Konten dari Pengguna

Mahasiswa UNY Bawa Edukasi Pubestas ke Remaja, Disambut Antusias Peserta

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Salma Khumaira Hidayat tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto bersama mahasiswi dan peserta "Perjalanan Hebat Menuju Remaja"
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama mahasiswi dan peserta "Perjalanan Hebat Menuju Remaja"

Yogyakarta, 8 November 2025 - Mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Angkatan 2024, Tim 2 sukses melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai edukasi pubertas pada remaja. Sosialisasi ini diikuti oleh remaja perempuan berumur sekitar 12 tahun atau kelas 6 SD. Kegiatan yang bertajuk "Perjalanan Hebat Menuju Remaja" ini bertujuan memberikan pemahaman yang tepat tentang perubahan fisik dan psikologis selama masa pubertas sekaligus membekali remaja dengan informasi yang sehat dan positif.

Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu lokasi di Desa Ngemplak, Karangjati, RT 10, RW 38 Sinduadi, Mlati, Sleman di kawasan Yogyakarta dengan peserta utama remaja usia awal hingga pertengahan remaja. Tim mahasiswi UNY menyampaikan materi penting seperti tanda-tanda pubertas, perubahan hormonal, kebersihan diri, serta bagaimana menghadapi tantangan emosional dan sosial saat masa peralihan menjadi remaja.

Ketua Tim 2, Maccaya Adinda menjelaskan bahwa edukasi pubertas sangat penting agar remaja dapat menjalani masa tumbuh kembangnya dengan percaya diri dan mengurangi rasa cemas akibat kurangnya informasi. "Melalui sosialisasi ini, kami berharap remaja lebih mengenal tubuh dan perasaan mereka sendiri sehingga bisa menjalani masa pubertas dengan lebih baik dan sehat," ungkapnya.

Selain itu, edukasi yang disampaikan meliputi pubertas, basic hygiene, menstruasi, harassment awareness. Mahasiswi juga membuat buku pop up yang berisikan materi yang disampaikan sebagai hadiah untuk salah satu peserta yang mendapatkan skor tertinggi pada sesi kuis menggunakan website quiziz.

Pemberian Hadiah Buku Pop Up kepada Pemenang Kuis

Acara yang dikemas dengan metode interaktif dan diskusi ini mendapat respon positif dari peserta. Beberapa remaja mengaku terbantu dengan pemahaman baru yang mereka dapatkan serta merasa lebih siap menghadapi perubahan fisik dan psikologis di masa depan.

“Seru banget, bisa mendapatkan pelajaran yang banyak sampai bisa bermain game yang seru dan mendapatkan hadiah.” Ujar salah satu peserta.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat oleh mahasiswi UNY yang berfokus pada peningkatan wawasan dan keterampilan remaja dalam menghadapi masa pubertas. Sosialisasi ini juga merupakan implementasi dari SDGs 4 Pendidikan Berkualitas dan SDGs 5 Kesetaraan Gender dalam upaya mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Melalui Pendidikan yang berkualitas, sosialisasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran remaja mengenai pubertas dan kekerasan seksual, terutama jika mengingat semakin meningkatnya kasus pedophilia dan child grooming yang diperparah lagi dengan kenyatan bahwa ada anak-anak yang terlambat atau bahkan sama sekali tidak menyadari bahwa mereka telah menjadi salah satu korbannya.

Selain itu, penguatan pendidikan seksual dan kesadaran kekerasan terhadapnya untuk remaja mendukung Kesetaraan Gender. Setelah melakukan sosialisasi, diharapkan anak-anak perempuan dapat menyadari bahwa tubuh perempuan dan laki-laki sama berharganya, lalu untuk bisa lebih cara menghormati, mencintai, dan merawat tubuh mereka yang mulai berubah, serta afirmasi bahwa tidak apa-apa untuk berkata “tidak” pada seseorang yang tidak menghormati tubuh mereka.

Dengan tema "Perjalanan Hebat Menuju Remaja," kegiatan ini mengajak semua remaja untuk turut aktif dalam mendukung perkembangan mereka yang sehat dan cerdas. TIM 2 berharap kegiatan ini dapat direplikasi di masyarakat lain di seluruh Indonesia, untuk mengurangi risiko masalah kesehatan reproduksi dan psikologis di masa depan. TIM 2 membuktikan bahwa pendidikan bisa menyenangkan dan berdampak. Acara ini tidak hanya mendidik, tapi juga membangun komunitas yang peduli terhadap perkembangan anak perempuan.