TikTokers Vilmei Diduga Jadi Korban Penipuan Karyawannya, Uang Rp 1,2 M Raib

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten kreator atau TikTokers Vilmei. Dok: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Konten kreator atau TikTokers Vilmei. Dok: Istimewa

Konten kreator atau TikTokers Vilmei mengaku mengalami kerugian hingga Rp 1,28 miliar setelah dana hasil pendapatan akun TikTok miliknya diduga digelapkan oleh salah satu karyawannya.

Kasus tersebut baru terungkap saat ia hendak membayar makanan dan mendapati saldo rekening pribadinya hanya tersisa sekitar Rp 1 juta.

Dalam video yang diunggah di akun TikTok pribadinya, Vilmei menceritakan momen ketika dirinya menyadari uang yang selama ini ia simpan telah hilang.

"Saat aku mau bayar makan, aku cek saldo di ATM aku. Aku syok, karena uangnya tinggal tersisa Rp 1 juta," ujar Vilmei.

Menurut Vilmei, uang yang hilang merupakan hasil pendapatan dari akun TikTok kurang lebih tujuh tahun tidak pernah ia tarik maupun gunakan. Kecurigaan muncul setelah saldo rekeningnya menyusut drastis tanpa sepengetahuannya.

Merasa ada kejanggalan, Vilmei bersama keluarganya kemudian menelusuri mutasi rekening dan aktivitas transaksi. Hasil penelusuran menunjukkan dana diduga ditarik secara bertahap selama sekitar satu tahun.

"Aku sedih sekaligus pusing. Salah satu karyawan aku bernama Zahra mengambil uang aku Rp 1,28 miliar," kata Vilmei.

Vilmei kemudian mengumpulkan para karyawan yang memiliki akses terhadap ponsel operasional dan akun terkait. Namun, tidak ada yang langsung mengakui perbuatannya. Setelah dilakukan pendalaman, muncul dugaan keterlibatan seorang staf perempuan berinisial Z.

Dalam pengakuannya kepada Vilmei, Z menyebut uang tersebut dialirkan ke sejumlah akun TikTok milik orang lain sebelum akhirnya ditarik.

"Uang tersebut aku kirim ke sejumlah akun TikTok punya teman-teman saya, termasuk pacar saya. Jumlahnya itu hampir 12 akun," ujar Z.

Ia juga mengungkapkan bahwa setiap akun perantara memperoleh imbalan dari transaksi tersebut.

"Dari setiap transaksi mereka mendapatkan komisi. Setelah uang masuk ke sejumlah akun, aku sama pacar aku, Arka, baru melakukan penarikan uang," ungkap Z kepada Vilmei.

Z mengaku melakukan tindakan tersebut karena mendapat ancaman dari kekasihnya.

"Dia mengancam akan menyebarkan video hubungan intim ke orang tua dan teman-teman saya. Jujur aku enggak tahu kalau divideokan. Memang aku melakukan itu sama dia dalam keadaan mabuk," katanya.

Meski demikian, pengakuan tersebut masih merupakan keterangan sepihak dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Dugaan keterlibatan pihak lain masih menunggu proses penyelidikan aparat penegak hukum.

Atas dugaan penggelapan tersebut, Vilmei melaporkan kasus ini ke Polres Metro Bekasi Kota untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

kumparan mengonfirmasi hal ini kepada Kasi Humas Polres Metro Bekasi, AKP Suparyoni. Dia mengatakan laporan yang dilayangkan Vilmei masih dalam pemeriksaan polisi.

"Masih dalam proses," ujarnya.