TPA Galuga di Bogor Terbakar Hebat, Helikopter TNI AU Dikerahkan Padamkan Api

Kebakaran terjadi di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kabupaten Bogor, sejak Senin (7/9) malam. Upaya pemadaman terus dilakukan, termasuk dengan mengerahkan helikopter TNI Angkatan Udara untuk melakukan water bombing.
Hingga hari ini, Selasa (8/9), sebanyak enam sorti (penerbangan bolak-balik) water bombing telah dilakukan untuk memadamkan titik-titik api.
Danlanud Atang Sendjaja Marsma TNI A. F. Picaulima mengatakan, dukungan pemadaman udara tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima koordinasi dari Pemerintah Kabupaten Bogor pada malam sebelumnya.
“Tadi malam kami sudah dihubungi oleh pihak Kabupaten Bogor untuk ikut membantu penyelesaian permasalahan kebakaran di lahan sekitar Galuga ini,” ujarnya, Selasa (8/9).
Setelah menerima koordinasi tersebut, Picaulima langsung melakukan koordinasi untuk menyiapkan pelaksanaan pemadaman dari udara dan segera melaksanakan pemadaman.
3 Ton Air/Penyiraman
Hingga saat ini helikopter telah melakukan enam sorti water bombing. Setiap satu kali penyiraman menggunakan bambi bucket [ember raksasa yang digantungkan] berkapasitas sekitar 2.950 liter air.
“Jadi dalam satu kali penyiraman hampir 3 ton air dicurahkan ke lokasi,” jelas Picaulima.
Menurutnya, penggunaan water bombing dinilai efektif untuk menjangkau titik-titik api dari udara, terutama pada area kebakaran yang sulit ditangani secara langsung melalui jalur darat.
“Tentu saja, kalau bisa dibayangkan, sebesar hampir 3 ton air langsung dicurahkan dari langit ke titik sasaran, tentu sangat efektif,” ungkap Picaulima.
Ia mengatakan, efektivitas tersebut juga terlihat dari kondisi api yang secara bertahap mulai mengecil setelah dilakukan penyiraman dari udara.
“Seperti yang bisa dilihat, api perlahan-lahan semakin mengecil. Saya yakin, dengan kerja sama antara TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Bogor, dan Pemerintah Kota Bogor, kita dapat menyelesaikan penanganan kebakaran ini. Mudah-mudahan hari ini harapan kita bisa berhasil,” katanya.
Picaulima menambahkan, metode water bombing juga merupakan salah satu strategi yang digunakan TNI dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia.
“Hal yang sama hari ini juga kami laksanakan di beberapa titik di luar Pulau Jawa, seperti penanganan karhutla di Kalimantan dan Sumatra. Semuanya menggunakan sistem yang sama,” ucapnya.
Bupati Tutup Sementara TPA Galuga
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menutup sementara pelayanan TPA Galuga hari ini.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, penutupan sementara dilakukan agar seluruh akses menuju TPA Galuga dapat dioptimalkan untuk distribusi air serta mobilisasi kendaraan dan personel pemadam kebakaran.
“Kami meminta waktu satu hari kepada Pemerintah Kota Bogor dan mohon maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor. Untuk pelayanan TPA Galuga hari ini, tanggal 8 September 2026, kami tutup selama satu hari,” kata Rudy saat meninjau lokasi kebakaran.
Menurutnya, penutupan sementara diperlukan agar proses penanganan kebakaran tidak berlarut-larut, mengingat salah satu kendala utama di lapangan adalah akses menuju titik api.
5 Hektare Terbakar
Berdasarkan pemantauan terakhir, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare. Saat ini masih terdapat empat titik api yang menyala dan terus dilakukan pemadaman.
Untuk mencegah api meluas, sebanyak tiga unit beko dikerahkan membuat parit di sepanjang garis hijau sebagai pagar pembatas. Arah angin yang bergerak ke timur juga terus dipantau dalam proses penanganan.
“Yang terpenting adalah masyarakat semuanya selamat, tidak ada yang menjadi korban,” tegas Rudy.
Penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan Polres Bogor, TNI, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan serta unsur terkait lainnya.
Rudy juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang sejak malam hingga pagi hari terus melakukan penanganan kebakaran.
Pemkab Bogor memastikan penanganan terus dilakukan hingga seluruh titik api benar-benar padam.
TPA ini memiliki luas total 42,7 hektare dan menjadi TPA bagi masyarakat Pemkab dan Pemkot Bogor.
