Jakarta Experience Board (JXB): Belajar Transformasi Bisnis dari Praktik Terbaik

Public Administration, University of Indonesia
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Salsa Sabila Nur Azahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Transformasi bisnis dan rebranding pada organisasi publik, kenapa tidak?
Sebelum membahas mengenai "transformasi bisnis" atau “rebranding”, mari berkenalan terlebih dahulu dengan Jakarta Experience Board (JXB)!
JXB merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta yang bergerak di bidang pariwisata. BUMD? Kok asing, ya?
Mulanya, JXB lebih dikenal dengan nama PT Jakarta Tourisindo (Jaktour). Setelah bertahun-tahun beroperasi, sayangnya perusahaan tersebut menunjukkan kerugian selama empat tahun terakhir yakni sejak tahun 2016 (Rahardyan, 2020). Kerugian tersebut ditaksir mencapai belasan miliar rupiah, sehingga hal ini mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk melakukan upaya penyelamatan Jaktour.
Tidak ingin terus merugi, Jaktour pun melakukan transformasi bisnis dengan mengangkat citra atau brand baru yaitu JXB sebagai identitas perusahaan. Upaya rebranding ini diikuti pula dengan ekspansi bisnis yang kini tidak hanya mencakup perhotelan dan pariwisata, namun juga ekonomi kreatif dan beautifikasi Kota Jakarta (JXB, 2021). Melalui identitas baru ini, JXB berkomitmen untuk menjadi “one stop tourism provider” atau penyedia pariwisata terintegrasi di Jakarta berdasarkan pilar bisnis yang dikelola.
Upaya rebranding JXB pun berbuah manis, hal ini dibuktikan dengan perolehan laba sebesar Rp 2,71 miliar pada laporan keuangan JXB tahun 2020 (Defianti, 2021). Perolehan keuntungan tersebut merupakan prestasi bagi JXB setelah merugi selama empat tahun. Lantas, dari sini kita belajar, rebranding organisasi publik sangat diperlukan apabila terdapat dorongan atau tuntutan perubahan dari lingkungan internal dan eksternal. Terlebih, rebranding juga dapat menjadi urgensi apabila terdapat perubahan target pelayanan publik (Harjono, 2021).
Secara teoritis, transformasi bisnis yang dilakukan oleh JXB dapat dilihat dari kaca mata pengembangan organisasi. Lalu, apa yang dimaksud dengan pengembangan organisasi?
Sederhananya, McLean (2006) mendefinisikan pengembangan organisasi sebagai setiap kegiatan dalam mengembangkan potensi organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas organisasi. Maka dari itu, upaya transformasi bisnis JXB termasuk sebagai contoh pengembangan organisasi, karena bertujuan untuk meningkatkan kinerja serta produktivitas JXB.
Pengembangan organisasi sendiri tidak terjadi begitu saja, namun terdiri dari proses atau tahapan yang perlu dilewati. Cummings & Worley (2008) dalam bukunya yang berjudul "Organization Development & Change" membagi proses pengembangan organisasi ke dalam tujuh tahapan yaitu:
Entry, tahap mendefinisikan masalah yang dihadapi organisasi;
Contracting, tahap memperjelas tindakan pengembangan organisasi yang akan dilakukan;
Diagnosis, tahap memahami atau mendiagnosis keadaan nyata organisasi;
Intervention, tahap merancang intervensi yang akan dilakukan;
Planning Change, tahap merencanakan perubahan;
Feedback, tahap memberikan umpan balik terkait pelaksanaan intervensi; dan
Evaluation, tahap mengelola umpan balik sebagai wujud perbaikan.
Dengan mengadopsi teori yang sama, berikut tahapan pengembangan organisasi Jaktour:
Entry, tahap ini dimulai dari penegasan masalah mengenai keadaan buruknya kinerja keuangan Jaktour yang terus merugi selama bertahun-tahun sehingga membutuhkan suatu perubahan;
Contracting, pada tahap ini Pemprov DKI Jakarta mulai berencana untuk melakukan upaya penyelematan Jaktour dengan melakukan restrukturisasi pengelolaan aset oleh PD Pembangunan Sarana Jaya serta membentuk manajemen baru (Albarsyah, 2021);
Diagnosis, tahap ini ditandai dengan upaya untuk membenahi aspek bisnis, tata kelola, serta Sumber Daya Manusia (SDM) Jaktour (Kastara.id, 2021);
Intervention, tahap ini menghasilkan rancangan intervensi yang diperlukan yaitu dengan melakukan transformasi bisnis serta rebranding pada seluruh lini;
Planning Change, tahap merencanakan skema bisnis baru yaitu sebagai perusahaan pengelola pariwisata terintegrasi yang turut meliputi ekonomi kreatif, perkembangan tren, dan beautifikasi Kota Jakarta;
Feedback, tahap pemberian umpan balik baik bersifat resmi dalam bentuk penghargaan seperti BUMD Awards maupun nonresmi yang tersedia di seluruh kanal media sosial JXB; serta
Evaluation, tahap penindaklanjutan umpan balik yang tercerminkan pada produk, kegiatan, maupun kebijakan JXB kedepannya sebagai katalisator, integrator, dan kolaborator pariwisata di Jakarta.
Berdasarkan tahapan di atas, dapat diketahui bahwa intervensi berupa transformasi bisnis dan rebranding berpengaruh signifikan terhadap pengembangan organisasi Jaktour. Singkatnya, intervensi merupakan tindakan terencana yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas organisasi (Cummings & Worley, 2008). Masih dari buku yang sama, Cummings & Worley (2008) membagi intervensi ke dalam empat jenis yaitu intervensi proses, intervensi teknostruktural, intervensi manajemen SDM, dan intervensi strategis.
Dari penjelasan di atas, dapatkah Anda mengetahui jenis intervensi apa yang dilakukan JXB dalam mengembangkan organisasinya?
Intervensi yang dilakukan oleh JXB tergolong ke dalam jenis intervensi strategis. Intervensi strategis adalah jenis intervensi yang dilakukan dengan mengubah strategi bisnis sebagai wujud respon terhadap perubahan lingkungan (Cummings & Worley, 2008). Lebih lanjut, kegiatan yang umum dilakukan pada intervensi ini meliputi integrated strategic change, organization design, dan culture change.
Kegiatan integrated strategic change dilakukan melalui pembenahan pada berbagai aspek seperti Good Corporate Governance (GCG), optimalisasi aset perusahaan, restrukturisasi organisasi, serta ekspansi bisnis. Selanjutnya, kegiatan intervensi organization design dilakukan dengan perombakan seluruh jajaran direksi Jaktour oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sebagai wujud penyegaran untuk mendorong kinerja perusahaan (Jakarta Review, 2019). Perubahan manajemen Jaktour diikuti pula dengan perubahan status hukumnya menjadi Perseroan Daerah (Perseroda) atas dasar pertimbangan rencana pengembangan bisnis yang akan dilakukan kedepannya. Kemudian, kegiatan culture change dilakukan dengan menerapkan core values “SMILE” yang merupakan akronim dari Solid Synergy, eMpathy, Integrity, Loyalty, dan Excellence sebagai landasan sikap serta perilaku seluruh insan JXB (JXB, 2021).
Selain intervensi, terdapat satu faktor krusial lainnya yang menentukan keberhasilan atau kegagalan pengembangan organisasi.
Betul, lingkungan organisasi. Griffin (2016) membagi lingkungan organisasi menjadi lingkungan internal dan eksternal. Berdasarkan kedua lingkungan tersebut, organisasi dituntut untuk meningkatkan kapasitasnya mulai dari tingkat individu, organisasi, dan sistem.
Di tengah ketidakpastian lingkungan, JXB perlu memperkuat awareness dan sense of crisis yang dimulai dari internal, yaitu dengan menempatkan karyawan pada posisi yang sesuai dengan minat dan kapabilitasnya. Strategi ini tidak lain bertujuan untuk menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat atau right man on the right place agar kinerjanya semakin relevan dan berdampak (Tobing, 2021). Di sisi lain, BUMD yang turut bergerak di bidang perhotelan ini juga mengoptimalisasi aset yang dimiliki dengan menyediakan akomodasi bagi tenaga kesehatan pandemi Covid-19 yang bertugas di Jakarta. Faktanya, hal ini merupakan bentuk upaya JXB dalam beradaptasi dengan lingkungan eksternal serta mengubah tantangan menjadi peluang. Cermat, bukan?
Berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan, dapat diketahui bahwa transformasi dan kolaborasi merupakan dua kunci utama di balik kesuksesan transformasi bisnis JXB. Secara internal, JXB terus berupaya untuk melakukan perubahan yang mendorong terwujudnya JXB sebagai agile organization. Secara eksternal, JXB giat untuk melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak guna meningkatkan kinerja perusahaan dan berkontribusi bagi pendapatan DKI Jakarta. JXB sebagai katalisator, integrator, dan kolaborator pariwisata membuka kesempatan kolaborasi sebesar-besarnya bagi seluruh pihak yang ingin terlibat dalam kemajuan pariwisata di Jakarta. Dengan ini, dapat dinyatakan bahwa JXB merupakan learning organization atau organisasi belajar, yaitu organisasi yang secara terus menerus membangun kapasitas serta beradaptasi dengan perubahan (Senge, 1990).
Referensi
Albarsyah. (2021, Juni 30). Jakarta Tourisindo menuju Perusahaan Daerah Berkelas Internasional. Retrieved from TopBusiness: https://www.topbusiness.id/52550/jakarta-tourisindo-menuju-perusahaan-daerah-berkelas-internasional.html
Cummings, T. G., & Worley, C. G. (2008). Organization Development & Change. Mason: South-Western Publishing Co.
Defianti, I. (2021, Agustus 24). DPRD DKI Jakarta Minta BUMD Lakukan Trobosan Untuk Dongkrak Keuntungan saat PPKM Level 3. Retrieved from Liputan6: https://www.liputan6.com/news/read/4640212/dprd-dki-jakarta-minta-bumd-lakukan-trobosan-untuk-dongkrak-keuntungan-saat-ppkm-level-3
Griffin, R. W. (2016). Fundamentals of Management (Eighth Edition). Boston: Cengage Learning.
Harjono, M. (2021, Oktober 22). Silih: Rebranding Lembaga Berbasis Esensi, Bukan Sensasi. Retrieved from Ditjen Aptika Kemkominfo: https://aptika.kominfo.go.id/2021/10/silih-rebranding-lembaga-berbasis-esensi-bukan-sensasi/
Jakarta Review. (2019, November 30). Anies Angkat Novita Dewi Pimpin PT Jakarta Tourinsindo. Retrieved from Jakarta Review: https://jakrev.com/korporat/bumd/anies-angkat-novita-dewi-pimpin-pt-jakarta-tourinsindo/
JXB. (2021). About Us: Jakarta Experience Board. Retrieved from Jakarta Experience Board: https://jxboard.co.id/about
Kastara.id. (2021, April 30). Jakarta Experience Board dari Merugi Jadi Untung di Tangan Novita Dewi. Retrieved from Kastara.id: https://kastara.id/30/04/2021/jakarta-experience-board-dari-merugi-jadi-untung-di-tangan-novita-dewi/
McLean, G. N. (2006). Organization Development: Principles, Processes, Performance. San Francisco: Berrett-Koehler Publishers, Inc.
Rahardyan, A. (2020, Februari 10). Rugi Sejak 2016, Pemprov DKI Coba Selamatkan Jaktour. Retrieved from Bisnis.com: https://jakarta.bisnis.com/read/20200210/77/1199266/rugi-sejak-2016-pemprov-dki-coba-selamatkan-jaktour-
Senge, P. M. (1990). The Fifth Discipline: The Art And Practice Of The Learning Organization. New York: Doubleday.
Tobing, A. G. (2021, Juni 24). RUPS Jakarta Experience Board Beri Laporan Laba Bersih Rp 2,7 Miliar di 2020. Retrieved from Berita Jakarta: https://www.beritajakarta.id/read/90224/rups-jakarta-experience-board-beri-laporan-laba-bersih-rp-27-miliar-di-2020
Tobing, A. G. (2021, Juli 22). JXB Lakukan Perombakan untuk Genjot Transformasi Perusahaan. Retrieved from Berita Jakarta: https://www.beritajakarta.id/read/90877/jxb-lakukan-perombakan-untuk-genjot-transformasi-perusahaan
