KDM Gelar Sayembara Tangkap Maling & Begal Hidup-Hidup, Hadiah Rp 5-50 Juta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menghadiri pengukuhan Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (DPC ABPEDNAS) Kabupaten Sumedang masa bakti 2026-2031 di GOR Tadjimalela Sumedang, Kamis (25/6/2026). Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menghadiri pengukuhan Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (DPC ABPEDNAS) Kabupaten Sumedang masa bakti 2026-2031 di GOR Tadjimalela Sumedang, Kamis (25/6/2026). Foto: Dok. kumparan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mengumumkan sayembara bagi masyarakat yang berhasil membantu melumpuhkan pelaku kejahatan seperti begal, jambret, copet, maling, hingga perampok dan menyerahkannya kepada aparat kepolisian dalam keadaan hidup.

Hadiah yang disiapkan berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 50 juta.

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat di Jawa Barat. Menurutnya, pemerintah provinsi terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mengantisipasi meningkatnya aksi kriminalitas.

"Kita terus berkoordinasi dengan jajaran kepolisian, khususnya Polda Jabar, dan kita juga akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk siaga menghadapi berbagai aksi kejahatan di Jawa Barat," kata Dedi dalam keterangannya, Kamis (23/7).

Ia meminta seluruh unsur pengamanan meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari. Salah satunya dengan memastikan mobil patroli tetap beroperasi secara aktif di berbagai wilayah.

"Mobil patroli harus siaga dalam setiap malam, lampu tanda bahayanya harus terus menyala," ujarnya.

Selain kepolisian, Dedi juga menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk bersiaga di titik-titik strategis guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan.

"Satpol PP, Damkar siaga di titik-titik strategik untuk mengantisipasi berbagai segala kemungkinan dalam setiap waktu," katanya.

Dedi turut mengajak masyarakat kembali menghidupkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) sebagai bentuk partisipasi warga dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

"Warga bersiskamling, menjaga diri dan dijaga diri. Ini adalah prinsip dasar kita hidup bergotong royong," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Dedi mengumumkan sayembara bagi masyarakat yang dapat membantu melumpuhkan pelaku kejahatan. Namun, ia menegaskan pelaku harus diserahkan kepada pihak kepolisian dalam keadaan hidup agar dapat diproses sesuai ketentuan hukum.

"Saya memberikan sayembara pada seluruh warga Jabar, yang bisa melumpuhkan maling, copet, jambret, begal, rampok, kami siapkan hadiah dari Rp 5 juta sampai Rp 50 juta. Yang mampu melumpuhkan berbagai aksi kejahatan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup," tegas Dedi.

Dedi mengajak seluruh masyarakat Jawa Barat untuk tetap waspada dan berani menghadapi aksi kriminalitas dengan tetap mengedepankan kerja sama bersama aparat penegak hukum.

"Saya ucapkan terima kasih. Mari kita bersama, waspada, berani. Kita lawan berbagai aksi kejahatan di Jawa Barat," pungkasnya.