Konten dari Pengguna

Bukan Sekadar Kota Wisata, Ini yang Membuat Yogyakarta Begitu Berkesan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Salsabila Alifia Azkia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suasana kawasan Malioboro, Yogyakarta. Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Suasana kawasan Malioboro, Yogyakarta. Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi

Yogyakarta sering disebut sebagai kota wisata. Candi, keraton, pantai, hingga deretan kuliner khasnya memang menarik banyak orang untuk datang. Namun setelah berkunjung dan melihat suasananya secara langsung, daya tarik kota ini terasa tidak berhenti pada tempat-tempat wisatanya. Ada suasana tertentu yang membuat Yogyakarta terasa berbeda.

Salah satu tempat yang paling mewakili suasana itu adalah kawasan Malioboro. Di sana, berbagai aktivitas bisa terlihat berdampingan, mulai dari orang yang berjalan kaki, kendaraan yang melintas, hingga becak yang menjadi salah satu ciri khas kawasan tersebut.

Suasana yang Berbeda di Tengah Keramaian

Malioboro dikenal sebagai kawasan yang ramai. Namun, di tengah aktivitas tersebut, ada bagian-bagian tertentu yang terasa lebih santai. Pepohonan di sepanjang kawasan juga membuat suasananya terasa lebih nyaman ketika berjalan kaki.

Pada foto terlihat beberapa orang duduk di bangku, seorang pesepeda melintas, dan sebuah sepeda motor melaju pelan. Aktivitas tersebut membuat suasana Malioboro terasa hidup, tetapi tetap santai untuk dinikmati. Inilah yang membuat Yogyakarta terasa berbeda dari kota besar lainnya.

Becak sebagai Bagian dari Identitas Kota

Becak mungkin bukan transportasi yang paling cepat, tetapi kehadirannya memberi warna tersendiri. Dengan naik becak, wisatawan bisa menikmati jalanan sambil mengamati sekitar tanpa terburu-buru.

Becak pada foto ini berangka merah dengan atap hitam. Kehadiran becak seperti ini menjadi salah satu pemandangan yang mudah dikenali ketika berada di Yogyakarta. Becak bukan sekadar properti untuk berfoto, melainkan bagian dari identitas Yogyakarta yang masih bertahan hingga sekarang.

Perpaduan antara yang Lama dan yang Baru

Di belakang becak berdiri Halte Malioboro 1 dengan bentuk yang modern dan rapi. Keberadaan halte tersebut menunjukkan bahwa suasana tradisional di kawasan ini juga berdampingan dengan fasilitas yang lebih modern. Halte tersebut juga memudahkan wisatawan yang ingin berpindah tempat menggunakan Trans Jogja.

Becak dan halte berada di jalan yang sama, dan keduanya tampak saling melengkapi. Pemandangan ini menggambarkan Yogyakarta dengan baik: kota yang terus berkembang tanpa meninggalkan ciri khasnya.

Keramahan yang Terasa dalam Hal Kecil

Hal lain yang membuat Yogyakarta berkesan adalah keramahan yang muncul dalam hal-hal sederhana. Pengemudi becak menyapa dengan sopan, dan penjual dengan sabar menjawab pertanyaan pengunjung.

Saya sendiri pernah mengalami momen kecil yang berkesan. Saat melihat anak seorang turis asing, saya spontan berkata, "She's so cute." Ayahnya tersenyum dan menjawab, "Thank you." Percakapan itu memang singkat, tetapi cukup berkesan. Dari kejadian kecil tersebut, saya merasa suasana Yogyakarta membuat interaksi sederhana dengan orang lain terasa lebih mudah dan menyenangkan.

Hal-hal kecil seperti ini mungkin tidak tercatat dalam brosur wisata, tetapi justru sering menjadi yang paling diingat. Wisatawan tidak hanya pulang membawa foto, tetapi juga membawa kesan tentang bagaimana mereka diterima.

Hal Sederhana yang Bisa Dilakukan

Ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan selama berada di Yogyakarta. Berjalan kaki di kawasan Malioboro menjadi salah satunya karena suasana sekitar bisa dinikmati dengan lebih santai. Naik becak juga bisa dicoba untuk merasakan pengalaman yang berbeda, dengan menyepakati tarif dan rute terlebih dahulu.

Kuliner juga menjadi bagian yang tidak kalah menarik. Saya sempat mencoba gudeg, bakpia, bakmi godhog, risol, dan bakso. Masing-masing punya rasa dan kesan tersendiri. Selain itu, perjalanan bisa dilanjutkan ke tempat seperti Keraton Yogyakarta dan Taman Sari untuk mengenal sisi sejarah dan budaya kota ini.

Kesimpulan

Yogyakarta memang punya banyak tempat wisata, tetapi yang membuatnya berkesan bukan hanya itu. Suasana yang tenang, keramahan warganya, serta perpaduan antara tradisi dan perkembangan zaman menjadikan kota ini terasa istimewa.

Bagi saya, Yogyakarta adalah kota yang tidak hanya untuk dikunjungi, tetapi juga untuk dirasakan. Ada suasana, interaksi, dan pengalaman sederhana yang membuat perjalanan ke kota ini terasa lebih berkesan.