Politeknik Manufaktur Bandung Benarkan Dwi Pemutilasi Istri Siri Alumnus Tahun 2007

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tampang Dwi Agus saat dampingi keluarga korban buat laporan orang hilang. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Tampang Dwi Agus saat dampingi keluarga korban buat laporan orang hilang. Foto: Dok. Istimewa

Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung membenarkan Dwi Bagus Martono (40), tersangka mutilasi dan pembakaran istri siri dan anaknya di Madiun, merupakan alumnus kampus tersebut. Dwi tercatat sebagai mahasiswa D3 yang masuk pada tahun 2004 dan lulus pada 2007.

Humas Polman Bandung, Reza Pratama, mengatakan pihak kampus telah menelusuri informasi mengenai latar belakang pendidikan Dwi.

"Jadi, betul, setelah kami telusuri yang bersangkutan memang pernah berkuliah di Polman. Beliau itu masuk tahun 2004 dan lulus tahun 2007," kata Reza saat ditemui, Jumat (30/10/2026).

Reza mengungkapkan, pihak kampus sempat terkejut mengetahui pemberitaan mengenai kasus yang melibatkan aluminya tersebut. Polman Bandung kemudian berupaya menggali informasi melalui bidang akademik dan jaringan alumni untuk mengetahui profil Dwi selama menempuh pendidikan.

Namun, pihak kampus belum memperoleh informasi terperinci mengenai rekam jejak akademik maupun aktivitas Dwi selama berkuliah. Hal tersebut karena masa pendidikannya berlangsung lebih dari dua dekade lalu.

"Kalau sejauh ini dari data yang kami miliki, itu kan sudah lumayan lama ya, tahun 2004. Beliau berkuliah dan kebetulan kami tidak mempunyai dokumentasi tentang bagaimana profil beliau ketika kuliah. Itu kami belum ada data tentang itu," ujarnya.

Reza Pratama, Humas Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung, saat ditemui di Kampus Polman Bandung, Jumat (30/10/2026). Foto: Abisatya/kumparan

Polman Bandung juga berupaya menggali informasi dari alumni yang satu angkatan dengan Dwi. Meski demikian, hingga saat ini pihak kampus belum mendapatkan data spesifik mengenai kehidupan akademiknya selama menempuh pendidikan.

Terkait kasus yang menjerat Dwi, Reza menyampaikan Polman Bandung menyayangkan peristiwa tersebut dan turut berbelasungkawa kepada keluarga korban.

"Kami juga sangat menyayangkan adanya kasus ini. Kami berbela sungkawa juga terhadap pihak korban, karena bagaimanapun juga sekalipun beliau adalah alumni dari Polman Bandung, kami selalu berusaha untuk memberikan proses akademik yang baik," katanya.

Ia menegaskan, Polman Bandung menjunjung tinggi etika dalam proses pendidikan. Sementara itu, penanganan perkara yang melibatkan Dwi diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

"Kami harap semua kasus ini bisa diproses secara seadil-adilnya," ujar Reza.

Sebelumnya, Dwi Bagus Martono menjadi sorotan setelah terseret dalam kasus pembunuhan terhadap istri siri dan anak tirinya di Madiun. Dwi memutilasi, membakar dan menggiling jasad keduanya. Penyidik juga melibatkan tim ahli psikologi untuk mendalami kondisi kejiwaan tersangka.