Dijanjikan Hadiah Rp 2 Juta, Juara Lomba Lari 10 Km di Dompu Hanya Dapat 3 Gelas

Seorang pria bernama Ibrahim mengamuk di halaman Kantor Camat Kilo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ibrahim tak terima hadiah lomba lari 10 kilometer HUT 81 RI yang dimenangkan anaknya hanya berupa tiga gelas kaca. Padahal hadiah awalnya uang Rp 2 juta.
Hal tersebut membuat Ibrahim kecewa hingga terlibat cekcok dengan panitia dan Camat Kilo, Rusdi. Aksi protes Ibrahim terekam dalam video dan kemudian beredar di media sosial
Dalam video tersebut, Ibrahim terlihat meluapkan emosinya. Ia bahkan melemparkan tiga gelas yang menjadi hadiah anaknya tersebut ke arah camat dan panitia. Lemparan tersebut tidak mengenai siapa pun.
Situasi kemudian memanas ketika Camat Kilo Rusdi memegang kerah baju Ibrahim. Keduanya terlibat perang mulut sebelum suasana akhirnya dapat diredam.
Ibrahim memprotes hadiah tersebut karena sebelumnya panitia telah mengumumkan total hadiah sebesar Rp 2 juta bagi para juara lomba, untuk kategori putra dan putri.
Menurut Ibrahim, hadiah berupa tiga gelas kaca tidak sesuai dengan yang telah dijanjikan panitia.
"Lari kemarin tidak masuk akal, masa hadiah cuma dikasih gelas kaca tiga biji, tidak sesuai yang dijanjikan," ucap Ibrahim.
Camat Kilo, Rusdi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan cekcok dengan orang tua peserta terjadi saat dirinya memberikan penjelasan mengenai ketidaksesuaian hadiah yang diterima para juara.
Menurut Rusdi, persoalan tersebut terjadi akibat miskomunikasi antara panitia berbagai cabang lomba dan bendahara. Anggaran yang semestinya digunakan untuk hadiah lomba lari maraton telah digunakan untuk membeli hadiah bagi lomba lainnya.
Rusdi juga membantah dirinya bermaksud memukul Ibrahim. Ia mengatakan tindakan memegang kerah baju Ibrahim dilakukan untuk meredam emosi orang tua peserta tersebut.
Untuk mencegah persoalan berlarut-larut, Rusdi mengaku langsung menyelesaikan masalah tersebut pada hari yang sama. Ia bahkan menggunakan uang pribadinya sebesar Rp 2 juta untuk menutupi kekurangan hadiah agar persoalan tersebut tidak mencoreng nama baik Pemerintah Kecamatan Kilo.
"Apresiasi bagi yang juara sudah saya selesaikan sesuai yang dijanjikan. Hari itu juga mereka langsung menerima hadiahnya masing-masing, dan mereka tidak ada lagi yang protes," pungkas Rusdi.
