Melihat Pesawat Berlabel Bouraq dan Camar yang Terbengkalai 20 Tahun di Bandung

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesawat Boeing 737-200 PK-IJJ "Tak Bertuan" yang terparkir di apron depan Hanggar N219 PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Bandung, Kamis (11/6/2026). Foto: Abisatya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat Boeing 737-200 PK-IJJ "Tak Bertuan" yang terparkir di apron depan Hanggar N219 PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Bandung, Kamis (11/6/2026). Foto: Abisatya/kumparan

Dua pesawat tua jenis Boeing 737-200 terparkir di kawasan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Kota Bandung, Jawa Barat.

Badan pesawat yang kusam, cat yang memudar, hingga mesin yang sudah tidak lagi terpasang membuat keduanya tampak seperti bangkai raksasa yang ditinggalkan waktu.

Dari kejauhan, tulisan "BOURAQ" masih terlihat jelas di badan salah satu pesawat. Warna hijau toska yang dulu menjadi identitas maskapai legendaris Indonesia itu kini tampak pudar, tertutup lumut dan noda akibat puluhan tahun terpapar panas dan hujan.

Pesawat Boeing 737-200 PK-IJI "Tak Bertuan" yang terparkir di apron depan Hanggar N219 PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Bandung, Kamis (11/6/2026). Foto: Abisatya/kumparan

Sementara di sisi lain, sebuah pesawat lain dengan tulisan "CAMAR" berdiri tak jauh dari pesawat "BOURAQ". Kondisinya sedikit berbeda karena ditempatkan di area beraspal yang lebih terbuka. Namun, pesawat tersebut juga sudah kehilangan mesinnya dan tidak lagi memiliki kemampuan untuk terbang.

Pesawat Boeing 737-200 PK-IJJ "Tak Bertuan" yang terparkir di apron depan Hanggar N219 PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Bandung, Kamis (11/6/2026). Foto: Abisatya/kumparan

Kedua pesawat penumpang itu adalah Boeing 737-200 registrasi PK-IJI dan PK-IJJ yang belakangan menjadi perhatian publik setelah PTDI mengumumkan pencarian pemilik sah kedua aset tersebut.

Pantauan di lokasi, Kamis (11/6), menunjukkan sejumlah bagian badan pesawat mulai mengalami korosi. Cat yang mengelupas dan warna yang memudar membuat usia pesawat terlihat jelas. Rumput liar bahkan tumbuh di sekitar salah satu pesawat yang ditempatkan di area yang jarang digunakan.

Pesawat Boeing 737-200 PK-IJJ "Tak Bertuan" yang terparkir di apron depan Hanggar N219 PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Bandung, Kamis (11/6/2026). Foto: Abisatya/kumparan
Pesawat Boeing 737-200 PK-IJI "Tak Bertuan" yang terparkir di apron depan Hanggar N219 PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Bandung, Kamis (11/6/2026). Foto: Abisatya/kumparan

Jendela kabin tampak kusam. Pada salah satu pesawat, pintu kabin terlihat terbuka, sementara bagian mesin di bawah sayap sudah tidak lagi terpasang. Yang tersisa hanyalah struktur utama pesawat yang masih berdiri di atas roda pendaratan.

Kepala Bidang Humas PTDI, Annisa Carolina, mengungkapkan kedua pesawat tersebut telah berada di area perusahaan sejak tahun 2005. Awalnya, pesawat milik operator Bouraq Airlines itu datang untuk menjalani proses pemeliharaan.

"Pada waktu itu kedua pesawat Bouraq ini dijadwalkan untuk melakukan proses pemeliharaan berdasarkan kontrak antara Bouraq dengan Aero Nusantara Indonesia," kata Annisa saat ditemui di Hanggar PTDI, Kamis (11/6).

Pesawat Boeing 737-200 PK-IJJ "Tak Bertuan" yang terparkir di apron depan Hanggar N219 PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Bandung, Kamis (11/6/2026). Foto: Abisatya/kumparan

Namun, pekerjaan tersebut tidak pernah selesai setelah terjadi perubahan kepemilikan PT Aero Nusantara Indonesia yang menjadi mitra dalam proyek pemeliharaan tersebut. Akibatnya, kedua pesawat tetap berada di kawasan PTDI hingga lebih dari dua dekade.

Selama 20 tahun terakhir, status kepemilikan kedua pesawat juga tidak kunjung jelas. PTDI telah berupaya menelusuri pemilik melalui berbagai jalur, termasuk berkomunikasi dengan kurator PT Bouraq Airlines yang telah dinyatakan pailit.

Hasil penelusuran itu justru memunculkan fakta baru. Kurator menyatakan kedua pesawat tersebut tidak tercantum dalam daftar aset Bouraq yang ditangani dalam proses kepailitan.

Di tengah ketidakjelasan status hukum tersebut, PTDI tetap menanggung biaya perawatan fisik dan pengamanan pesawat. Namun, kondisi keduanya kini sudah jauh dari layak terbang.

"Tidak bisa beroperasi karena dari engine-nya juga sudah tidak terpasang," ujar Annisa.

Ketika ditanya apakah kondisi pesawat saat ini dapat disebut sebagai bangkai pesawat, Annisa menjawab singkat, "Ya."

Pesawat Boeing 737-200 PK-IJI "Tak Bertuan" yang terparkir di apron depan Hanggar N219 PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Bandung, Kamis (11/6/2026). Foto: Abisatya/kumparan

Kini keberadaan kedua pesawat itu menjadi persoalan tersendiri bagi PTDI. Pasalnya, area tempat pesawat berada masuk dalam rencana pengembangan fasilitas perusahaan, termasuk pembangunan hanggar baru.

Karena itu, PTDI membuka kesempatan kepada pihak yang merasa memiliki hak atas kedua pesawat tersebut untuk mengajukan klaim kepemilikan. Jika tidak ada pihak yang muncul dalam batas waktu yang ditentukan, perusahaan berencana menindaklanjuti pengelolaan kedua pesawat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sampai saat ini, dua Boeing 737-200 yang pernah menjadi bagian dari armada penerbangan nasional itu masih berdiri diam di Bandung. Tak lagi mengudara, keduanya kini hanya menyisakan cerita tentang masa kejayaan yang perlahan memudar termakan usia.