Pria di Semarang Kirim Chat Mesum ke Wanita, Dikepung Mahasiswa lalu Dipolisikan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana saat ratusan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengepung seorang laki-laki terduga pelaku pelecehan seksual. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Suasana saat ratusan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengepung seorang laki-laki terduga pelaku pelecehan seksual. Foto: Dok. Istimewa

Ramai di media sosial, ratusan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengepung seorang laki-laki yang diduga melakukan pelecehan seksual. Kini, terduga pelaku yang juga merupakan mahasiswa kampus tersebut telah diamankan kepolisian.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (18/6) malam di salah satu gedung di kawasan kampus tersebut. Terduga pelaku sempat akan dihakimi massa dan bersembunyi di salah satu pos satpam. Suasana sempat memanas, namun polisi segera melakukan pengamanan dan membawa pelaku.

Salah satu korban yang juga mahasiswi kampus tersebut mengatakan, kasus ini bermula saat ia yang merupakan pengemudi jasa titip (jastip) atau antar jemput (anjem) dihubungi oleh pelaku.

"Awal mula jam 01.00 WIB, dia chat saya menanyakan bisa jastip atau tidak karena memang saya sebelumnya driver jastip. Tapi kemudian malah nanya kakaknya hyper engga, dia juga nanya sudah pernah hb (berhubungan badan) belum," kata korban membacakan chat pelaku kepada dirinya.

Korban yang ketakutan kemudian mengirimkan tangkapan layar pelaku ke grup layanan antar jemput yang ia ikuti. Ia ingin para driver wanita untuk berhati-hati jika mendapat chat dari pelaku.

"Lalu itu saya share di grup driver yang khusus cewek. Ternyata korbannya banyak. Mereka tuh ngirimin skrinsutan yang sama jastip sama dia. Teman-teman yang cewek pun jadi takut," jelas dia.

Akhirnya, lanjut dia, lantaran banyak korban yang mengungkap, komunitas anjem ini menghubungi pelaku dan meminta agar pelaku melakukan klarifikasi.

"Saya dan teman-teman driver cowok minta untuk klarifikasi dan permintaan maaf karena korbannya banyak. Saya nggak ngira akan seramai, sampai membludak ini karena awalnya diminta bikin video klarifikasi," imbuh dia.

Ia berharap kejadian semacam ini tidak akan terulang kembali dan pelaku jera untuk mengulangi perbuatannya.

"Harapannya jadi efek jera buat pelaku juga mungkin orang lain yang berniat seperti itu," harapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim PPA dan PPO Polrestabes Semarang Kompol Ni Made Sriniti membenarkan adanya peristiwa ini. Dugaan pelecehan ini juga sudah dilaporkan ke polisi.

"Tadi malam kami menerima laporan dugaan pelecehan seksual nonfisik secara verbal yang terjadi di salah satu kampus di Kota Semarang. Kami mendatangi lokasi dan saat itu memang sudah banyak massa yang berkumpul di sana," ungkap Sriniti.

Pihaknya langsung mengamankan dan membawa terduga pelaku untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Saat ini terduga pelaku masih ditahan.

"Terduga pelaku kini sudah diamankan dan sedang dimintai keterangan. Saat ini ada satu orang yang melapor sebagai korban dugaan pelecehan seksual secara verbal," kata Sriniti.