Pemilik Beat di Surabaya Kaget Motornya Dicuri Maling: Padahal Ada PCX-CBR

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang pria curi sepeda motor Honda Beat malah motornya ditinggal di Jalan Sumber Mulyo Gang 2, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pria curi sepeda motor Honda Beat malah motornya ditinggal di Jalan Sumber Mulyo Gang 2, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya. Foto: Dok. Istimewa

Muchlisin (62) tak menyangka Honda Beat miliknya menjadi sasaran maling di rumahnya, Jalan Sumber Mulyo Gang 2, Bubutan, Surabaya. Padahal, di sekitar lokasi terdapat sejumlah motor lain, termasuk Honda PCX dan CBR.

Yang bikin Muchlisin heran, pelaku justru meninggalkan motor Beat yang digunakan pelaku untuk datang ke lokasi. Motor Honda Beat milik Muchlisin kemudian dibawa kabur.

Muchlisin menceritakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu (19/9) sekitar pukul 02.14 WIB. Muchlisin baru mengetahui motornya hilang ketika hendak pergi ke masjid untuk salat subuh sekitar pukul 03.45 WIB.

“Saya buka pintu ini, pintu depan rumah. Saya buka, saya mau meluncur ke masjid, tapi saya jalan kaki. Tapi saya lihat sepeda saya kok enggak ada,” kata Muchlisin saat ditemui di rumahnya, Selasa (22/9).

Motor Honda Beat warna biru putih bernopol L 5939 JW tahun 2019 itu sebelumnya diparkir di garasi samping rumah. Menurut Muchlisin, motornya dalam kondisi terkunci.

Muchlisin kemudian batal pergi ke masjid dan memilih salat subuh di rumah. Setelah itu, dia melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT setempat untuk mengecek rekaman CCTV.

Dari rekaman CCTV, pelaku tampak masuk ke Jalan Sumber Mulyo Gang 2 dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat warna hitam bernopol L 3380 ACM. Ia sempat mondar-mandir di gang tersebut. Bahkan pelaku sempat memegang setir motor Honda Vario milik warga.

“Cuma dibuka gini aja sudah bisa masuk. Masuk dia sempat ke sana, ke barat, ke timur. Ya mungkin pilih-pilih mungkin. Kelihatannya ini dipegang, kendaraan yang di depan situ Vario itu sempat dipegang. Di CCTV kelihatannya sempat dipegang setirnya. Kemungkinan di situ itu kuncinya kunci remote, nah mungkin ya itu kesulitan mungkin. Pilih yang gampang” kata dia.

Setelah itu, pelaku memarkirkan motornya di depan TPQ yang tak jauh dari rumah Muchlisin. Pelaku lalu beraksi menggondol motor Muchlisin yang terparkir menghadap jalan.

“Jelas wajahnya pelaku. Sepeda motor saya dinaiki di-starter di depan,” ujarnya.

Setelah berhasil membawa Honda Beat milik Muchlisin, pelaku keluar dari gang menuju jalan raya. Sementara sepeda motor Honda Beat hitam bernopol L 3380 ACM yang digunakannya ditinggalkan di dekat TPQ, sekitar dua rumah dari kediaman Muchlisin.

“Di sebelah itu di TPQ, di depannya TPQ di sebelah itu ada sepeda motornya pencurinya ditinggal di situ,” kata Muchlisin.

Motor tersebut kemudian ditemukan warga dan diperiksa bersama polisi. Saat jok motor dibuka, warga dan polisi menemukan sejumlah barang, termasuk senjata tajam.

“Tapi sepeda motor jelek ya itu, Beat tapi sudah enggak karu-karuan lah ya, kondisi fisiknya enggak karu-karuan. Nah, terus sama Pak RT sama warga dibuka jok, ternyata di situ ada sajam, macam-macam. Lantas langsung saya sama anggota polisinya tadi lihat TKP, saya disuruh ke kantor untuk buat laporan,” ujarnya.

Muchlisin mengaku kaget kenapa pelaku memilih motor kesayangannya tersebut. Sebab, kata dia, banyak motor milik warga yang lebih bagus terparkir di gang itu.

“Yang saya enggak habis pikir kok tiba-tiba kok milih sepeda yang kayak gini, padahal di luar di kampung itu ada PCX, CBR ada di situ sebelah kanan ini, Vario,” ujar Muchlisin.

Muchlisin menduga pelaku memilih motornya karena lebih mudah dibawa. Sebab, sejumlah motor lain menggunakan kunci remote, sedangkan Honda Beat miliknya masih menggunakan kunci manual.

“Kelihatannya ini dipegang, kendaraan yang di depan situ Vario itu sempat dipegang. Di CCTV kelihatannya sempat dipegang setirnya. Kemungkinan di situ itu kuncinya kunci remote, nah mungkin ya itu kesulitan mungkin. Pilih yang gampang,” ucapnya.

Ia berharap pelaku segera ditemukan dan motornya dapat kembali. Namun, Muchlisin menyerahkan proses penanganan kasus tersebut kepada polisi.

“Ya, yang diharapkan kita sih ya harapan kita ya, harapan kita pihak polisi bisa menemukannya. Tapi semuanya sudah saya pasrahkan ke Polsek,” katanya.