Mahasiswa di Makassar Bohongi Orang Tua, Ngaku Diculik-Minta Tebusan Rp 90 Juta

Entah apa yang ada dalam pikiran EE (23), mahasiswa di Kota Makassar, Sulsel, ini tega membohongi orang tuanya dengan mengaku diculik dan disekap. Parahnya, EE meminta tebusan Rp 90 juta.
Drama penculikan itu berawal saat EE tiba-tiba memutus semua komunikasi dengan orang tuanya. Tiba-tiba, terdapat pesan singkat masuk ke nomor orang tuanya yang menyebut EE disekap dan meminta uang Rp 90 juta sebagai tebusan.
Apabila orang tuanya tidak menyiapkan uang Rp 90 juta itu, EE akan dibunuh. Orang tuanya pun panik, kemudian melapor ke polisi.
Kanit Jatanras Polrestabes Makassar, AKP Sangkala, mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan setelah adanya laporan tersebut. Alhasil, EE berhasil ditemukan di salah satu kos eksklusif yang berada di Tamalanrea, Makassar.
"Ada orang tua melapor anaknya diculik dan minta tebusan Rp 90 juta. Kami selidiki, berhasil temukan anaknya itu di kos-kosan," kata Sangkala kepada wartawan, Kamis (13/8) siang.
EE ditemukan saat sedang bersama perempuan di dalam kamar kos. Dengan penemuan EE itu, terungkap fakta berbeda dari cerita yang diterima orang tuanya. Polisi memastikan EE tidak sedang menjadi korban penculikan atau penyekapan.
"Korban sendiri yang membuat suatu sandiwara penculikan," katanya.
Di depan polisi, EE sengaja membohongi kedua orang tuanya karena membutuhkan uang untuk keperluan sehari-hari. Sangkala menyebut, EE tega membuat drama penculikan karena gaya hidup.
"Kebutuhan sehari-hari, termasuk kehidupan hedonnya, sehingga muncul pemikiran untuk mendapatkan uang dari orang tuanya dengan cara memeras orang tuanya dengan berpura-pura bahwa dia sementara diculik dan disekap," tandasnya.
