Momen Pengendara Lempar Molotov ke Pagar Rumah Pengacara di Jaktim Terekam CCTV

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rekaman CCTV rumah pengacara Sulardi (68) di Jakarta Timur, dilempar molotov oleh orang tak dikenal. Foto: Dok. Sulardi
zoom-in-whitePerbesar
Rekaman CCTV rumah pengacara Sulardi (68) di Jakarta Timur, dilempar molotov oleh orang tak dikenal. Foto: Dok. Sulardi

Momen pelemparan molotov ke rumah pengacara bernama Sulardi (68) di Ciracas, Jakarta Timur, pada Selasa (1/7) terekam kamera CCTV di lokasi kejadian.

Dari rekaman CCTV milik masjid yang berlokasi persis di depan rumah korban, diketahui pelaku berjumlah dua orang menggunakan sepeda motor.

Salah satu pelaku turun dari motor dan melempar molotov ke rumah korban dalam keadaan terburu-buru.

“Saya melihat dari CCTV itu dia agak buru buru juga. Begitu turun dari motor dia buru-buru ngelempar botolnya itu langsung dia pergi naik motor,” kata Sulardi saat ditemui kumparan di kediamannya pada Minggu (5/7).

Sulardi ditemui kumparan di rumahnya, Minggu (5/7) Foto: Pradya Raharja/kumparan

Kejadian yang berlangsung pukul 02.30 WIB dini hari itu mengakibatkan bagian depan pagar rumah korban terbakar dan hampir mengenai bagian dalamnya.

“Di depan pagar tapi karena minyaknya ke dalam ya dalamnya itu termasuk ikut terbakar karena ada minyak itu,” ucapnya.

Usai kejadian tersebut, para tetangga melalui kegiatan ronda malam turut menjaga rumah Sulardi agar kejadian serupa tak terulang lagi.

“Untuk sementara ya pengamanan tambahan itu hanya tetangga-tetangga saja yang membantu malam itu ronda malam," katanya.

Api menyala di pagar rumah pengacara Sulardi (68) usai dilempar molotov oleh orang tak dikenal di Jakarta Timur. Foto: Dok. Sulardi

Sulardi sudah melaporkan kasus ini ke polisi. Katanya, kepolisian masih dalam tahap penyidikan untuk mengungkap dalang di balik pelemparan molotov itu.

“Ya kalau untuk sampai saat ini siapa pelakunya memang belum bisa disimpulkan, tapi ya intinya penyidik sedang melakukan penyelidikan adanya perkara peristiwa tersebut,” kata Sulardi.

Usai kejadian pelemparan molotov di rumah pengacara Sulardi (68), Minggu (5/7/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Sebelumnya, pada Selasa (1/7) dini hari sekitar pukul setengah tiga pagi, terjadi aksi pelemparan bom Molotov di rumah milik pengacara Sulardi yang berlokasi di Jalan Mustika Ratu No. 01 RT 05/RW 04, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula saat dua orang terduga pelaku datang dengan sepeda motor ke lokasi sembari membawa botol yang berisi bahan mudah terbakar.

“Benar pada hari tanggal bulan tahun dan tempat tersebut sekiranya jam 02.30 WIB telah terjadi percobaan pembakaran dan pengrusakan, yang menurut keterangan para saksi yang berada di tempat kejadian tersebut, bahwa tindakan dilakukan oleh dua orang diduga pelaku menggunakan sepeda motor dengan membawa sebuah botol dengan indikasi (bom Molotov),” ujar Made, selaku saksi.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Made Budi membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut peristiwa itu merupakan dugaan percobaan pembakaran dan perusakan.

“TKP kejadian diduga percobaan pembakaran dan pengerusakaan,” kata Made dalam keterangannya.

Menurut dia, para pelaku melempar botol tersebut ke arah pagar rumah korban sebelum melarikan diri.

“Lalu para saksi melihat bahwa diduga pelaku melemparkan botol dengan indikasi (bom molotov) ke arah pagar dari rumah korban. Kemudian diduga pelaku pergi meninggalkan tempat kejadian tersebut,” ucap Budi.

Dalam peristiwa itu, polisi telah memeriksa dua saksi yakni Niman dan Dadang. Hingga kini, polisi masih menyelidiki motif serta memburu pelaku pelemparan tersebut.