Dedi Mulyadi: Tramadol hingga Tawuran Bentuk 'Penjajahan' Tak Terlihat

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti peredaran obat-obatan terlarang, khususnya tramadol, yang mengancam generasi muda di Jawa Barat.
Hal itu disampaikan Dedi dalam amanat upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (17/8).
Dedi mengatakan kemerdekaan saat ini tidak hanya menghadapi ancaman dalam bentuk penjajahan secara fisik. Menurutnya, terdapat bentuk penjajahan baru yang menyerang pola pikir dan masa depan generasi muda.
"Di 81 kemerdekaan Republik Indonesia, kita merdekakan bangsa ini dari penjajahan yang tidak terlihat," kata Dedi.
Ia menyebut salah satu bentuk ancaman tersebut adalah penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang dapat mendorong munculnya berbagai tindak kriminal.
"Tren hari ini, Tramadol. Ribuan orang terjatuh pada pergumulan kejahatan. Dari mulai tawuran, pembacokan, pencopetan, perampokan, pembunuhan," ujarnya.
Dedi juga menyoroti keberadaan obat-obatan tersebut yang menurutnya masih dapat ditemukan secara bebas di sejumlah lingkungan permukiman.
"Di sudut-sudut kampung, Tramadol itu dijual secara bebas. Di sudut-sudut kampung, kita membiarkannya," katanya.
Menurutnya, persoalan tersebut harus menjadi kewaspadaan nasional karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga dapat mengancam masa depan generasi muda.
Dedi menilai generasi muda yang terjerumus dalam penyalahgunaan obat terlarang dapat kehilangan semangat hidup, nasionalisme, serta masa depan mereka.
"Penjajahan yang tidak terlihat adalah sistematika kolonial gaya baru dengan cara apa? Merusak pikiran kita, merusak pendengaran kita, merusak khayalan kita dalam sistem yang tidak terlihat," tuturnya.
Karena itu, Dedi mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberantas peredaran obat-obatan terlarang dan menciptakan lingkungan yang mampu melindungi generasi muda.
Ia menegaskan bahwa kemerdekaan harus dimaknai sebagai upaya membebaskan masyarakat dari berbagai bentuk ancaman yang dapat merusak kehidupan.
