Pelajar Tewas saat Lerai Keributan di Acara Konvoi Suporter Bola di Surabaya

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi mayat. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mayat. Foto: Shutterstock

Seorang pelajar di Surabaya bernama Gionaldo (16) meninggal dunia diduga akibat dibacok oleh orang tak dikenal (OTK) di Jalan Sumatera, Kecamatan Gubeng, Surabaya, pada Rabu (17/6) malam. Ia diduga terkena sabetan celurit saat berusaha melerai pertikaian dalam konvoi suporter klub sepak bola.

Korban sempat menjalani perawatan di RS Ubaya Surabaya usai dibacok sebelum akhirnya meninggal dunia pada Kamis (18/6) dini hari.

Pantauan kumparan, Kamis (18/6), masih terdapat bercak darah korban di aspal jalan, tepatnya di depan Kateko Surabaya.

Lokasi pelajar di Surabaya, Gionaldo (16), dibacok oleh orang tak dikenal di Jalan Sumatera, Kecamatan Gubeng, Surabaya, Kamis (18/6/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Pihak kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian pembacokan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Tadi pagi (polisi) sudah ada (mengecek lokasi) 4 kali. Inafis jam 6, terus Inafis pulang gak lama reserse nya yang datang. Kata yang jaga malam, cuma keliatan banyak orang, pas pembacokan tidak kelihatan sama sekali," kata salah satu sekuriti di sekitar lokasi, Kamis (18/6).

Sementara itu, kakak korban, Sonya Cantika, mengatakan awalnya korban pergi bersama kakak ketiganya berinisial D untuk mengikuti perayaan ulang tahun klub sepak bola.

Mereka melintas di Jalan Sumatera dan melihat adanya pertikaian. Kemudian, korban berniat membantu seseorang yang jatuh dari sepeda motor di tengah keributan tersebut. Namun, korban justru menjadi sasaran pembacokan oleh seseorang yang tidak dikenal.

"(Detailnya) kurang tahu, cuma katanya ada yang bikin onar, terus jatuh yang bikin onar. Kemudian adik saya maunya itu melerai, membela, tapi malah yang bikin onar itu, malah bawa senjata tajam, terus adik saya iya (kena sasaran)," ujar Sonya.

Sonya belum mengetahui pasti luka yang dialami adiknya. Usai peristiwa pembacokan, korban langsung dibawa ke RS Ubaya, namun nyawanya tidak tertolong.

Pihak keluarga kemudian membawa korban ke RS Bhayangkara Surabaya untuk menjalani proses visum.

"Sempat dirawat RS Ubaya. Saya kurang tahu, lukanya kayaknya di tangannya, karena mungkin keluar banyak darah," ucapnya.

Selain adiknya, kata Sonya, teman korban berinisial B juga mengalami luka bacok di bagian punggung.

"Temannya adik saya, namanya inisial B juga kritis katanya. Iya (luka bagian punggung)," katanya.

Ia berharap peristiwa yang merenggut nyawa adiknya segera ditangani oleh pihak kepolisian.

"Saya enggak tahu, pokoknya saya pasrahkan ke polisi pasti. Dan iya (dihukum setimpal)," ujarnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto mengatakan pihaknya kini tengah menyelidiki peristiwa pembacokan tersebut.

"Masih lidik, mohon doanya secepatnya kami akan ungkap dan tangkap pelakunya," kata Edy.