Konten dari Pengguna

Sistem Informasi, Organisasi, dan Bisnis di Era Digital

Salsa Virliyana

Salsa Virliyana

Mahasiswa Manajemen S1 Universitas Pamulang

·waktu baca 8 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Salsa Virliyana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang.

Ditulis oleh Keyla Al Zahira, Nadia, Salsa Virliyana

8 Oktober 2026 | Waktu baca ±6 menit

Caption foto: Ilustrasi penggunaan teknologi dan sistem informasi dalam mendukung aktivitas organisasi dan bisnis. Sumber: ThisisEngineering/Unsplash.

Coba bayangkan bagaimana seseorang memesan makanan beberapa tahun lalu dibandingkan dengan sekarang. Dulu, kita mungkin harus datang langsung ke tempat makan, memilih menu, lalu membayar. Sekarang, cukup membuka aplikasi, memilih makanan, melakukan pembayaran secara digital, kemudian menunggu pesanan datang. Di balik proses yang terlihat sederhana itu, sebenarnya ada banyak sistem yang bekerja secara bersamaan.

Ada data mengenai pengguna, restoran, pesanan, pembayaran, lokasi, hingga proses pengiriman. Data tersebut tidak hanya disimpan, tetapi diolah menjadi informasi yang kemudian digunakan untuk menentukan berbagai keputusan bisnis. Dari sinilah sistem informasi menjadi bagian yang semakin penting dalam kehidupan bisnis sehari-hari.

Sistem informasi pada dasarnya merupakan sekumpulan komponen yang digunakan untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan menyajikan data menjadi informasi. Tujuannya bukan hanya membuat pekerjaan menjadi lebih cepat, tetapi juga membantu komunikasi dan pengambilan keputusan. Dalam dunia bisnis, data yang awalnya terlihat seperti angka biasa bisa menjadi dasar untuk menentukan langkah perusahaan.

Hal tersebut dapat dilihat dari perkembangan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Perusahaan yang menaungi ekosistem digital seperti Gojek dan GoTo Financial ini menjalankan bisnis yang sangat bergantung pada teknologi, data, dan sistem digital. Pada 2025, GoTo mencatat GTV inti sekitar Rp399,8 triliun, meningkat 49 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan bersih perusahaan juga mencapai sekitar Rp18,3 triliun, naik 24 persen secara tahunan. Pada tahun yang sama, jumlah pengguna yang bertransaksi dalam setahun mencapai 66 juta.

Angka tersebut menunjukkan bahwa sistem informasi dalam perusahaan digital bukan sekadar aplikasi yang digunakan pelanggan. Di belakang satu transaksi terdapat berbagai proses yang saling terhubung. Informasi dari transaksi dapat digunakan untuk memahami kebiasaan pengguna, mengatur layanan, mengelola pembayaran, mengembangkan promosi, sampai menentukan strategi perusahaan.

Ketika Data Mulai Berbicara

Bayangkan sebuah perusahaan memiliki jutaan transaksi setiap harinya. Jika seluruh informasi tersebut hanya disimpan tanpa diolah, jumlah data yang besar justru akan sulit dimanfaatkan. Karena itu, sistem informasi dibutuhkan untuk mengubah data menjadi informasi yang lebih berguna.

Dalam bisnis, data dapat berasal dari berbagai aktivitas, seperti transaksi penjualan, jumlah pengguna, stok, pembayaran, lokasi, maupun aktivitas pelanggan dalam aplikasi. Setelah diproses, data tersebut dapat membantu perusahaan melihat pola tertentu. Misalnya, perusahaan dapat mengetahui layanan apa yang paling banyak digunakan, kapan permintaan meningkat, atau bagaimana perilaku pelanggan berubah.

GoTo memberikan contoh yang cukup jelas. Pada 2025, unit bisnis financial technology perusahaan mencatat lebih dari 600 juta transaksi bulanan pada Desember, meningkat 76 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan juga menggunakan teknologi kecerdasan buatan dan data ekosistem untuk mendukung proses penilaian kredit.

Artinya, data tidak berhenti sebagai catatan transaksi. Data tersebut menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan. Inilah salah satu alasan sistem informasi semakin penting dalam bisnis modern. Ketika perusahaan mampu mengolah data dengan baik, keputusan yang diambil tidak hanya berdasarkan perkiraan, tetapi juga berdasarkan informasi yang tersedia.

Penelitian mengenai transformasi digital juga menunjukkan bahwa digitalisasi dapat memberikan pengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. Salah satu penelitian terhadap perusahaan yang terdaftar di bursa menemukan bahwa transformasi digital dapat meningkatkan kinerja melalui peningkatan produktivitas dan inovasi.

Teknologi Saja Tidak Cukup

Meskipun teknologi menjadi bagian penting, transformasi bisnis sebenarnya tidak hanya berbicara mengenai komputer, aplikasi, atau jaringan. Ada manusia dan organisasi yang menjalankan semuanya.

Sebuah perusahaan dapat memiliki teknologi yang canggih, tetapi teknologi tersebut tidak akan memberikan hasil maksimal jika orang yang menggunakannya tidak siap. Begitu juga dengan sistem yang bagus tetapi proses bisnis di dalam perusahaan tidak menyesuaikan diri.

Hal ini sejalan dengan cara melihat sistem informasi dari beberapa sisi. Ada sisi teknologi yang mencakup perangkat keras, perangkat lunak, database, dan jaringan. Ada sisi organisasi yang berkaitan dengan struktur, proses bisnis, aturan, serta budaya perusahaan. Ada pula sisi manajemen yang menggunakan informasi untuk perencanaan dan pengambilan keputusan.

Karena itu, sistem informasi sebenarnya merupakan gabungan antara teknologi, organisasi, manajemen, dan manusia. Keempat bagian tersebut saling berkaitan. Perusahaan tidak cukup hanya membeli teknologi terbaru, tetapi juga harus memastikan teknologi tersebut sesuai dengan kebutuhan dan dapat digunakan dengan baik oleh organisasi.

Penelitian terbaru mengenai kemampuan transformasi digital juga menunjukkan hal serupa. Kemampuan teknologi dan kemampuan manajerial sama-sama dapat memberikan pengaruh terhadap kinerja keuangan, tetapi hasilnya bergantung pada kesesuaian dengan strategi operasional perusahaan.

GoTo dan Perubahan Cara Menjalankan Bisnis

Perubahan tersebut terlihat dalam perjalanan bisnis GoTo. Perusahaan tidak hanya menyediakan aplikasi untuk menghubungkan pelanggan dengan layanan, tetapi membangun ekosistem digital yang menghubungkan berbagai aktivitas dalam satu lingkungan.

Pada 2025, GoTo menyelesaikan proses migrasi sistem ke Alibaba Cloud dan Tencent Cloud. Menurut perusahaan, langkah tersebut diperkirakan dapat mengurangi biaya cloud tahunan lebih dari 50 persen sekaligus memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi dan mempercepat peluncuran fitur baru. Perusahaan juga menyatakan bahwa data disimpan dan diproses pada infrastruktur yang berbasis di Indonesia.

Di sini terlihat bahwa transformasi bisnis bukan sekadar mengganti teknologi lama dengan teknologi baru. Ada masalah dan kebutuhan bisnis yang ingin diselesaikan. Perusahaan kemudian memilih teknologi, mengintegrasikan data, menggunakannya untuk menghasilkan informasi, lalu memanfaatkannya dalam keputusan bisnis.

GoTo juga memanfaatkan kecerdasan buatan dalam berbagai bagian bisnis. Dalam layanan finansial, AI dan data ekosistem digunakan untuk membantu penilaian kredit. Dalam layanan on-demand, AI digunakan untuk meningkatkan kemampuan pencarian dan rekomendasi, yang menurut perusahaan membantu meningkatkan visibilitas pencarian, konversi konsumen, dan nilai belanja per transaksi.

Dengan begitu, teknologi tidak berdiri sendiri. Teknologi menjadi alat yang digunakan perusahaan untuk menyelesaikan masalah, meningkatkan efisiensi, memahami pelanggan, dan menciptakan layanan baru.

Dari Masalah Menjadi Perubahan

Kalau diperhatikan, transformasi bisnis sebenarnya memiliki proses yang cukup sederhana. Semuanya dapat dimulai dari sebuah masalah.

Perusahaan terlebih dahulu perlu mengetahui apa yang ingin diperbaiki. Setelah itu, kebutuhan dianalisis, teknologi diterapkan, data diintegrasikan, informasi dianalisis, keputusan dibuat, kemudian hasilnya dievaluasi kembali.

Proses seperti ini membuat transformasi digital tidak dilakukan hanya karena sebuah teknologi sedang populer. Perusahaan perlu mengetahui apakah teknologi tersebut memang dibutuhkan dan memberikan manfaat bagi bisnis.

Dalam kasus GoTo, kebutuhan untuk menangani skala transaksi yang besar membuat kemampuan teknologi dan pengelolaan data menjadi sangat penting. Pada 2025 saja, GTV inti perusahaan mencapai hampir Rp400 triliun dan jumlah pengguna yang bertransaksi dalam setahun mencapai 66 juta. Dengan skala sebesar itu, sistem informasi bukan lagi sekadar pendukung, tetapi sudah menjadi bagian dari cara perusahaan menjalankan bisnis.

Ketika Sistem Informasi Menjadi Bagian dari Strategi Bisnis

Sistem informasi akhirnya memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar membantu pekerjaan administrasi. Sistem dapat mendukung kegiatan operasional, membantu pengambilan keputusan, menghemat waktu, meningkatkan pelayanan pelanggan, menciptakan inovasi, dan memperkuat daya saing.

Data pengguna misalnya, dapat membantu perusahaan memahami kebutuhan pelanggan. Data transaksi dapat membantu melihat perkembangan bisnis. Data operasional dapat digunakan untuk menemukan bagian yang masih kurang efisien. Ketika semua informasi tersebut dapat diolah dengan baik, perusahaan memiliki dasar yang lebih kuat untuk menentukan langkah selanjutnya.

Perkembangan GoTo memperlihatkan bagaimana hal tersebut dapat terjadi dalam perusahaan digital. Pada 2025, pendapatan bersih GoTo meningkat 24 persen menjadi Rp18,3 triliun dan EBITDA yang disesuaikan mencapai sekitar Rp2 triliun, meningkat 544 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan juga mencatat arus kas bebas yang disesuaikan positif sekitar Rp966 miliar sepanjang tahun.

Angka-angka tersebut memang tidak bisa dianggap semata-mata sebagai hasil dari sistem informasi. Kinerja perusahaan dipengaruhi banyak faktor, termasuk strategi bisnis, kondisi pasar, pengelolaan biaya, produk, dan persaingan. Namun, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa teknologi dan sistem informasi dapat menjadi bagian penting dari cara perusahaan meningkatkan efisiensi dan mengembangkan bisnis.

Teknologi Harus Berjalan Bersama Manusia

Pada akhirnya, secanggih apa pun teknologi yang digunakan, tetap ada manusia yang menentukan bagaimana teknologi tersebut dimanfaatkan.

Sistem informasi yang baik membutuhkan karyawan yang mampu menggunakannya, manajemen yang memahami informasi yang dihasilkan, serta organisasi yang siap menyesuaikan proses kerjanya. Jika salah satu bagian tersebut tidak berjalan, teknologi yang mahal sekalipun belum tentu memberikan hasil yang maksimal.

Karena itu, transformasi digital sebaiknya tidak dipahami sebagai perlombaan untuk memiliki teknologi paling baru. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut benar-benar membantu perusahaan menyelesaikan masalah dan menciptakan nilai.

Penelitian mengenai digital transformation juga memperlihatkan bahwa manfaat teknologi tidak muncul secara otomatis. Transformasi digital berkaitan dengan kemampuan organisasi, strategi, inovasi, serta kondisi lingkungan tempat perusahaan beroperasi. Bahkan sebuah meta-analisis terhadap puluhan penelitian menemukan hubungan positif antara transformasi digital, inovasi, dan kinerja perusahaan, dengan inovasi produk maupun proses menjadi salah satu penghubung pentingnya.

Pada akhirnya, sistem informasi dapat dilihat sebagai sebuah perjalanan. Data dikumpulkan, kemudian diolah menjadi informasi. Informasi membantu perusahaan mengambil keputusan. Keputusan tersebut menghasilkan tindakan, dan tindakan yang dilakukan secara tepat dapat membawa perubahan dalam cara bisnis berjalan.

Contoh GoTo memperlihatkan bahwa perubahan tersebut bukan sesuatu yang hanya terjadi di dalam teori. Ketika transaksi, pengguna, pembayaran, layanan, cloud, AI, dan berbagai proses bisnis terhubung dalam satu ekosistem, sistem informasi menjadi bagian dari kehidupan perusahaan itu sendiri.

Jadi, sistem informasi bukan hanya tentang komputer atau aplikasi. Di dalamnya ada teknologi, manusia, organisasi, proses, dan manajemen yang bekerja bersama. Ketika semuanya dapat berjalan selaras, data tidak lagi sekadar kumpulan angka. Data dapat menjadi informasi, informasi menjadi keputusan, dan keputusan menjadi langkah yang membawa bisnis terus berkembang di tengah perubahan zaman.