Selain Rumah Dilempar Bom Molotov, Ada Teror via WA ke Istri Pengacara di Jaktim

Rumah Sulardi (68), seorang pengacara di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, dilempar bom Molotov pada Selasa (1/7). Menurut Sulardi, pelemparan itu diduga berkaitan dengan kasus sengketa tanah klien yang sedang ditangangi.
Sulardi mengungkap, pelemparan molotov itu bukan terjadi secara tiba-tiba. Sebelum kejadian, istrinya sempat mendapatkan teror melalui pesan singkat di WhatsApp (WA).
“Oh kalau itu yang pesan (teror) tertulis itu ke istri saya. Ke istri saya dikirim ke istri saya tapi ya kalimatnya saya kurang enggak, enggak begitu perhatikan. Jadi hanya kalimatnya itu ya ‘dasar istri pengacara penipu’ lah gitu kasarnya, begitulah bahasanya, isi selanjutnya itu ada di handphone gitu,” ucapnya saat ditemui kumparan di rumahnya, Minggu (5/7).
Sulardi mengatakan, teror hanya menyasar istrinya. Sementara itu, dia tidak pernah dikirimkan pesan-pesan serupa.
“Ke saya enggak, hanya di satu itu saja si menyerang. Ya di situ satu aja, enggak yang lain, enggak ada,” ucapnya.
Kasus ini tengah dalam penyidikan polisi. Motif pelaku sedang didalami. Polres Metro Jakarta Timur yang menerima laporan Sulardi telah memeriksa sejumlah saksi.
Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula saat dua orang berboncengan sepeda motor menghampiri rumah Sulardi di Jalan Mustika Ratu, Ciracas, Jaktim, sekitar pukul 02.30 WIB dini hari Selasa (1/7). Keduanya terlihat membawa botol yang diduga berisi bahan mudah terbakar.
Keduanya pun melarikan diri usai melemparkan botol tersebut ke arah pagar rumah Sulardi. Api membakar gerbang rumah Sulardi.
