Menyapa Perbedaan Pendidikan Sekolah dengan Pesantren

Saira Hidayanti
Mahasiswi universitas islam negri jakarta
Konten dari Pengguna
4 Desember 2023 11:15 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Saira Hidayanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Dalam meresapi dunia pendidikan, kita sering terperangkap dalam perbandingan antara sekolah konvensional dan pesantren, dua institusi yang mengemban misi pendidikan namun dengan pendekatan dan karakteristik yang berbeda. Sekolah, sebagai pilar utama pembentukan ilmu pengetahuan, menyajikan kurikulum yang mencakup berbagai bidang studi dan cenderung bersifat lebih umum. Di sisi lain, pesantren, dengan keakraban suasana keislaman dan pencerahan spiritual, menawarkan lebih dari sekadar pembelajaran akademis.
ADVERTISEMENT
Dalam artikel ini, kita akan merunut perbedaan mendasar di antara keduanya, membuka jendela untuk memahami kekayaan nilai dan pendekatan yang dapat memengaruhi pemahaman kita terhadap pendidikan. Mari kita jelajahi dan temukan esensi dari perbedaan antara sekolah dan pesantren. Keduanya tentu memiliki keunikannya masing-masing, jadi mari kita lihat apa yang bisa kita simpulkan dari perbandingan ini.
1. Pendekatan Pendidikan yang Berbeda
Ilustrasi belajar. Foto: Pexels/Monstera Production
Di sekolah, kita sering dijejali dengan berbagai mata pelajaran yang mencakup ilmu pengetahuan, matematika, bahasa, dan lain sebagainya. Pendekatan pembelajaran cenderung terstruktur, dan kita diharapkan untuk menguasai beragam topik. Namun, di pesantren, fokusnya lebih pada pengajaran agama dan nilai-nilai spiritual. Disini, kita tidak hanya belajar teori, tetapi juga mencari kedekatan dengan nilai-nilai kehidupan yang lebih mendalam.
ADVERTISEMENT
Pendekatan berbeda ini memberikan keuntungan unik di kedua sisi. Sekolah mempersiapkan kita dengan pengetahuan yang luas, sementara pesantren mendalami dimensi spiritual dan moral.
2. Lingkungan Pendidikan yang Berlainan
Ilustrasi santri belajar di pondok. Foto: Pexels/PPM Al-Hassan Putra
Sekolah cenderung berada di tengah-tengah perkotaan, dengan berbagai macam pengaruh budaya dan teknologi. Di sisi lain, pesantren sering terletak di lingkungan yang lebih terpencil, memberikan suasana yang tenang dan mendalam. Hal ini dapat memengaruhi cara kita berinteraksi dengan dunia di sekitar kita dan membentuk nilai-nilai hidup.
Lingkungan pendidikan memainkan peran penting dalam membentuk karakter. Di sekolah, kita mungkin lebih terpapar pada keragaman, sementara di pesantren, kita dapat lebih fokus pada pengembangan batin.
3. Peran Guru dan Pembimbing yang Berbeda
Ilustrasi anak sekolah. Foto: Pexels/Rebecca Zaal
Di sekolah, guru lebih sering berperan sebagai pemberi ilmu pengetahuan. Mereka mengajarkan berbagai mata pelajaran dan memberikan penilaian. Di pesantren, selain sebagai pengajar, kyai atau ustadz juga berfungsi sebagai pembimbing rohaniah. Mereka tidak hanya mengajar agama, tetapi juga memberikan panduan moral dan etika.
ADVERTISEMENT
Peran guru yang berbeda ini menciptakan keseimbangan antara aspek akademis dan spiritual dalam proses pembelajaran, memberikan perspektif holistik.
Berdasarkan perbandingan di atas, tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan di sekolah dan pesantren memiliki keunikan masing-masing. Meskipun berbeda, keduanya memiliki nilai-nilai yang berharga untuk ditawarkan. Akhirnya, pemilihan antara sekolah dan pesantren dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan nilai-nilai yang ingin kita tekuni dalam perjalanan pendidikan kita.