KKP Mulai Bangun PPN Pengambengan, Anggaran Rp 1,27 Triliun

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, didampingi oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, ketika memberikan keterangan pers, Desa Pengambengan, Jembrana, Selasa (29/9/2026). Foto: Sandra Gisela/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, didampingi oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, ketika memberikan keterangan pers, Desa Pengambengan, Jembrana, Selasa (29/9/2026). Foto: Sandra Gisela/kumparan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan peletakan batu pertama groundbreaking pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, pada Selasa (29/9).

Proses pembangunan tersebut bekerja sama dengan PT Agrinas Jaladri Nusantara sebagai manajemen konstruksi. Estimasi waktu pembangunan adalah 915 hari kerja dan diperkirakan memerlukan anggaran Rp 1,27 triliun.

"Saya enggak mau kalau anggaran pembangunan di Pengambengan sini cuma Rp 500 miliar. Saya enggak mau. Saya ingin membangun sekali, kita mau bangun betul-betul harus terintegrasi," kata Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, di lokasi konstruksi PPN Pengambengan, Jembrana, Selasa (29/9).

Trenggono membandingkan situasi pelabuhan di Indonesia saat ini dengan kondisi di luar negeri. Ketika pergi ke Turki, Trenggono melihat kondisi pelabuhan yang bersih dengan adanya restoran di tempat tersebut. Dia ingin menata pelabuhan Indonesia agar tampak bersih dan teratur seperti di luar negeri.

Dalam pembangunan PPN Pengambengan, Trenggono ingin pelabuhan tersebut memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang baik sehingga menjadi kombinasi antara industri dan pariwisata. Selain itu, terdapat politeknik untuk mendidik tenaga kerja dari masyarakat lokal.

"Serapan tenaga kerja jika ini dikembangkan dengan baik diprediksi kira-kira sekitar 25.000 orang. Sebaiknya harus orang Bali supaya mereka dapat pekerjaan dengan baik, dilatih dan dididik dengan baik," jelasnya.

Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, didampingi oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, ketika memberikan keterangan pers, Desa Pengambengan, Jembrana, Selasa (29/9/2026). Foto: Sandra Gisela/kumparan

Trenggono menjelaskan, Kabupaten Jembrana memiliki potensi yang besar untuk perikanan karena keberadaan Laut Hindia yang mengandung banyak ikan tuna sirip biru. Oleh sebab itu, PPN Pengambengan dibangun untuk kepentingan ekspor.

"Harapannya di sini adalah tempat ikan premium yang bisa langsung tujuannya untuk kepentingan ekspor," ungkap Trenggono.

Sementara itu, Gubernur Bali, Wayan Koster, mengatakan bahwa pembangunan PPN Pengambengan merupakan bagian dari strategi di Bali untuk membangun sektor perekonomian di bidang kelautan dan perikanan.

Saat ini, struktur ekonomi Bali didominasi oleh pariwisata, yakni sebesar 60 persen. Koster ingin pariwisata Bali tidak hanya bergantung pada pariwisata saja, tetapi juga dari sektor-sektor seperti pertanian, manufaktur, industri, ekonomi kreatif, dan perikanan.

"Ini luar biasa, akan meningkatkan nilai ekonomi Bali, meningkatkan kesejahteraan para nelayan, bahkan perikanan dari hulu sampai hilir. Ini yang betul-betul membanggakan kami bagi masyarakat Bali," ungkap Koster.

Koster berharap PPN Pengambengan dapat menjadi pusat perekonomian baru di Kabupaten Jembrana serta berdampak kepada Bali secara keseluruhan. Dia mengatakan, keberadaan PPN Pengambengan sudah menjadi harapan masyarakat Bali.

"Tidak saja ekonomi global dan lokal yang meningkat, tapi juga pendapatan, terutama para nelayan kita itu. Akan semakin meningkat dan berdampak pada kesejahteraan para nelayan kita," tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, menjelaskan bahwa pembangunan PPN Pengambengan dibiayai melalui pinjaman luar negeri dari Islamic Development Bank (IsDB) yang berlaku sejak 8 Februari 2023.

Sementara itu, pekerjaan konstruksi dilakukan oleh China Road and Bridge Corporation bersama PT Nindya Karya (KSO) atau CRBC, yang kontraknya telah ditandatangani pada 7 Agustus 2026.

"Pelabuhan ini disiapkan sebagai pelabuhan modern, sebagai pusat bisnis dan ekspor produk perikanan dengan layanan one-stop service bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan lokal, yang produknya memiliki daya saing tingkat internasional," jelasnya.

Proyek PPN Pengambengan terbagi menjadi tiga kategori pekerjaan, yakni pekerjaan persiapan, pekerjaan infrastruktur sisi laut, dan pekerjaan infrastruktur sisi darat. Estimasi waktu pengerjaan diperkirakan sampai akhir tahun 2028.

"Kegiatan di tahun 2026 melaksanakan pekerjaan persiapan dan pembangunan infrastruktur sisi laut dan darat. Sementara itu, tahun 2027 melanjutkan pembangunan infrastruktur sisi laut dan sisi darat," terang Lotharia.

Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, didampingi oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, ketika meninjau lokasi groundbreaking PPN Pengambengan, Jembrana, Selasa (29/9/2026). Foto: Sandra Gisela/kumparan

Pada tahap akhir proyek di tahun 2028, Ditjen Perikanan Tangkap memproyeksikan daya tampung PPN Pengambengan dapat meningkat dari 61.000 ton menjadi 124.000 ton per tahun, serta penyerapan tenaga kerja meningkat dari 8.800 orang menjadi 25.000 orang.

Kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) diproyeksikan meningkat dari Rp 48 miliar menjadi Rp 104 miliar. Selain itu, PPN Pengambengan juga mendukung implementasi proyek strategis nasional Bali Maritime Tourism Hub di Pelabuhan Benoa.

"Diharapkan pembangunan PPN Pengambengan akan berjalan dengan sukses, sebagai pelabuhan perikanan modern pertama di Indonesia yang mengintegrasikan nelayan skala tradisional dengan pelaku usaha industri skala internasional," pungkasnya.