Sopir Truk yang Dibakar Hidup-hidup Bosnya di Bali, Meninggal

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi memasang garis polisi di tempat kejadian perkara TKP) dalam kasus pembakaran sopir truk galian, Selasa (22/9/2026). Foto: Polres Karangasem
zoom-in-whitePerbesar
Polisi memasang garis polisi di tempat kejadian perkara TKP) dalam kasus pembakaran sopir truk galian, Selasa (22/9/2026). Foto: Polres Karangasem

Sopir truk yang dibakar hidup-hidup oleh bosnya, IGS (20), meninggal dunia pada Jumat (25/9) pagi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Ngoerah Denpasar.

"Benar, sekitar pukul 08.30 WITA saya dapat kabar IGS meninggal dunia. Saya ditelepon," kata Perbekel (Kepala Desa) Muncan tempat IGS tinggal, I Wayan Tunas, pada Jumat (25/9).

Saat ini jenazah IGS masih berada di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Tunas menyebut, waktu pemulangan jenazah masih didiskusikan oleh pihak keluarga.

Sebelumnya, IGS sempat berjuang dengan luka bakar 68 persen di tubuhnya yang didominasi di bagian dada. Dia dibakar oleh bosnya yang berinisial IPCP (37) pada Jumat (18/9) karena kurang membayar setoran sebesar Rp 8,5 juta.

Kondisi korban kasus pembakaran sopir truk galian. Foto: Dok. Satreskrim Polres Karangasem

Pembakaran IGS membuat keluarga korban terpukul karena kesulitan menanggung biaya pengobatan yang tidak ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Hal tersebut diakibatkan status IGS yang merupakan korban tindak kriminal.

Biaya pengobatan mengandalkan donasi dari warga dan relawan komunitas. Hingga Kamis (24/9), jumlah yang terkumpul adalah Rp 35 juta. Namun, jumlah tersebut masih jauh dari tagihan biaya pengobatan yang mencapai Rp 88 juta.

Diketahui pula, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka sempat berdonasi kepada korban sebesar Rp25 juta, yang ditransfer langsung ke rekening RSUP Prof. Ngoerah Denpasar.