Sopir Truk yang Dibakar Hidup-hidup Bosnya di Bali, Meninggal

Sopir truk yang dibakar hidup-hidup oleh bosnya, IGS (20), meninggal dunia pada Jumat (25/9) pagi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Ngoerah Denpasar.
"Benar, sekitar pukul 08.30 WITA saya dapat kabar IGS meninggal dunia. Saya ditelepon," kata Perbekel (Kepala Desa) Muncan tempat IGS tinggal, I Wayan Tunas, pada Jumat (25/9).
Saat ini jenazah IGS masih berada di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Tunas menyebut, waktu pemulangan jenazah masih didiskusikan oleh pihak keluarga.
Sebelumnya, IGS sempat berjuang dengan luka bakar 68 persen di tubuhnya yang didominasi di bagian dada. Dia dibakar oleh bosnya yang berinisial IPCP (37) pada Jumat (18/9) karena kurang membayar setoran sebesar Rp 8,5 juta.
Pembakaran IGS membuat keluarga korban terpukul karena kesulitan menanggung biaya pengobatan yang tidak ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Hal tersebut diakibatkan status IGS yang merupakan korban tindak kriminal.
Biaya pengobatan mengandalkan donasi dari warga dan relawan komunitas. Hingga Kamis (24/9), jumlah yang terkumpul adalah Rp 35 juta. Namun, jumlah tersebut masih jauh dari tagihan biaya pengobatan yang mencapai Rp 88 juta.
Diketahui pula, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka sempat berdonasi kepada korban sebesar Rp25 juta, yang ditransfer langsung ke rekening RSUP Prof. Ngoerah Denpasar.
