Panglima TNI Buka Latgabma Super Garuda Shield 2026 di Bandung

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, resmi membuka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026 di Bandung, Senin (31/8/2026) Foto: Abisatya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, resmi membuka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026 di Bandung, Senin (31/8/2026) Foto: Abisatya/kumparan

Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, resmi membuka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026 di Gedung Graha Widya Adibrata, Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat, Senin (31/8).

Latihan militer multinasional tersebut melibatkan ribuan prajurit TNI bersama pasukan dari negara-negara sahabat. SGS 2026 dijadwalkan berlangsung dari 31 Agustus hingga 11 September 2026.

Agus mengatakan Super Garuda Shield merupakan latihan penting untuk memperkuat hubungan bilateral, menjaga perdamaian, serta mendukung stabilitas keamanan kawasan.

“Super Garuda Shield exercise is very important for us, for our bilateral relationship, for our peace, and for general post-stabilization area,” ujar Agus dalam pidato sambutannya.

Setelah menyampaikan sambutan, Agus kemudian secara resmi membuka latihan tersebut.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini Senin tanggal 31 Agustus tahun 2026, Latihan Super Garuda Gabungan Bersama Super Garuda Shield tahun 2026 saya nyatakan dengan resmi dibuka,” katanya.

Libatkan 21 Negara

Latgabma SGS 2026 diikuti 4.743 personel yang terdiri dari prajurit TNI dan pasukan negara asing. Latihan melibatkan unsur Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara dari negara-negara mitra di kawasan Indo-Pasifik.

Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, resmi membuka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026 di Bandung, Senin (31/8/2026) Foto: Abisatya/kumparan

Total terdapat 21 negara pengirim pasukan yang berpartisipasi dalam latihan tersebut. Negara-negara itu yakni Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Brasil, Brunei Darussalam, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Selandia Baru, Prancis, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.

Latihan Super Garuda Shield 2026 mengusung tema “Komando Gabungan Bersama Melaksanakan Operasi Gabungan Multinasional di Wilayah Jakarta, Bandung, Lampung, Baturaja dan Kalimantan Utara dalam Rangka Memelihara Perdamaian dan Menjaga Stabilitas Keamanan di Kawasan.”

Lokasi Latihan

Pelaksanaan latihan tersebar di sejumlah lokasi, yakni Sesko TNI Bandung, Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI AD Baturaja, Sumatera Selatan, Batalyon 7 Marinir di Lampung, serta PT Bulungan di Nunukan, Kalimantan Utara.

Super Garuda Shield 2026 bertujuan meningkatkan interoperabilitas, kesiapsiagaan, kemampuan operasi gabungan, serta kerja sama antara TNI, USINDOPACOM, dan negara-negara sahabat atau mitra.

Materi latihan

Materi latihan di Bandung mencakup Staffex, yakni proses pengambilan keputusan militer multinasional, fungsi staf gabungan, serta komando dan pengendalian gabungan atau Command and Control (C2).

Selain itu, latihan juga mencakup Cyberexuntuk meningkatkan kemampuan peperangan siber gabungan ke dalam operasi, taktik, dan manuver. Materi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mempertahankan, mengidentifikasi, serta mencari ancaman siber.

Latihan juga memuat materi Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) yang berkaitan dengan ketahanan dan penguatan langkah mitigasi bencana serta penanganan krisis kemanusiaan melalui respons terpadu.

Agus berharap pelaksanaan Super Garuda Shield dapat semakin memperkuat kerja sama pertahanan antarnegara peserta sekaligus meningkatkan kemampuan pasukan dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan secara bersama-sama.

Dengan melibatkan ribuan personel dan 21 negara, Super Garuda Shield 2026 menjadi salah satu forum latihan bersama untuk memperkuat interoperabilitas militer dan hubungan pertahanan Indonesia dengan negara-negara mitra di kawasan Indo-Pasifik.