Kisah Yuda, Difabel Korban PHK yang Tak Menyerah Mencari Kerja di Yogyakarta

Semangat terpancar dari wajah Yuda Slamet Santoso. Tak tampak sedikit pun keraguan dari raut muka pria berusia 36 tahun itu.
Di atas kursi roda elektrik, Yuda menyusuri tenant demi tenant di auditorium Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Yogyakarta, Kamis (16/7).
Yuda berbaur dengan ratusan orang lain yang senasib dengannya. Tujuannya sama, mencari pekerjaan di job fair yang digelar Pemkot Yogyakarta ini.
"Sudah menemukan dua perusahaan (yang cocok)," kata Yuda yang menjadi penyandang difabel pada kaki sejak lahir itu.
Yuda telah memasukkan lamaran ke dua perusahaan tersebut. Posisinya adalah petugas layanan konsumen/pelanggan [customer service officer], sesuai pengalaman kerja yang Yuda miliki.
Untuk sampai ke LPP Yogyakarta, Yuda diantar oleh orang tuanya. Tahun ini, bukan kali ini saja Yuda menghadiri job fair. Sebelumnya dia sudah ikut job fair di Universitas Negeri Yogyakarta serta sebuah mal.
"Ini yang ketiga kalinya," katanya.
Korban PHK
Sebelumnya, Yuda pernah bekerja di sebuah perusahaan sebagai petugas customer service pada 2019 sampai 2025. Tahun lalu ia harus berhenti kerja karena PHK.
"Kena pengurangan karyawan," katanya.
Dengan modal pengalaman kerja ini, Yuda berharap bisa segera mendapat pekerjaan baru.
Yuda mengatakan kesempatan difabel untuk bekerja saat ini semakin terbuka setelah ada kewajiban perusahaan mengalokasikan 1 persen lowongan untuk difabel.
"Ya harapannya (semua perusahaan menerapkan itu). Tapi sebagian udah bagus, udah ada yang berani menerapkannya," kata Yuda sambil tersenyum.
Namun, menurut Yuda informasi tentang lowongan pekerjaan bagi difabel harus ditingkatkan lagi. Selain minimnya lapangan pekerjaan, banyak informasi soal lowongan pekerjaan untuk difabel tak tersampaikan dengan baik.
"Lebih diperbanyak. Ya, supaya bisa menjangkau teman-teman disabilitas yang lain lebih banyak. Soalnya kalau teman disabilitas mencari kerja tuh sulit," katanya.
"Harapannya kalau semakin ada banyak seperti ini teman-teman jadi tahu," ujarnya.
Pesan untuk Difabel Lain
Yuda pun berpesan kepada rekan-rekannya sesama difabel yang tengah mencari pekerjaan seperti dirinya untuk tetap semangat.
"Tetap semangat, jangan pantang menyerah. Walaupun kita punya keterbatasan kita harus semangat untuk mencari lowongan pekerjaan," katanya.
Menurutnya setiap peluang yang ada harus diambil. Berani mencoba adalah salah satu kuncinya.
"Hasilnya dipikir belakangan. Yang penting udah berani nyoba tuh udah bagus," kata Yuda.
Di sisi lain, Yuda juga berharap pendidikan bagi penyandang difabel bisa terus diperbaiki. Harapannya para difabel bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih variatif di masa depan.
"Yang selama ini tuh yang seperti saya tadi, lowongan untuk kerja disabilitas masih agak sulit, masih terbatas. Harapannya ke depannya bisa lebih banyak lagi. Supaya teman-teman yang lain bisa memperoleh kesempatan," pungkasnya.
