Polda Jabar: 2 Korban Meninggal Insiden KM Virgo Warga Garut

Polda Jawa Barat (Jabar) masih melakukan pendalaman terkait identitas korban musibah KM Virgo Transport 8. Dari 13 penumpang yang terdata berasal dari Kabupaten Garut, dua orang telah dipastikan meninggal dunia.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, proses identifikasi dilakukan melalui tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dengan mencocokkan data antemortem dan postmortem.
"Dari 13 ini, dua dipastikan sudah meninggal dunia dan yang 11 kita konfirmasi dulu," kata Hendra saat memberikan keterangan, Rabu (16/9).
"Yang dua, jenazahnya dua. Warga Garut memang, sudah terkonfirmasi," imbuhnya.
Menurut Hendra, 11 warga Garut lainnya masih dalam proses konfirmasi. Polisi saat ini mengumpulkan data pembanding dari keluarga korban untuk dicocokkan dengan data korban yang telah ditemukan.
Hendra menambahkan, warga Garut yang terdata dalam musibah tersebut tidak seluruhnya merupakan anak buah kapal (ABK). Sebagian di antaranya tercatat sebagai penumpang.
"Ada yang penumpang juga," kata Hendra.
Untuk proses identifikasi di lokasi, Hendra menyebut posko DVI ditangani oleh tim DVI Mabes Polri. Polda Jabar membantu proses tersebut, termasuk melalui tenaga serta pendataan yang dilakukan jajaran humas.
Polda Jabar juga masih membuka kemungkinan adanya warga Jawa Barat lainnya yang menjadi korban dalam musibah tersebut. Pendataan dan pencarian data pembanding dari keluarga akan terus dilakukan.
"Kita tidak menutup kemungkinan tidak hanya di Garut, nanti kita cek perkembangannya. Kita akan lakukan yang sama untuk mencari sampel pembanding daripada keluarga yang ada dalam kapal Virgo tersebut," tutur Hendra.
KM Virgo Transport 8 terbalik pada Minggu dini hari. Saat itu kapal tengah menempuh rute Surabaya-Banjarmasin. Lebih 100 penumpang kapal berusia 39 tahun itu belum ditemukan.
Pencarian Jurnalis dan Kru
Selain kasus KM Virgo, Hendra juga menyampaikan perkembangan pencarian 5 jurnalis dan 3 kru yang meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Polda Jabar bersama tim DVI Mabes Polri masih mendukung proses pencarian dan identifikasi.
Hendra mengatakan, sejumlah jenazah yang ditemukan di Banten telah diperiksa melalui proses DVI. Namun, data antemortem yang tersedia belum sesuai dengan data dari para jurnalis yang menjadi perhatian dalam proses pencarian tersebut.
"Kemarin ada beberapa jenazah yang ditemukan di Banten. Setelah kita lakukan pemeriksaan DVI antemortemnya ini tidak sama dengan data yang dari teman-teman media," katanya.
Ia menegaskan proses pencarian masih terus dilakukan oleh kepolisian bersama sejumlah Polda yang berada di wilayah sekitar lokasi kejadian.
