Mahasiswi di Tulungagung Meninggal di Kamar Kos Usai Begadang Kerjakan Skripsi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polsek Kedungwaru bersama Tim Inafis Polres Tulungagung evakuasi jenazah mahasiswi yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kos di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (27/06/2026). Foto: Dok. Polres Tulungagung
zoom-in-whitePerbesar
Polsek Kedungwaru bersama Tim Inafis Polres Tulungagung evakuasi jenazah mahasiswi yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kos di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (27/06/2026). Foto: Dok. Polres Tulungagung

Seorang mahasiswi ditemukan meninggal di dalam kamar kos di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jatim. Diduga korban mengalami sakit jantung.

Kapolsek Kedungwaru AKP Karnoto mengatakan korban berinisial Y (25), warga Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Laporan diterima petugas pada Sabtu (27/6) sekitar pukul 13.30 WIB.

"Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Kedungwaru bersama Tim Inafis, piket fungsi, dan personel Samapta Polres Tulungagung langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP," ujar Karnoto, Selasa (29/6).

Ia menjelaskan, pada Jumat (26/6), korban bersama dua rekannya mengerjakan skripsi di kamar kos hingga larut malam alias begadang. Salah seorang rekannya sempat menginap di kamar korban dan melihat korban masih dalam keadaan tidur saat bangun untuk melaksanakan salat Subuh pada hari Sabtu. Setelah itu dia pulang.

"Kemudian sekitar pukul 10.00 WIB (hari Sabtu), saksi kembali ke kamar kos korban untuk melanjutkan pengerjaan skripsi. Saat itu korban ditemukan dalam posisi telentang dan tidak memberikan respons. Setelah diperiksa, tubuh korban sudah dalam keadaan dingin dan tidak bernapas," jelas Karnoto.

Saksi kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada penghuni kos lainnya, pemilik kos, serta menghubungi ibu korban. Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RSUD dr. Iskak Tulungagung.

"Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban," kata Karnoto.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan tindakan hukum lebih lanjut.

" Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di rumah duka," kata Karnoto.