantastis kurang lebih senilai Rp.1 miliar. Beranggotakan nelayan sebanyak 98 orang dengan jumlah kapal yang diterima tersebut pihak Koperasi kesulitan untuk mengatur waktu melaut karena antusiasme menggunakan kapal cukup tinggi dan keinginan menikmati peningkatan pendapatan seperti anggota yang lain.
KM. Nelayan telah menggerakan layar perekonomian bagi nelayan yang menggantungkan kehidupannya dari laut, memiliki kapal bukanlah mimpi lagi, harapan mandiri dan sejahtera sudah didepan mata. Bergairahnya kesejahteraan nelayan secara otomatis akan menumbuhkan denyut nadi perekonomian nelayan itu sendiri, keberadaan kapal tersebut bentuk keberpihakan Pemerintah sehingga nelayan tidak seolah berjuang sendiri untuk menghadapi masalah kemiskinan yang dialami selama ini. Kesuksesan koperasi nelayan untuk memanfaatan kapal bantuan tersebut bukanlah seperti dalam kisah Roro Jongrang ketika Pangeran Bandung Bondowoso yang sakti mandraguna berhasil membuat 1.000 candi dalam semalam, kesuksesan membutuhkan kerja keras, kesabaran, jatuh bangun dan pengorbanan dan tidak diraih secara instan.
