Konten dari Pengguna

Catatan dari Solo: Magnet "Jokowi" dari Gang Kutai Utara

Salsabil Rifqi Qatrunnada

Salsabil Rifqi Qatrunnada

Salsabil merupakan seorang peneliti independen. Ia pernah bergabung sebagai peneliti di Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) dan asisten peneliti sembari mengambil program Magister Ilmu Ekonomi di Universitas Airlangga.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Salsabil Rifqi Qatrunnada tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siang itu (11/05/2026), suhu udara di Solo, Jawa Tengah, menunjukkan angka 32 derajat celcius. Suhu udara yang cukup terik itu terhalang oleh rimbunnya dedaunan yang menjalar di kanopi yang melengkung. Sehingga, ada ruang yang cukup untuk memberikan keteduhan walau hanya sesaat.

Saya sedang berada di kawasan Gang Kutai Utara, Kota Solo, siang itu. Gang Kutai Utara merupakan kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Di sela-sela short escape saya di Solo, memang sengaja saya menyempatkan untuk berkunjung ke Gang Kutai Utara. Saya penasaran dengan euforia masyarakat yang berkunjung ke Gang Kutai Utara, yang kemudian viral di media sosial dengan berbagai julukannya itu.

Paspampres dan patwal ikut membantu mengamankan antrean warga yang ingin bertemu dengan Jokowi. Sumber : Dokumentasi pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Paspampres dan patwal ikut membantu mengamankan antrean warga yang ingin bertemu dengan Jokowi. Sumber : Dokumentasi pribadi.

Sesaat sebelum bergabung bersama rombongan yang ingin menemui Presiden ke-7 itu, saya menyempatkan membeli minuman dingin di pojok Gang Kutai Utara. Saya kemudian bertanya kepada ibu penjual minuman itu. “Wonten bapak ten griyo” atau dalam bahasa Indonesia-nya, ada bapak (Jokowi) di rumah, jawabnya.

Kurang lebih terdapat 20-an warga yang berkunjung siang itu. Beberapa warga yang berkunjung ke rumah Jokowi di kawasan Gang Kutai Utara datang dari berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak hingga lansia. Mereka juga datang dari berbagai wilayah. Mulai dari Solo, Medan, Balikpapan, hingga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Masyarakat yang antre berkunjung ke rumah Jokowi. Sumber : Dokumentasi pribadi.

Saya menyempatkan berbincang dengan beberapa pengunjung disana. Salah seorang laki-laki dari Balikpapan yang saya ajak bicara mengaku penasaran dengan sosok Jokowi dan kediamannya. Ia yang datang bersama ibunya mengungkapkan kedatangannya ke Gang Kutai Utara dalam rangka berlibur setelah dari Jogja. “Ibu dan saya penasaran”, kata beliau.

Ada juga 2 mahasiswi dari Solo yang hadir bersama saya saat itu. Mereka berdua mengaku baru pertama kali datang ke Gang Kutai Utara. Sambil menunjuk teman satunya, dia melempar candaan kepada saya bahwa kunjungannya ke rumah Jokowi supaya skripsi temannya dilancarkan. “Kesini biar skripsinya dia dilancarkan”, kata dia.

Bagi masyarakat yang datang ke Gang Kutai Utara, biasanya tidak pulang dengan tangan kosong. Di sekitar kediaman Jokowi, siang itu terdapat relawan yang membawa tumpukan kaos dan buku tulis untuk dibagikan setelah orang tersebut berkunjung dan menemui Jokowi. Ada juga yang membagikan kacang telur dan air mineral kepada masyarakat yang mengantri dan menunggu giliran. “Monggo diambil, dari pak Jokowi” kata salah seorang relawan yang membagikan kacang dan menawarkannya kepada warga yang mengantre.

Seekor kucing menjilat tubuhnya di tengah antrean warga yang akan masuk ke rumah Jokowi. Tampak juga relawan yang mengatur barisan para warga yang ingin bertemu dengan Jokowi. Sumber : Dokumentasi pribadi.

Sekitar pukul 11.15, pintu gerbang rumah Jokowi dibuka oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang berjaga. Warga yang tadinya semburat mulai berbaris menunggu giliran, sembari diatur oleh anggota Paspampres yang lain dan relawan. Ternyata, warga belum dipersilahkan masuk. Warga hanya menunggu rombongan pengunjung lain keluar terlebih dahulu.

Selang 20 menit kemudian, terdapat 4 orang laki-laki mengenakan kemeja putih keluar dari kediaman Jokowi. Wartawan media lokal mulai mengerubungi keempat orang tersebut. Di sisi lain, warga yang tadi mengantre, perlahan mulai dipersilakan masuk. Keempat orang tersebut rupanya bukan orang sembarangan. Mereka merupakan kader dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Salah satu yang keluar dari rombongan tersebut merupakan Antonius Yogo Prabowo, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah yang juga merupakan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Tengah.

Antonius Yogo Prabowo, Ketua DPW PSI Jawa Tengah. Sumber : Dokumentasi pribadi.

Saya yang "nyempil" dengan wartawan lokal ikut bergabung dan mengikuti sesi doorstop itu. Kepada wartawan, dia mengatakan bahwa kunjungannya ke Gang Kutai Utara sebagai langkah diskusi untuk memperkuat positioning PSI dalam dinamika politik di Jawa Tengah. Dia juga menyampaikan targetnya dalam Pemilu 2029 yaitu memenangkan paling tidak 1 kursi di DPRD tingkat kabupaten/kota. “Tadi diskusi dengan bapak soal strategi kedepannya seperti apa. Kita tadi dapat arahan”, ujarnya.

Antonius Yogo Prabowo pada sesi yang sama juga mengemukakan bahwa terdapat beberapa kader partai lain yang “berpindah haluan” ke PSI Jawa Tengah dalam beberapa waktu kedepan. “Nantinya akan ada kader partai lain yang masuk ke kita dan akan kita masukkan ke struktural partai”, kata Yogo. Ia juga tidak menampik bahwa berpindahnya kader tersebut salah satunya dikarenakan adanya “faktor Jokowi”. “Selain karena partai kita ini bersifat terbuka, adanya pak Jokowi dalam kepengurusan partai juga turut mempengaruhi keputusan perpindahan”, tegasnya lagi.

Awak media mewawancarai Antonius Yogo Prabowo, Ketua DPW PSI Jawa Tengah. Sumber : Dokumentasi pribadi.

Setelah sesi doorstop itu selesai, rombongan kader PSI Jawa Tengah itu kemudian pergi meninggalkan Gang Kutai Utara. “Saya mau ngopi sama makan dulu, luwe (lapar)” tutup Yogo. Wartawan media lokal yang tadinya mewawancarai Yogo pun berganti mewawancarai masyarakat yang antre menunggu giliran bertemu Jokowi. Bagaimana dengan saya? Saya pun melanjutkan perjalanan mengelilingi Kota Solo.

Dari kunjungan tersebut, saya menyadari bahwa Jokowi masih menjadi magnet sampai sekarang. Ramainya kunjungan ke kediaman pribadi beliau hingga banyaknya pejabat maupun petinggi partai yang berkunjung menunjukkan bahwa sosoknya masih memiliki daya tarik dan masih berperan sebagai faktor penimbang dalam pengambilan keputusan secara politik hingga saat ini. Suatu kekuatan yang tidak hanya menguntungkan di tingkat nasional, tapi juga menguntungkan partai di tingkat daerah.