Kasus Kematian Siswa SMP di Pemalang: Sekolah Sebut Tak Ada Laporan Bullying

Indah Palupi, Kepala SMPN 4 Randudongkal, Pemalang, Jawa Tengah, buka suara terkait kasus kematian AAF, anak didiknya yang diduga menjadi korban perundungan. Pihak sekolah mengaku selama ini tidak pernah ada laporan tentang adanya bullying.
"Selama ini saya meyakini seperti itu (bukan karena perundungan). Tidak ada hal-hal, saya tidak ada laporan, tidak ada laporan apa pun di sekolah," ujar Indah kepada wartawan.
Ia juga mengaku tidak pernah mendengar para siswanya bertengkar atau berkelahi di lingkungan sekolah, termasuk korban.
"Enggak ada saya mendengar ada anak bertengkar itu enggak. Iya (sudah saya cek)," jelas dia.
Di sisi lain, ia juga menegaskan, pendidikan dan pengawasan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan juga orang tua dan masyarakat.
"Nah pentingnya juga bagi orang tua apabila ada permasalahan dengan anak-anak bisa juga menyampaikan, bekerja sama dengan sekolah itu utamanya ke sekolah dulu. Kemudian sekolah juga insyaallah menanggapi apa yang dikeluhkan oleh orang tua," ucapnya.
Sehingga, lanjut dia, jika ada konflik atau permasalahan yang terjadi bisa dilakukan antisipasi.
"Jadi, sebelum terjadi apa pun itu, baik itu di kelas maupun di luar sebaiknya orang tua untuk berkoordinasi dengan sekolah kalau ada kejadian-kejadian seperti itu," kata Indah.
Sebelumnya, seorang pelajar SMP berinisial AAF (13), warga Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia diduga akibat dirundung atau bullying.
AAF meninggal dunia pada Minggu (2/8) malam setelah sempat dirawat di RS Mardhatillah Randudongkal selama 1 hari.
Pihak keluarga merasa ada yang janggal dengan kematian AFF dan melaporkan kasus ini ke polisi.
