Konten dari Pengguna

Puisi Tentang Perjuangan Perempuan: "Aku yang Berlari"

Salma Oktaviani

Salma Oktaviani

Nama saya Salma Dwi Oktaviani, profesi saya sebagai mahasiswa di Universitas Pamulang

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Salma Oktaviani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi berlari sampai lelah. Sumber: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi berlari sampai lelah. Sumber: pixabay.com

Puisi adalah wadah bebas dalam merangkai kata demi mengemukakan perasaan, gagasan, dan semacamnya. Puisi disusun dari kata-kata dengan bahasa yang indah dan bermakna yang dituliskan dalam bentuk bait. Sehingga, puisi adalah menyampaikan sesuatu dengan kata-kata yang estetis.

Pada tulisan ini, puisi yang akan dikemukakan adalah yang menceritakan tentang hubungan dua insan. Hubungan itu tidak berjalan dengan baik sehingga menimbulkan rasa lelah. Sebagaimana seseorang yang berlari, namun sendirian.

Ilustrasi perempuan yang sedih karena perjuangannya sia-sia. Sumber: freepik.com

Bait Puisi "Aku yang Berlari"

Mengejarmu membuatku terpontang panting...

Tersarak kaki ini menyeret

Terisak hati ini hingga tersayat

Tangan yang terus mengulur hingga menembus raga

Akuuu harapann!?

Renjana yang terus menggebu-gebu

Hitam pekat yang terus menghantui

Ekspektasi yang setara dengan luasnya jagat...

Untaian demi untaian kususun

Namun sama sekali tak tersambut

Aku lelahh ....

Entahlah mungkin takdir hanya sekedar hadir

Makna

Puisi ini menceritakan tentang sebuah perjalanan cinta yang sudah berakhir bertahun-tahun lamanya. Hubungan yang telah dijalani ternyata tidak begitu mulus. Sehingga menghasilkan perpisahan.

Terlihat dari bait puisi bahwa salah satu dari mereka berdua masih berjuang dan selalu mengharapkan hubungan yang sama dengan sebuah cinta di dalamnya. Namun semua sudah selesai, perjuangan yang selama ini dilakukan untuk mempertahankan hanyalah sia sia semata. Sekarang, keduanya berjalan dengan lelah sebagaimana seseorang yang berlari tanpa tujuan.