KDM Targetkan Penataan Kabel Semrawut di Jabar Tuntas 2027

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menghadiri Diskusi Kecagarbudayaan dengan topik "Prasasti Batu Tulis dan Makuta Binokasih Sanghyang Pake", di Museum Pajajaran Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (14/5/2026). Foto: Dok. Diskominfo Jabar
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menghadiri Diskusi Kecagarbudayaan dengan topik "Prasasti Batu Tulis dan Makuta Binokasih Sanghyang Pake", di Museum Pajajaran Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (14/5/2026). Foto: Dok. Diskominfo Jabar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menargetkan penataan kabel udara yang semrawut di berbagai wilayah Jawa Barat selesai 2027. Penataan tersebut akan dilakukan bersamaan dengan pembangunan dan perbaikan jalan provinsi.

Hal itu disampaikan Dedi usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat, Rabu (3/6).

Menurut Dedi, keberadaan kabel yang menjuntai dan menumpuk di sejumlah ruas jalan tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan keselamatan dan tata ruang.

"Perapian kabel, saya sudah dari dulu menargetnya, pengennya 2027 selesai," kata Dedi.

Ia mengungkapkan dalam waktu dekat akan mengundang seluruh pihak terkait, termasuk perusahaan penyedia layanan yang menggunakan jaringan kabel udara.

Menurutnya, meski selama ini ada anggapan proses penataan dapat dilakukan tanpa biaya, kenyataannya pekerjaan tersebut tetap membutuhkan dukungan anggaran yang tidak sedikit.

"Minggu depan ini saya akan mengundang. Kan bilang mereka tanpa biaya, tapi menurut saya sih kalau jumlahnya banyak begini, kan harus berbiaya pada akhirnya," ujarnya.

Kabel semrawut bahkan menjuntai hingga hampir menyentuh trotoar di Jalan Proklamasi, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Selasa (17/2). Foto: Dok. kumparan

Dedi menegaskan setiap daerah harus memiliki komitmen untuk secara bertahap menghilangkan kabel yang berserakan di atas jalan dan memindahkannya ke bawah tanah.

Ia menargetkan seluruh proyek pembangunan jalan provinsi ke depan harus terintegrasi dengan pembangunan utilitas bawah tanah, termasuk jaringan kabel.

"Prinsip dasar, setiap daerah harus secara bertahap menyelesaikan kabel tidak berserakan di atas. Saya targetkan untuk jalan Provinsi Jawa Barat, kabelnya di 2027 itu pembangunan jalannya harus bareng dengan pemasangan kabel bawah tanah," katanya.

Dedi menilai perkembangan teknologi seharusnya mampu mendukung percepatan penataan jaringan utilitas yang lebih rapi dan modern.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat di Bandung, Rabu (3/6/2026). Foto: Abisatya Ramdhani/kumparan

Ia mencontohkan kondisi kabel udara di sejumlah kawasan yang dinilai sudah terlalu padat dan mengganggu pemandangan.

"Coba lihat di depan Ledeng, kabelnya berapa ribu kabel, pusing lihatnya juga," ucapnya.

Selain membahas penataan kabel, Dedi juga menyoroti pengelolaan aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menurutnya masih perlu dibenahi.

Ia menyebut masih banyak aset yang belum tersertifikasi dan belum memberikan nilai optimal terhadap pendapatan daerah.

Dedi berharap penataan aset dan infrastruktur dapat berjalan beriringan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat pendapatan daerah pada masa mendatang.