Puisi Tentang Perjuangan Perempuan: "Aku yang Berlari"

Nama saya Salma Dwi Oktaviani, profesi saya sebagai mahasiswa di Universitas Pamulang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Salma Oktaviani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi adalah wadah bebas dalam merangkai kata demi mengemukakan perasaan, gagasan, dan semacamnya. Puisi disusun dari kata-kata dengan bahasa yang indah dan bermakna yang dituliskan dalam bentuk bait. Sehingga, puisi adalah menyampaikan sesuatu dengan kata-kata yang estetis.
Pada tulisan ini, puisi yang akan dikemukakan adalah yang menceritakan tentang hubungan dua insan. Hubungan itu tidak berjalan dengan baik sehingga menimbulkan rasa lelah. Sebagaimana seseorang yang berlari, namun sendirian.
Bait Puisi "Aku yang Berlari"
Mengejarmu membuatku terpontang panting...
Tersarak kaki ini menyeret
Terisak hati ini hingga tersayat
Tangan yang terus mengulur hingga menembus raga
Akuuu harapann!?
Renjana yang terus menggebu-gebu
Hitam pekat yang terus menghantui
Ekspektasi yang setara dengan luasnya jagat...
Untaian demi untaian kususun
Namun sama sekali tak tersambut
Aku lelahh ....
Entahlah mungkin takdir hanya sekedar hadir
Makna
Puisi ini menceritakan tentang sebuah perjalanan cinta yang sudah berakhir bertahun-tahun lamanya. Hubungan yang telah dijalani ternyata tidak begitu mulus. Sehingga menghasilkan perpisahan.
Terlihat dari bait puisi bahwa salah satu dari mereka berdua masih berjuang dan selalu mengharapkan hubungan yang sama dengan sebuah cinta di dalamnya. Namun semua sudah selesai, perjuangan yang selama ini dilakukan untuk mempertahankan hanyalah sia sia semata. Sekarang, keduanya berjalan dengan lelah sebagaimana seseorang yang berlari tanpa tujuan.
