Penerapan Teori Perbandingan Sosial dalam Komunikasi Kelompok

Salsabila Afifah umar
Hallo, Nama aku Salsabila Afifah Umar Saat ini aku sedang menempuh pendidikan S1 di Universitas Andalas dengan jurusan Ilmu Komunikasi
Konten dari Pengguna
8 Desember 2022 16:32 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Salsabila Afifah umar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sumber : Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : Pexels
ADVERTISEMENT
Komunikasi merupakan salah satu pilar penting dalam kehidupan kita. Karena komunikasi selalu ada di mana pun dan kapan pun kita berada pasti membutuhkan komunikasi. Untuk mewujudkan komunikasi yang baik pasti kita membutuhkan cara-cara yang harus kita tekuni terlebih dahulu. Dilihat dari teorinya, kajian di setiap bagian komunikasi memiliki banyak teori-teori di dalamnya, baik pada komunikasi organisasi, kelompok, massa maupun interpersonal. 
ADVERTISEMENT
Komunikasi kelompok merupakan salah satu komunikasi yang sering terjadi dan bahkan bisa kita lakukan setiap harinya. Komunikasi kelompok adalah suatu interaksi yang terjadi secara tatap muka yang dilakukan lebih dari satu orang untuk mendapatkan informasi, maksud dan tujuan yang dikehendaki. Pada komunikasi kelompok ini memiliki beberapa teori di dalamnya salah satunya yaitu teori perbandingan sosial. Kita tahu bahwa di dalam komunikasi kelompok diperlukan yang namanya perbandingan sosial agar komunikasi berjalan dengan baik. Menurut pandangan saya, teori ini sangat erat kegunaannya sebagai tolak ukur kemampuan seseorang dalam menilai seseorang.
Teori perbandingan sosial ini dicetuskan pertama kali oleh Leon Festinger seorang psikolog sosial pada tahun 1954. Teori ini mengatakan gagasan bahwa ada drive dalam diri seseorang untuk melihat gambar di luar dalam rangka untuk mengevaluasi pendapat mereka sendiri dan kemampuan. Kita tahu bahwa setiap orang pasti memiliki pengetahuan nya masing-masing sesuai dengan bidangnya masing-masing. Dan dengan adanya perbandingan sosial ini dapat memberikan manfaat agar kita bisa mengevaluasi dirinya sendiri dengan memberikan saran apa yang harus dilakukan untuk menjadi orang yang lebih baik. Menurut saya,teori ini memberikan dampak yang sangat positif dan mendukung kita sebagai makhluk sosial dapat berkomunikasi dengan ideal.
ADVERTISEMENT
Dilihat secara ringkas, pada komunikasi kelompok teori ini diumpamakan sebagai seorang individu yang memiliki tanggung jawab untuk memberikan tekanan penilaian terhadap kemampuan, sikap maupun pendapat kepada kelompok. Saya berpendapatan dengan adanya tekanan dari seseorang untuk berkomunikasi dengan anggota kelompok lainnya mampu menciptakan peningkatan.
Pada teori perbandingan sosial ini dua komponen penting dalam penggunaan teori ini, yaitu pendapat (opini) adalah anggapan atau gagasan yang diberikan oleh individu atau kelompok kepada individu atau kelompok lainnya agar didengar dan dipahami, dan kemampuan (ablity) merupakan potensi atau skill yang dimiliki oleh seseorang untuk melalukan sesuatu hal. Menurut pendapat saya, kedua hal ini merupakan faktor yang memicu terjadinya perbandingan sosial yang dapat mengukur kecerdasan yang ada di diri kita dalam berkomunikasi kelompok.
ADVERTISEMENT
Dari zaman dahulu hingga zaman modern ini, komunikasi kelompok sangatlah penting perannya. Baik dalam kegiatan diskusi, acara seminar, rapat, dan kegiatan komunikasi kelompok lainnya. Bagi saya komunikasi kelompok ini menjadi wadah untuk bisa berani dan percaya diri untuk berkomunikasi di depan banyak orang, dan tentu saja dengan adanya komunikasi kelompok ini sebagai tempat untuk mendapatkan berbagai informasi-informasi dari berbagai pihak tentang suatu topik yang sedang di bahas. Maka dari itu, komunikasi kelompok ini menjadi jalan keluar atau solusi untuk memecahkan suatu masalah secara bersama agar tercapainya kesepakatan bersama.
Berdasarkan teori perbandingan sosial dapat disimpulkan bahwa dengan adanya teori ini mampu menjelaskan bagaimana tindak komunikasi dari anggota kelompok dapat mengalami peningkatan atau penurunan. Tidak hanya itu, teori ini mendorong diri sendiri untuk mengevaluasi dirinya dalam suatu kelompok dengan membandingkan sikap, pendapat dan kemampuan dengan kelompok lainnya. 
ADVERTISEMENT