Cerita Ibu Selamatkan Anak-anaknya saat Api Membakar Kampung Adat Sade Lombok

Warga yang menjadi korban kebakaran Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, pada Sabtu (22/8) malam hingga kini masih mengungsi.
Sebagian besar korban untuk sementara tinggal di rumah kerabat yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.
Salah seorang korban, Inaq Aris (52), mengatakan warga terdampak telah menerima sejumlah bantuan sejak kebakaran terjadi. Bantuan tersebut berupa makanan, selimut, dan pakaian untuk memenuhi kebutuhan selama berada di tempat pengungsian.
“Kami sudah terima bantuan itu,” kata Inaq Aris saat ditemui kumparan di lokasi, Senin (24/8).
Inaq Aris lalu bercerita detik-detik dirinya menyelamatkan anak-anak saat api mulai membesar.
Ketika kebakaran terjadi, ia sedang mencuci piring di rumah. Setelah melihat kobaran api semakin membesar, ia langsung berlari menuju kamar anak-anaknya yang masih kecil untuk memastikan mereka segera keluar dari rumah.
“Saya bilang ke anak-anak, ayo keluar, kebakaran. Rumah kakekmu kebakaran. Saya bilang begitu ke anak-anak saya,” ujarnya.
Setelah berhasil membawa anak-anak keluar, Inaq Aris kembali ke rumah dengan maksud menyelamatkan barang-barang berharga. Namun, saat kembali, api sudah merambat ke rumahnya.
“Pas saya balik, rumah saya juga habis terbakar. Nggak sampai lima menit, tiga rumah sudah habis, termasuk rumah saya,” katanya.
Kebakaran tersebut membuat Inaq Aris kehilangan hampir seluruh harta benda. Tidak hanya barang berharga, sejumlah dokumen penting milik keluarga juga ikut terbakar.
“Saya tidak bisa selamatkan apa pun. Hanya anak-anak saya dan pakaian yang saya pakai saat itu. Ijazah anak dan uang yang saya simpan juga habis terbakar,” tuturnya.
Kini, Inaq Aris bersama warga terdampak lainnya masih bertahan di tempat pengungsian sambil menunggu kondisi kawasan dinyatakan aman serta adanya kepastian mengenai penanganan dan pemulihan pascakebakaran.
Bagi Inaq Aris dan warga, kehilangan rumah bukan satu-satunya persoalan. Mereka juga harus memulai kembali kehidupan setelah sebagian besar barang kebutuhan sehari-hari, dokumen penting, dan harta benda ikut musnah dalam kebakaran.
"Dokumen itu yang penting, tapi kalau sudah terjadi, mau bilang apa lagi," tutup Inaq Aris.
