3 Prajurit TNI Gugur dalam Misi Karhutla, KSAD: Penanganan Tetap Berjalan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita saat menjadi Inspektur upacara di pemakaman Kapten Cpn Anumerta Nurhafiz Akbar di TMP Giri Tunggal Semarang. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita saat menjadi Inspektur upacara di pemakaman Kapten Cpn Anumerta Nurhafiz Akbar di TMP Giri Tunggal Semarang. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita memastikan penanganan karhutla masih tetap berjalan di tengah gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi tersebut.

"Untuk penanganan kebakaran hutan, kegiatan tetap berjalan," ujar Tandyo di sela pemakaman Kapten Cpn Anumerta Nurhafiz Akbar di TMP Giri Tunggal, Semarang, Kamis (5/11).

Tandyo mengatakan, selama misi pemadaman karhutla di Kalimantan, TNI AD telah mengerahkan 18.989 prajurit.

"Ini merupakan jumlah yang sangat besar. Saya bisa menyampaikan bahwa pemerintah menangani persoalan kebakaran hutan di sana dengan sangat serius," jelas dia.

Tandyo juga turut berduka cita atas gugurnya ketiga prajuritnya. Ia berharap jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo yang diduga masih terjebak di dalam helikopter segera bisa dievakuasi.

"Saat ini, jenazah Sersan Satu Heri mungkin masih berada di dalam pesawat. Saya mohon doanya agar bisa segera dievakuasi," ungkap Tandyo.

Terkait penyebab jatuhnya helikopter, ia mengaku masih menunggu kotak hitam atau black box yang hingga kini masih belum dievakuasi.

"Dan kotak hitam yang ada di pesawat tersebut bisa memberikan jawaban mengenai kendala yang terjadi saat kecelakaan helikopter MI-17. Sekaligus menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk latihan-latihan ke depan," kata Tandyo.

Sebelumnya, helikopter dengan nomor registrasi HA-5235 itu jatuh saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.18 WIB ketika helikopter sedang mengambil air laut untuk keperluan water bombing, yakni metode pemadaman api dari udara dengan menjatuhkan air ke titik kebakaran.

Terdapat delapan personel dalam helikopter yang lepas landas dari Kuala Pembuang itu.

Tiga orang prajurit dinyatakan meninggal dunia, yakni Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah, Kapten Cpn Anumerta Nurhafiz Akbar, dan Sertu Anumerta Heri Prasetyo. Sementara itu, lima prajurit lainnya selamat dan masih dalam perawatan di rumah sakit.