Nelayan di Pangkep Temukan Jenazah Diduga Korban Kapal KM Nurul Salsa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sesosok jenazah ditemukan mengapung di area perairan Pulau Pamalikang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Selasa (21/7/2026). Foto: Dok. Basarnas Makassar
zoom-in-whitePerbesar
Sesosok jenazah ditemukan mengapung di area perairan Pulau Pamalikang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Selasa (21/7/2026). Foto: Dok. Basarnas Makassar

Sesosok jenazah ditemukan mengapung di area perairan Pulau Pamalikang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Selasa (21/7). Basarnas menduga jenazah tersebut korban kecelakaan KM Nurul Salsa, kapal yang tenggelam di Kepulauan Kabupaten Selayar.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar mengatakan, jenazah ditemukan nelayan saat mencari ikan. Penemuan jenazah kemudian dilaporkan ke Posko SAR Gabungan di Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar.

"Tadi kami menerima laporan dari masyarakat nelayan di Pulau Pamulikang terkait penemuan satu jenazah yang diduga kuat korban KM Nurul Salsa," kata Arif kepada wartawan, Selasa (21/7).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas pun langsung menerjunkan KN SAR Kamajaya 104 dan RIB KN Sar Pacitan bergerak menuju lokasi melakukan penjemputan mengevakuasi jenazah ke darat.

"Jenazah akan dibawa ke RS Polri Bhayangkara Makassar untuk menjalani proses identifikasi sebelum identitasnya diumumkan secara resmi," bebernya.

Sesosok jenazah ditemukan mengapung di area perairan Pulau Pamalikang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Selasa (21/7/2026). Foto: Dok. Basarnas Makassar

Kantor Basarnas Makassar bersama Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan pencarian di hari ketujuh ini dengan memperluas area operasi menjadi 2.924 nautical mile persegi (NM²) yang dibagi ke dalam lima sektor pencarian dan enam Search and Rescue Unit (SRU).

Perluasan area dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan korban akibat pengaruh arus dan angin selama beberapa hari terakhir.

Operasi pencarian kapal motor (KM) Nurul Salsa yang tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Foto: Dok. Tim SAR

Arif selaku SAR Mission Coordinator (SMC) yang memimpin langsung operasi dari Posko SAR Selayar, mengatakan seluruh unsur SAR masih bekerja maksimal mengoptimalkan setiap alutsista yang tersedia.

"Kami terus mengoptimalkan pencarian dengan memperluas area hingga 2.924 nautical mile persegi dan membaginya ke dalam lima sektor agar setiap wilayah yang berpotensi menjadi lokasi hanyutnya korban dapat disisir secara maksimal," ujar Anwar.

Operasi hari ketujuh, Basarnas mengerahkan RB Mataram 220, KN SAR Puntadewa, KN SAR Kamajaya 104, KN SAR Pacitan, KRI Marlin 877, KRI Hiu 634, serta unsur TNI, Polri, BPBD, Syahbandar, pemerintah daerah, kapal nelayan, dan berbagai potensi SAR lain untuk melakukan penyisiran sesuai Search and Rescue Maritime Prediction (SARMAP).

Sesosok jenazah ditemukan mengapung di area perairan Pulau Pamalikang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Selasa (21/7/2026). Foto: Dok. Basarnas Makassar

Hingga saat ini, dari total 78 orang yang berada di atas KM Nurul Salsa, sebanyak 59 orang telah ditemukan selamat, 1 orang telah teridentifikasi meninggal dunia sebelumnya, dan dengan ditemukannya satu jenazah pada hari ini, proses identifikasi masih berlangsung untuk memastikan identitas korban.

"Operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan mengoptimalkan seluruh potensi SAR yang berada di lokasi kejadian," ucapnya.

KM Nurul Salsa berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA. Di tengah perjalanan, kapal mengalami gangguan mesin sebelum akhirnya tenggelam.