Surat Ahok untuk Vero: Dipenjara Aku Jadi Lebih Mengenalimu

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ahok dan Veronica saat pelantikan Gubernur DKI (Foto: Instagram/@basukibtp)
zoom-in-whitePerbesar
Ahok dan Veronica saat pelantikan Gubernur DKI (Foto: Instagram/@basukibtp)

Hari pernikahan ke-20 Basuki T Purnama (Ahok) dan Veronica pada 6 September kemarin dirayakan dengan berbeda. Tak ada pesta, kue ulang tahun ataupun perayaan besar.

Hanya ada sepucuk surat yang ditulis Ahok untuk sang istri dari balik jeruji besi Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Surat itu bukan hanya lembaran kertas bertuliskan kata-kata, tapi juga berisi ungkapan rasa cinta dan sayang Ahok kepada sang istri.

Surat itu diawali dengan sapaan Ahok kepada Veronica dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membuat dia dipenjara.

Ahok bersyukur karena dengan kondisi dia saat ini justru memberikan waktu lebih untuknya memperhatian Vero dan anak-anak meski hanya lewat komunikasi surat. Ahok teringat bagaimana sibuknya dia kala menjabat sebagai gubernur DKI hingga sering tak punya waktu dengan keluarga.

"Tak terbayang jika aku tak ditahan, aku akan terus bekerja seperti dulu sampai Oktober sampai masa jabatan, itu artinya saya bangun jam 04.30 (kamu memberiku gelar robot) karena semua waktu dihitung tepat agar aku bisa tiba di Balai Kota pukul 07.30 karena sudah banyak warga menunggu, dan kerja nonstop sampai pulang ke rumah sudah pukul 21, Sabtu-Minggu selain ke kawinan juga selesaikan disposisi surat, dan kadang sampai tengah malam di malam Senin, agar hari Senin tak ada surat yang tertinggal, kamu memberiku gelar robot sudah benar," tulis Ahok dalam suratnya.

Hadiah terbesar di ulang tahun ke-20 pernikahan ini bagi Ahok adalah dia menyadari betapa beruntungnya karena memiliki istri yang kuat, setia dan selalu mendukung dia meski dalam keadaan yang sulit.

Berikut isi lengkap surat Ahok untuk Veronica:

06 – 09 – 2017

"Untuk Vero istriku,

Sekarang aku harus berterima kasih akan keadaan saat ini kepada semua pihak yang menyebabkan aku menjadi narapidana dan ditahan langsung tanpa ada proses lebih lanjut.

Tak terbayang jika aku tak ditahan, aku akan terus bekerja seperti dulu sampai Oktober sampai masa jabatan, itu artinya saya bangun jam 04.30 (kamu memberiku gelar robot) karena semua waktu dihitung tepat agar aku bisa tiba di Balai Kota pukul 07.30 karena sudah banyak warga menunggu, dan kerja nonstop sampai pulang ke rumah sudah pukul 21, Sabtu-Minggu selain ke kawinan juga selesaikan disposisi surat, dan kadang sampai tengah malam di malam Senin, agar hari Senin tak ada surat yang tertinggal, kamu memberiku gelar padaku robot sudah benar.

Sekarang di hari pernikahan kita ke-20 saya bersyukur bisa ada waktu mengenalmu dan memperhatikan kamu. Dulu aku benar-benar "take it for granted" sampai-sampai anak juga yang kamu ajak jalan dan bicara.

Hadiah terbesar di ulang tahun pernikahan ke-20 adalah aku di dalam tahanan menyadari betapa beruntungnya pernikahan kita masih utuh dan engkau memaafkan semua kegilaanku bekerja melayani masyarakat dan sekalipun masuk dalam tahanan dan tidak dipilih tapi aku mendapatkan istri yang mengasihi aku dan anak-anakku kembali. Kalau ada yang salah dalam hubungan suami istri, umumnya yang salah pastinya yang suaminya.

Aku bersyukur di dalam tahanan menjadi banyak waktu untuk merenung betapa istriku bukan lagi seperti dulu, sekarang sudah dewasa mampu berprestasi dan menjadi perempuan yang penolong bagi saya. Sungguh benar dikatakan dalam Amsal Salamo, istri yang berakal budi adalah anugerah Tuhan dan kamu adalah anugerah Tuhan untukku, dan benar juga yang dikatakan “love prospers when a fault is forgiven” sekarang saya merasa cintaku lebih besar daripada 20 tahun yang lalu. Tuhan, terima kasih atas semua yang telah terjadi.

Ahok

Mako Brimob.

Surat Ahok untuk Veronica (Foto: Dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Surat Ahok untuk Veronica (Foto: Dok. Istimewa)