Usir Laba-Laba Pakai Api, WN Nepal Malah Bakar Vila di Bali

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi vila yang dihuni oleh WN Nepal bernama Gaorap Rana (45) usai terbakar pada Senin (5/10/2026). Foto: Dok. Polres Badung
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi vila yang dihuni oleh WN Nepal bernama Gaorap Rana (45) usai terbakar pada Senin (5/10/2026). Foto: Dok. Polres Badung

Sebuah vila yang terletak di Banjar Aseman Kangin, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, ludes terbakar pada Senin (5/10) pukul 12.30 WITA.

Kasi Humas Polres Badung, Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari, mengkonfirmasi kejadian tersebut. Kebakaran tersebut disebabkan karena seorang warga negara (WN) Nepal bernama Gaorap Rana (45) yang mencoba mengusir laba-laba dengan api.

"Korban melakukan pembakaran sampah kertas dengan tujuan mengusir serangga laba-laba di kamar mandi yang berada di bungalow bagian selatan," kata Yuni ketika dikonfirmasi pada Selasa (6/10).

Gaorap merasa resah dengan keberadaan sejumlah laba-laba yang berada di dalam kamar mandinya. Oleh sebab itu, Gaorap terpikir untuk membakar kertas untuk mengusir laba-laba yang berada di kamar mandi tersebut.

instagram embed

Setelah membakar kertas, Gaorap keluar dari kamar mandi dan hendak memasuki ruang kerjanya. Namun, kertas yang dibakar tersebut terkena angin kencang dan menyambar atap ruangan yang terbuat dari alang-alang.

"Karena api dan angin yang kencang, api tersebut kemudian merembet hingga membakar seluruh bangunan yang berada di areal vila milik korban," jelas Yuni.

Warga yang melihat kobaran api langsung menghubungi Pemadam Kebakaran Kabupaten Badung. Sebanyak 6 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.

Yuni mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan api berhasil dikendalikan. Namun, korban mengalami kerugian materiil sebesar Rp 2 miliar.

"Langkah yang sudah dilakukan adalah menerima laporan dari korban, mendatangi TKP, melaksanakan pulbaket, dan menyarankan korban untuk melapor ke Polsek Kuta Utara," tutupnya.